Kompas.com - 13/11/2019, 09:45 WIB
Wakatobi Wave 2019 Dok. KemenparekrafWakatobi Wave 2019

WAKATOBI, KOMPAS.com - Gelaran Wakatobi Wave 2019 memberikan suguhan menarik, termasuk Tari Kolosal yang dibawakan ribuan penari saat momen terbenamnya matahari.

Wakatobi Wave 2019 yang masuk dalam agenda Calender of Event (CoE) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

Acara ini berlangsung pada Senin (11/11/2019) di Marina Togo Mowondu, Wangi Wangi, Kabupaten Wakatobi.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenparekraf, Rizki Handayani, menyebut Wakatobi merupakan salah satu daerah yang luar biasa.

"Namanya sudah mendunia dan saya baru sekali ini memberikan sambutan dengan pemandangan sunset yang begitu indah," kata Rizki dalam keterangan tertulis.

Baca juga: Cerita dari Kain Tenun Wakatobi

Khusus Tari Kolosal, tarian ini dibawakan masyarakat dari sejumlah pulau di wilayah Kabupaten Wakatobi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Masing-masing daerah menampilkan tarian khas, seperti masyarakat Pulau Wangi-Wangi yang membawakan Tari Lengko, masyarakat Pulau Kaledupa membawakan Tari Lariangi.

Lalu masyarakat Pulau Tomia yang menampilan Tari Eja-eja dan masyarakat Pulau Binongko yang menampilkan Tari Balumpa.

Baca juga: 4 Tradisi Adat Wakatobi yang Menarik untuk Diketahui

Kegiatan menarik lainya adalah karnaval yang diikuti dari berbagai kalangan, seperti organisasi perangkat daerah Pemda Wakatobi, BUMN, BUMD hingga sekolah dan universitas.

Peserta karnaval mengenakan ragam kostum, seperti biota laut, kapal, dan pakaian adat Buton.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Korea Selatan Terapkan Karantina 10 Hari untuk Seluruh Kedatangan Internasional

Korea Selatan Terapkan Karantina 10 Hari untuk Seluruh Kedatangan Internasional

Travel Update
Borobudur Marathon Bisa Jadi Contoh Pengembangan Sport Tourism di NTB

Borobudur Marathon Bisa Jadi Contoh Pengembangan Sport Tourism di NTB

Travel Update
Thailand Tetap Wajibkan Tes PCR untuk Turis Asing

Thailand Tetap Wajibkan Tes PCR untuk Turis Asing

Travel Update
Budayawan Sebut Lombok NTB Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Budaya

Budayawan Sebut Lombok NTB Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Budaya

Travel Update
Akademisi Sebut Kemajuan Pariwisata Mandalika Jangan Bikin Daerah Lain Dilupakan

Akademisi Sebut Kemajuan Pariwisata Mandalika Jangan Bikin Daerah Lain Dilupakan

Travel Update
Swiss Larang Penerbangan dari 7 Negara akibat Omicron

Swiss Larang Penerbangan dari 7 Negara akibat Omicron

Travel Update
Cara Perancis Manfaatkan Acara Olahraga untuk Promosi Produk Lokal

Cara Perancis Manfaatkan Acara Olahraga untuk Promosi Produk Lokal

Travel Update
Berpotensi Gelar Sport Tourism, Pemprov NTB Bisa Tiru Perancis

Berpotensi Gelar Sport Tourism, Pemprov NTB Bisa Tiru Perancis

Travel Update
Kamboja Batasi Kedatangan dari 10 Negara untuk Antisipasi Varian Omicron

Kamboja Batasi Kedatangan dari 10 Negara untuk Antisipasi Varian Omicron

Travel Update
9 Negara Masuk Daftar Merah Inggris akibat Varian Omicron

9 Negara Masuk Daftar Merah Inggris akibat Varian Omicron

Travel Update
Lion Air Buka Rute Surabaya-Labuan Bajo PP, Harga Mulai Rp 1 Juta

Lion Air Buka Rute Surabaya-Labuan Bajo PP, Harga Mulai Rp 1 Juta

Travel Update
Lama Karantina WNI dan WNA di Indonesia Bakal Diperpanjang hingga 10 Hari

Lama Karantina WNI dan WNA di Indonesia Bakal Diperpanjang hingga 10 Hari

Travel Update
MotoGP 2022 Bakal Bikin Untung Pariwisata NTB, tapi...

MotoGP 2022 Bakal Bikin Untung Pariwisata NTB, tapi...

Travel Update
Turis Asing Lebih Tahu Gunung Rinjani Ketimbang Gunung Bromo?

Turis Asing Lebih Tahu Gunung Rinjani Ketimbang Gunung Bromo?

Travel Update
Australia Tunda Buka Perbatasan akibat Varian Omicron

Australia Tunda Buka Perbatasan akibat Varian Omicron

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.