Di Tengah Isu Virus Corona, Calender of Event Indonesia Tetap Jalan

Kompas.com - 12/02/2020, 18:00 WIB
Peserta kompetisi Perahu Naga dalam Festival Cisadane 2016, Tangerang, Minggu (31/7/2016)z Kahfi Dirga CahyaPeserta kompetisi Perahu Naga dalam Festival Cisadane 2016, Tangerang, Minggu (31/7/2016)z

JAKARTA, KOMPAS.com - Wabah virus corona yang telah memakan korban meninggal sebanyak 1.110 orang pada Rabu (12/2/2020) memiliki dampak terhadap pariwisata Indonesia.

Baca juga: Dampak Virus Corona, Devisa Pariwisata Indonesia Dapat Berkurang Rp 40 Triliun

Meski begitu, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf) Angela Tanoesoedibjo mengatakan, beberapa kegiatan yang telah direncanakan sebelumnya akan tetap berjalan tanpa hambatan.

“Sesuai dengan arahan ak Menteri, kami akan memastikan calender of events akan terus berjalan. Khususnya yang berskala internasional yang mengundang media asing untuk melihat kondisi Indonesia sekarang ini aman dan dapat dikunjungi,” tutur Angela saat ditemui Kompas.com di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ( Kemenparekraf), Jakarta, Rabu (12/2/2020).

Angela juga menuturkan bahwa saat ini Kemenparekraf sedang menyiapkan beberapa usulan insentif untuk industri pariwisata. Selain itu, perjalanan domestik akan semakin didorong.

Sebab, di tahun 2018, sebanyak 303 juta perjalanan telah dilakukan oleh para pelancong domestik.

Melihat angka tersebut, Angela berharap di tahun 2020 mereka dapat mendorong angka tersebut dalam membantu industri pariwisata Indonesia.

Baca juga: Kuliner dan Wisman Eropa Bisa Selamatkan Pariwisata Indonesia karena Virus Corona?

“Semua yang sudah kami canangkan dan rencanakan akan terus berjalan untuk menunjukkan confidence kami terhadap pariwisata Indonesia. Tentunya pengembangan ini adalah pengembangan yang bertanggungjawab, supaya pengembangan pariwisata terus berkelanjutan,” tutur Angela.

Terkait pengembangan, beberapa di antaranya adalah pengembangan infrastruktur, jaringan, konektivitas, Sumber Daya Manusia (SDM), mitigasi bencana, ekonomi kreatif, dan seluruh sarana prasarana.

Pengembangan yang dilakukan oleh industri pariwisata Indonesia, menurut Angela, tidak akan pernah berhenti. Sebab, pengembangan merupakan tanggung jawab dari Kemenparekraf.

“Ini semua (pengembangan pariwisata Indonesia) dapat terjadi apabila ada dukungan dari masyarakat Indonesia,” kata Angela.

Wabah virus corona merupakan kondisi yang dianggap sebagai tantangan untuk industri pariwisata. Tidak hanya di Indonesia, namun industri pariwisata secara global.

Wabah tersebut memengaruhi beberapa keputusan wisatawan untuk melakukan perjalanan. Tidak hanya ke Indonesia namun juga ke luar negeri.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X