Kompas.com - 26/12/2019, 09:38 WIB
Sejumlah anak-anak mengantre menggunakan kacamata khusus untuk melihat gerhana saat pengamatan peristiwa gerhana matahari cincin terlihat jelas di Lapangan Sepakbola Universitas Lampung (Unila), Bandar Lampung, Lampung, Senin (26/1/2009). KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHOSejumlah anak-anak mengantre menggunakan kacamata khusus untuk melihat gerhana saat pengamatan peristiwa gerhana matahari cincin terlihat jelas di Lapangan Sepakbola Universitas Lampung (Unila), Bandar Lampung, Lampung, Senin (26/1/2009).

JAKARTA, KOMPAS.com – Gerhana Matahari Cincin (GMC) bisa diamati di beberapa wilayah tertentu di Indonesia pada 26 Desember 2019.

Beberapa wilayah di Sumatera dan Kalimantan bisa mengamati GMC, sementara wilayah lainnya seperti Jakarta dan Bandung bisa mengamati Gerhana Matahari Parsial (GMP).

Baca juga: 2 Tempat Melihat Gerhana Matahari Cincin yang Digelar Observatorium Bosscha

Ada beberapa acara pengamatan yang bisa kamu datangi di Jakarta dan Bandung. Acara-acara tersebut juga menyediakan alat-alat pengamatan secara gratis dan terbatas.

Sebab, dalam mengamati gerhana matahari tidak boleh langsung dengan mata telanjang karena intensitas cahaya matahari yang sangat kuat bisa merusak mata.

Dilansir laman LAPAN dan berbagai sumber lain, Berikut cara aman mengamati gerhana matahari dengan menggunakan peralatan tertentu.

1. Kamera pinhole (kamera lubang jarum)

Sejumlah anak didik PKBM MAI mengikuti lokakatya pembuatan kamera lubang jarum di Lebak Bulus, Sabtu (4/8/2018).KOMPAS.com/Ardito Ramadhan D Sejumlah anak didik PKBM MAI mengikuti lokakatya pembuatan kamera lubang jarum di Lebak Bulus, Sabtu (4/8/2018).
Kamera ini bisa kamu buat dengan bahan sederhana. Cara membuatnya pun mudah, dengan menggunakan kaleng bekas, amplas, jarum, lakban, gunting untuk memotong, cat pylox berwarna hitam, dan almunium foil.

Baca juga: Catat, Tempat Melihat Gerhana Matahari Parsial di Jakarta

Selain menggunakan kaleng bekas juga bisa menggunakan kardus bekas. Proses pertama, mewarnai sisi dalam kaleng dengan warna hitam doff, lalu kalengnya dilubangi menggunakan bor.

Selanjutnya, almunium foil yang difungsikan sebagai lensa diamplas sampai tipis dan ditusuk dengan jarum. Kemudian, almunium foil tersebut ditempel dengan lakban di badan kaleng yang sudah dilubangi.

Lakban tersebut akan berfungsi sebagai shutter. Ditempelnya pun sebagian saja karena jika mau memfoto lakban harus bisa dibuka-tutup. Proses pengambilan gambar berlangsung sekitar 30 detik.

2. Kacamata las

Bagi kamu yang memiliki kacamata khusus las, maka juga bisa menggunakannya. Ukuran kacamata las disarankan yang berukuran nomor 14 atau lebih besar.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.