Tarik Wisatawan, Morotai Diminta Siapkan Ikon Perang Dunia II

Kompas.com - 07/08/2019, 17:12 WIB
Tank amfibi Landing Vehicle Tracked Mark 2 (LVT-2) milik Angkatan Laut Amerika Serikat pada Perang Dunia II saat mendarat di Pulau Morotai di Desa Gotalamo, Kecamatan Morotai Selatan, Maluku Utara, Jumat (15/7/2016). Tersisa dua kendaaraan tempur dari ratusan kendaraan milik tentara Amerika Serikat pada Perang Dunia II. Menurut warga setempat, kendaraan bukti sejarah tersebut sudah banyak yang dipotong-potong dan dijual besinya. KOMPAS/LUCKY PRANSISKATank amfibi Landing Vehicle Tracked Mark 2 (LVT-2) milik Angkatan Laut Amerika Serikat pada Perang Dunia II saat mendarat di Pulau Morotai di Desa Gotalamo, Kecamatan Morotai Selatan, Maluku Utara, Jumat (15/7/2016). Tersisa dua kendaaraan tempur dari ratusan kendaraan milik tentara Amerika Serikat pada Perang Dunia II. Menurut warga setempat, kendaraan bukti sejarah tersebut sudah banyak yang dipotong-potong dan dijual besinya.

"Saran saya harus lebih banyak atraksi di Maluku Utara, khususnya Morotai. Tahun ini tercatat ada 20 event, maka tahun depan diusulkan ada 40 event. Artinya, tiap akhir pekan ada event. Semakin banyak event, maka pendapatan masyarakat akan meningkat sehingga pendapatan per kapita juga naik," katanya.

Festival Morotai merupakan sebuah festival yang digagas untuk mengenalkan pesona Indonesia Timur, baik sisi alam budaya dan masyarakatnya.

Tahun ini, pertama kalinya Festival Morotai masuk dalam 100 Calendar of Events Wonderful, Kementerian Pariwisata.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Pulau Morotai, Benny Laos menyampaikan terima kasih pada Kementerian Pariwisata yang menetapkan Festival Morotai masuk dalam 100 Calender of Event Kementerian Pariwisata.

Selain itu, Bupati juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak terutama para penampil Bambu Tada yang telah berlatih keras demi mempersiapkan tampilan terbaik untuk memecahkan rekor MURI.

"Masyarakat Morotai memiliki optimisme serta mau bekerja keras untuk memajukan Morotai. Kami sangat mengapresiasi semangat ini" lanjut Benny Laos.

Muhlis Eso merapikan barang temuan sisa Perang Dunia II. Itu dilakukan setiap dia menemukan temuan baru di bilik museum miliknya, di Pulau Morotai, Maluku Utara, Senin (18/7/2016).
KOMPAS/LUCKY PRANSISKA Muhlis Eso merapikan barang temuan sisa Perang Dunia II. Itu dilakukan setiap dia menemukan temuan baru di bilik museum miliknya, di Pulau Morotai, Maluku Utara, Senin (18/7/2016).

Festival Morotai 2019 menampilkan ragam pertunjukan kesenian daerah, antara lain Musik Bambu Tada, berbagai tarian, dan nyanyian khas daerah. Acara disaksikan oleh ribuan warga masyarakat yang sangat antusias.

Festival Morotai sendiri terdiri atas rangkaian acara yang menyajikan enam event unggulan yang bertumpu pada daya tarik wisata alam (nature), wisata budaya (culture), dan wisata buatan manusia (man-made).

Keenam event tersebut adalah Parade Budaya dalam Bahari Pulau Morotai, Pekan Seni Morotai (lomba fotografi, lomba kerajinan tangan), Pekan Olimpiade Morotai (lomba dayung), Festival Musik dan Tari Tradisional, Lomba Mancing berskala internasional atau Fishing Morotai dan Festival Pesona Kirab Nusantara Morotai.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X