Perbedaan Sub Kelas Kereta Api, Harga Termurah pada Huruf P dan Z

Kompas.com - 13/12/2019, 10:13 WIB
PT Kereta Api Indonesia (KAI) menambah frekuensi kereta api (KA) Ciremai relasi Bandung-Semarang Tawang, Jumat (1/6/2019). Dok HUMAS PT KAI DAOP 2 BANDUNGPT Kereta Api Indonesia (KAI) menambah frekuensi kereta api (KA) Ciremai relasi Bandung-Semarang Tawang, Jumat (1/6/2019).


JAKARTA, KOMPAS.com - Selain kelas kereta api, terdapat sub-sub kelas pada kereta api jarak jauh yang dioperasikan PT KAI.

Sub kelas ini biasanya diidentikkan dengan huruf-huruf. Misalnya, pada kelas ekonomi yaitu C, P, Q, S, dan Z.

Kepala Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 1, Eva Chairunisa mengatakan meski terdapat pembedaan pada huruf, fasilitas yang disediakan untuk penumpang tidak memiliki perbedaan.

Paling mahal dan paling murah

"Jadi tidak ada perbedaan fasilitas sebenarnya, pembedaan sub kelas dari huruf-huruf itu hanya perbedaan harga saja," kata Eva ketika dihubungi Kompas.com, Jumat (6/12/2019).

Selain itu, Eva juga mengatakan jika pembagian sub kelas ini sengaja dilakukan internal PT KAI agar penumpang dapat lebih fleksibel memilih tempat duduk.

Kepada Kompas.com, Eva memberikan informasi tentang pembagian sub kelas yang ada di Kereta Api.

Subkelas di kelas eksekutif, bisnis, dan ekonomi

"Untuk kelas eksekutif, ini biasanya hurufnya mulai dari A, H, I, I, J, X, sedangkan kalau Bisnis itu ada B, K, N, O, Y, dan ekonomi ada C, P, Q, S, Z," jelasnya.

Harga tiket termurah dalam kereta api biasanya ada pada huruf P dan Z.

Letak gerbong menentukan harga

Tak hanya itu, Eva juga menjelaskan jika letak gerbong menentukan harga tiket yang tertera.

"Jika gerbong di tengah biasanya akan lebih mahal dari gerbong di belakang. Terus kalau sub kelas yang lebih dekat gerbong restorasi atau kereta makan itu harganya juga lebih mahal," kata dia.

Posisi tempat duduk tentukan harga

Posisi tempat duduk yang berada dekat pintu juga menentukan harga tiket kereta api.

"Nah, biasanya juga yang duduk dekat pintu itu harga tiketnya lebih rendah," tambahnya.

Ketika ditanya acuan nominal harga pada sub kelas, Eva mengatakan tidak ada acuan pastinya. Ia menambahkan jika sub-sub kelas bisa saja tidak diadakan di tanggal-tanggal tertentu.

"Sebenarnya ini kan penomoran internal saja, kadang juga di tanggal-tanggal tertentu pernah gak ada sub kelas. Jadi semua harganya sama gitu," pungkasnya.

Sekadar informasi, sub kelas pada kereta api adalah pembagian kecil dari kelas-kelas atau dalam kata lain area zona tempat duduk penumpang.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X