Kompas.com - 27/09/2019, 20:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Gunung Semeru, Jawa Timur penuh cerita petualangan tersendiri bagi para pendaki. Dengan status gunung tertinggi di Pulau Jawa, Gunung Semeru menjadi idaman para pendaki.

Jauh sebelum era millenial saat ini, Gunung Semeru sudah banyak didaki oleh para petualang Indonesia. Nama-nama pendaki Indonesia seperti Don Hasman, Soe Hok-Gie, Rudy Badil dan rekan-rekan lainnya di tahun 1960-an telah mendaki Gunung Semeru.

Baca juga: Jejak Pendaki Semeru Mulai Berdatangan di TN Bromo Tengger Semeru

Salah satu peristiwa besar di Gunung Semeru yang menyita perhatian publik di era 1960-an adalah meninggalnya dua pendaki yakni Soe Hok-Gie dan Idhan Dhanvantari Lubis.

Kini, Kompas.com berusaha menelusuri cerita-cerita tentang pendaki-pendaki di Semeru melalui program Jejak Pendaki Semeru. Kompas.com pergi ke Gunung Semeru untuk mencoba menggali cerita-cerita sekaligus mengenang pendaki-pendaki Semeru termasuk Soe Hok-Gie dan Rudy Badil.

Pada 18 September, Kompas.com mendaki Gunung Semeru melalui jalur Ranupani dan turun melalui jalur Ayek-Ayek. Jalur Ayek-Ayek sendiri merupakan jalur evakuasi jenazah Soe Hok-Gie dan Idhan Lubis ketika musibah pendakian Gunung Semeru tahun 1969.

Foto Soe Hok-Gie yang ditemukan di Sekretariat Mapala UI, Depok, Jawa Barat. Soe Hok-Gie merupakan salah satu pendiri Mapala UI sekaligus aktivitis yang turut berperan dalam aksi long march dan demo besar-besaran pada tahun 1966. Mapala UI sebagai salah satu pelopor pencinta alam di Indonesia, memiliki foto-foto yang menjadi bagian sejarah kepencintaalaman di IndonesiaDokumentasi Mapala UI Foto Soe Hok-Gie yang ditemukan di Sekretariat Mapala UI, Depok, Jawa Barat. Soe Hok-Gie merupakan salah satu pendiri Mapala UI sekaligus aktivitis yang turut berperan dalam aksi long march dan demo besar-besaran pada tahun 1966. Mapala UI sebagai salah satu pelopor pencinta alam di Indonesia, memiliki foto-foto yang menjadi bagian sejarah kepencintaalaman di Indonesia

Kompas.com juga sempat melihat titik awal pendakian Soe Hok-Gie, Rudy Badil, dan kawan-kawan Mapala UI pada tahun 1969 di Kali Amprong, Desa Gubuk Klakah, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Dalam perjalanan, Kompas.com juga menemui sahabat Soe Hok-Gie yakni Aristides Kattopo di Kota Malang untuk menggali informasi tentang Soe Hok-Gie. Kompas.com juga menjelajahi kawasan Padang Pasir Gunung Bromo.

Baca juga: Soe Hok Gie dan Perannya yang Unik Saat Pendakian Gunung

Dalam kegiatan Jejak Pendaki Semeru, Kompas.com bekerja sama dengan Kerabat Pencinta Alam dan Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Indonesia (Mapala UI).

Kegiatan ini berlangsung pada 15-22 September 2019. Dalam kegiatan Jejak Pendaki Semeru, tim Kompas.com akan melakukan pendakian ke Gunung Semeru.

Tak hanya pendakian, kegiatan juga termasuk bakti sosial lingkungan dan Malam Renungan Jejak Pendaki Semeru yang berlangsung di Desa Ranupani, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

“Jejak Pendaki Semeru merupakan salah satu acara untuk mengakrabkan solidaritas pencinta alam di Indonesia. Tahun ini juga bertepatan dengan 50 tahun kematian Soe Hok-Gie dan juga berpulangnya senior kami, wartawan Harian Kompas, Rudy Badil,” kata Penanggung Jawab Jejak Pendaki Semeru Kompas.com, Aris F Harvenda .

Penasaran dengan kegiatan Jejak Pendaki Semeru tim Kompas.com? Simak teaser videonya.

Kompas Video Mengenang almarhum Soe Hok-Gie dan Rudy Badil menjadi salah satu alasan peserta acara pendakian bertajuk “Jejak Pendaki Semeru” ke Gunung Semeru, Jawa Timur. Peserta pendakian juga ingin bernostalgia saat mendaki Gunung Semeru pada era-era muda. “Soe Hok-Gie dan Rudy Badil itu menjadi salah satu alasan naik Gunung Semeru. Semeru itu diangggap oleh para pencinta alam sebagai tolak ukur kegiatan petualangan sejak 50 tahun yang lalu,” ujar perwakilan pendaki dari Kerabat Pencinta Alam (KPA), Amirnan kepada KompasTravel di Malang, Selasa (16/9/2019). Menurutnya, dalam pendakian gunung terselip makna solidaritas pencinta alam. Apalagi, pada tahun 2019 menjadi peringatan 50 tahun kematian Soe Hok-Gie. #jejakpendakisemeru #semeru #soehokgie #pecintaalam
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jangan Pakai Brankas Kamar Hotel, Mudah Dibobol Hanya dengan Cara Ini

Jangan Pakai Brankas Kamar Hotel, Mudah Dibobol Hanya dengan Cara Ini

Travel Tips
Bukan di Atas Ombak Laut Lepas, Begini Keseruan Bono Surfing di Sungai Kampar Riau

Bukan di Atas Ombak Laut Lepas, Begini Keseruan Bono Surfing di Sungai Kampar Riau

Jalan Jalan
Rengganis Suspension Bridge di Bandung, Wisata Baru Jembatan Gantung Terpanjang di Asean

Rengganis Suspension Bridge di Bandung, Wisata Baru Jembatan Gantung Terpanjang di Asean

Jalan Jalan
32 Tempat Wisata Malang Raya, Banyak Tempat Bernuansa Alam

32 Tempat Wisata Malang Raya, Banyak Tempat Bernuansa Alam

Jalan Jalan
Motif Batik yang Boleh Dipakai dan yang Dilarang untuk Pernikahan

Motif Batik yang Boleh Dipakai dan yang Dilarang untuk Pernikahan

Jalan Jalan
Indonesia Turun ke Level 1 CDC Amerika, Berisiko Rendah Covid-19

Indonesia Turun ke Level 1 CDC Amerika, Berisiko Rendah Covid-19

Travel Update
Jangan Beri Uang Tip ke Pramugari, Akibatnya Bisa Merugikan

Jangan Beri Uang Tip ke Pramugari, Akibatnya Bisa Merugikan

Travel Tips
Korea Selatan Kembali Terbitkan Visa untuk Turis Asing per 1 Juni

Korea Selatan Kembali Terbitkan Visa untuk Turis Asing per 1 Juni

Travel Update
Pantai Tureloto di Nias Utara, Dikenal sebagai Laut Matinya Indonesia

Pantai Tureloto di Nias Utara, Dikenal sebagai Laut Matinya Indonesia

Jalan Jalan
Wisata ke Malaysia Kini Tidak Perlu Tes PCR, Asuransi, dan Karantina

Wisata ke Malaysia Kini Tidak Perlu Tes PCR, Asuransi, dan Karantina

Travel Update
Motif Batik Larangan Keraton yang Tak Boleh Dipakai Orang Biasa

Motif Batik Larangan Keraton yang Tak Boleh Dipakai Orang Biasa

Jalan Jalan
Panduan Wisata Kedai Sawah Sembalun Lombok Timur, Fasilitas, Jam Buka, dan Rute 

Panduan Wisata Kedai Sawah Sembalun Lombok Timur, Fasilitas, Jam Buka, dan Rute 

Travel Update
Masih Ada Long Weekend Mei 2022, Bisa Libur 4 Hari dengan Cara Ini

Masih Ada Long Weekend Mei 2022, Bisa Libur 4 Hari dengan Cara Ini

Travel Tips
Kreativitas Pemuda Desa Bangun Wisata Bukit Porong NTT yang Sukses Menangi Penghargaan

Kreativitas Pemuda Desa Bangun Wisata Bukit Porong NTT yang Sukses Menangi Penghargaan

Travel Update
Mulai 1 Juni 2022, Masuk Thailand Hanya Perlu 3 Syarat Ini

Mulai 1 Juni 2022, Masuk Thailand Hanya Perlu 3 Syarat Ini

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.