Liburan Natal, Wisata Religi 6 Gereja Kuno di Jakarta

Kompas.com - 25/12/2019, 14:50 WIB
Gereja Katedral Kompas.com / Gabriella WijayaGereja Katedral


JAKARTA,KOMPAS.com - Liburan Natal telah tiba. Waktunya rekreasi bersama keluarga, rekan dan saudara.

Salah satu yang bisa dilakukan untuk menghabiskan liburan Natal adalah wisata religi di gereja- gereja kuno di Jakarta. Kamu akan menemukan semangat Natal yang kental dan khas.

Kamu bisa menghabiskan waktumu dalam suasana Natal yang erat dari ornamen-ornamen Natal dalam gereja. Ada pula sejarah gereja tua yang unik dan menarik.

Pengunjung juga dapat menikmati kemegahan gedung gereja tua yang masih berdiri tegak di Jakarta.

Berikut daftar enam gereja yang bisa menjadi wisata religi saat liburan Natal:

1. Gereja Katedral

Toleransi dan kebebasan beragama. Sejumlah warga berjalan menuju Masjid Istiqlal untuk melaksanakan Salat Idul Adha seusai memarkir kendaraan bermotornya di Gereja Katedral, Jakarta, Minggu (11/8/2019). Otoritas Gereja Katedral di Jakarta selain menyediakan halaman gereja sebagai tempat parkir bagi warga muslim yang melaksanakan Salat Idul Adha di Masjid Istiqlal juga mengubah jadwal ibadah misa Minggu dari pukul 06.00 WIB menjadi pukul 10.00 WIB untuk menghormati umat muslim yang merayakan Hari Raya Idul Adha pada Minggu, 11 Agustus 2019.ANTARA FOTO/APRILLIO AKBAR Toleransi dan kebebasan beragama. Sejumlah warga berjalan menuju Masjid Istiqlal untuk melaksanakan Salat Idul Adha seusai memarkir kendaraan bermotornya di Gereja Katedral, Jakarta, Minggu (11/8/2019). Otoritas Gereja Katedral di Jakarta selain menyediakan halaman gereja sebagai tempat parkir bagi warga muslim yang melaksanakan Salat Idul Adha di Masjid Istiqlal juga mengubah jadwal ibadah misa Minggu dari pukul 06.00 WIB menjadi pukul 10.00 WIB untuk menghormati umat muslim yang merayakan Hari Raya Idul Adha pada Minggu, 11 Agustus 2019.

Keindahan gereja Katolik pertama di Jakarta ini tak perlu lagi dipertanyakan. Meskipun sempat terbakar dan roboh, Gereja Katedral Jakarta menyimpan sejarah yang menarik untuk dibahas.

Gereja ini memiliki nama resmi yaitu Gereja Santa Maria Pelindung Diangkat Ke Surga, De Kerk van Onze Lieve Vrouwe ten Hemelopneming.

Baca juga: Transjakarta Antar Jemput Gratis ke Gereja Katedral Saat Natal, Ini Rute dan Jadwalnya

Eksterior gereja memiliki gaya arsitektur Neo Gotik. Gereja Katedral diresmikan pada tanggal 1901. Di dalam gereja terdapat monumen granit hitam buatan Belgia.

Monumen itu untuk mengenang Komisaris Jenderal Leonardus Petrus Josephus Burggraaf Du Bus de Gisignies. Ia dianggap berjasa dalam memperoleh tanah dan bangunan Gereja.

Di sisi kanan gereja terdapt mimbar gotik. Mimbar tersebut merupakan buatan Firma Te Poel & Stoltefusz, Den Haag, dipasang pada tahun 1905 sebagai peringatan pesta perak Imamat Mgr.Luypen SJ.

Lalu ada 14 lukisan Jalan Salib yang mengelilingi dinding gereja lantai bawah. Lukisan tersebut dilukis di atas ubin oleh seniman grafis Theo Molkenboer.

Lukisan dipasang di dinding Gereja Katedral pada tahun 1912 sebagai peringatan pesta emas Imamat Pastor Carolus Wenneker SJ.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X