Berkunjung ke Menara Syahbandar, Si Menara Pemantau Kapal Zaman Kolonial

Kompas.com - 03/01/2020, 22:07 WIB
Jendela Menara Syahbandar yang masih asli dan tidak berubah sejak dibangun tahun 1839. Nicholas Ryan AdityaJendela Menara Syahbandar yang masih asli dan tidak berubah sejak dibangun tahun 1839.

Naik ke lantai selanjutnya, kami melihat banyak kotak kaca berisi teropong yang masih asli dan berusia hampir satu setengah abad.

"Teropong-teropong ini yang digunakan untuk memantau kapal. Nah ini bisa dipanjangin atau dipendekin. Lensanya sedikit agak cekung. Jadi teropongnya dipanjangin kalau masih jauh terlihat, nah kalau kapal sudah mau mendekat, dia dipendekin," jelas Amaruli.

Kami juga melihat banyak jendela-jendela besar khas bangunan tua yang menurut Amaruli masih dalam kondisi asli.

Tiba di lantai paling atas, yaitu tempat pemantauan kapal. Lantai ini memiliki lukisan yang menggambarkan bahwa pada masa kolonial, orang-orang Indonesia memantau kapal dengan berpakaian dan menggunakan sarung.

Orang-orang Indonesia pemantau kapal tersebut dulu disebut dengan Ki Demang atau kepala distrik, wedana pada zaman Pemerintahan Hindia Belanda.

Koleksi teropong yang digunakan untuk memantau kapal pada masa kolonial di Menara Syahbandar, Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu (29/12/2019).Nicholas Ryan Aditya Koleksi teropong yang digunakan untuk memantau kapal pada masa kolonial di Menara Syahbandar, Penjaringan, Jakarta Utara, Minggu (29/12/2019).

"Siap Meneer, kami siap standby. Ini pada tahun 1920-an, ketika Belanda masih menguasai area ini," ujar Amaruli.

Amaruli juga menambahkan, jika dalam tugasnya, Demang tidak boleh meninggalkan pantauan. Ia harus selalu fokus pada kapal-kapal yang lalu lalang dalam jalur perdagangan keluar masuk Kota Batavia.

Selain itu, kami juga diajak melihat pemandangan sekeliling area Menara Syahbandar, mulai dari Tugu Pantura, Jembatan, bioskop pertama, dan Museum Bahari.

Batu prasasti kedatangan Saudagar China ke Batavia pada abad 17 yang dikoleksi Menara Syahbandar, Penjaringan, Jakarta Utara.Nicholas Ryan Aditya Batu prasasti kedatangan Saudagar China ke Batavia pada abad 17 yang dikoleksi Menara Syahbandar, Penjaringan, Jakarta Utara.

Terkait kapasitas pengunjung, Amaruli mengatakan setiap pengunjung bisa sampai lantai paling atas menara, asalkan berjumlah maksimal 30-35 untuk anak sekolah, dan pengunjung dewasa, 20-25 orang.

"Kalau kebanyakan kan ini bangunan kuno, tangga kayu juga, kita antisipasi. Jadi kalau ada pengunjung membeludak, pasti kami bagi kelompok," tambah Amaruli.

Tugu Pantura terlihat dari pos pemantaauan kapal di Menara Syahbandar pada Minggu (29/12/2019) malam.Nicholas Ryan Aditya Tugu Pantura terlihat dari pos pemantaauan kapal di Menara Syahbandar pada Minggu (29/12/2019) malam.

Setiap pengunjung Museum Bahari juga bisa sekalian berkunjung ke Menara Syahbandar.

"Itu merupakan satu paket, jadi kalau sudah beli tiket masuk Museum Bahari, ya bisa juga lanjut ke Menara Syahbandar," katanya.

Harga tiket masuk Museum Bahari yaitu Rp 5.000 untuk dewasa, Rp 3.000 untuk mahasiswa, dan Rp 2.000 untuk anak-anak. Museum buka setiap hari Selasa sampai Minggu.

Halaman:
Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Resto Baru di Malang, Berkunjung ke Zaman Kerajaan Singosari Lewat NdalemRatu

Resto Baru di Malang, Berkunjung ke Zaman Kerajaan Singosari Lewat NdalemRatu

Makan Makan
Kuota Antrean Online Masih Banyak, Yuk Bikin Paspor Sekarang Juga

Kuota Antrean Online Masih Banyak, Yuk Bikin Paspor Sekarang Juga

Travel Tips
Geopark Run Series 2020 untuk Belitung, Pendaftaran Telah Dibuka

Geopark Run Series 2020 untuk Belitung, Pendaftaran Telah Dibuka

Jalan Jalan
Visa Umrah Dihentikan Sementara, Emirates Tangguhkan Penerbangan ke Arab Saudi

Visa Umrah Dihentikan Sementara, Emirates Tangguhkan Penerbangan ke Arab Saudi

Whats Hot
Persiapkan UNESCO Global Geopark pada 2020, Belitung Lakukan Cara Ini

Persiapkan UNESCO Global Geopark pada 2020, Belitung Lakukan Cara Ini

Jalan Jalan
Belitung Incar Kunjungan Turis Asing pada 2020, Seperti Ini Strateginya...

Belitung Incar Kunjungan Turis Asing pada 2020, Seperti Ini Strateginya...

Jalan Jalan
Jumlah Wisatawan Mancanegara ke Belitung Naik, Jumlah Wisatawan Nusantara Malah Turun

Jumlah Wisatawan Mancanegara ke Belitung Naik, Jumlah Wisatawan Nusantara Malah Turun

Whats Hot
Inilah Tempat Wisata di Medan yang Paling Sering Dikunjungi

Inilah Tempat Wisata di Medan yang Paling Sering Dikunjungi

Jalan Jalan
Arab Saudi Setop Sementara Kunjungan Umrah, Paket Umrah Masih Bisa Dipesan

Arab Saudi Setop Sementara Kunjungan Umrah, Paket Umrah Masih Bisa Dipesan

Whats Hot
Jangan Ketinggalan, Ada 4 Geopark Run pada Tahun 2020

Jangan Ketinggalan, Ada 4 Geopark Run pada Tahun 2020

Jalan Jalan
Ingin Coba City Check-In? Ikuti Panduan Menuju Stasiun BNI City

Ingin Coba City Check-In? Ikuti Panduan Menuju Stasiun BNI City

Travel Tips
Naik Kereta Bandara Soetta, Sekalian Ngopi di 3 Kafe Stasiun BNI City

Naik Kereta Bandara Soetta, Sekalian Ngopi di 3 Kafe Stasiun BNI City

Makan Makan
Ke Bandara Soetta, Makan Dulu di 4 Kuliner Dekat Stasiun BNI City

Ke Bandara Soetta, Makan Dulu di 4 Kuliner Dekat Stasiun BNI City

Makan Makan
BRI Europe Travel Fair 2020 Dibuka, Tiket ke Istanbul PP Rp 7 Jutaan

BRI Europe Travel Fair 2020 Dibuka, Tiket ke Istanbul PP Rp 7 Jutaan

Whats Hot
Unik! Ayam Goreng Batu Bara ala Gibran, Kaesang, dan Chef Arnold

Unik! Ayam Goreng Batu Bara ala Gibran, Kaesang, dan Chef Arnold

Makan Makan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X