Kompas.com - 15/02/2020, 15:15 WIB
KLM. ShutterstockKLM.

Namun yang dia dapatkan hanyalah pemberitahuan bahwa tulisan tersebut merupakan sebuah tindakan pencegahan akan penyebaran virus corona dan dia juga diminta untuk menghapus foto.

Akibat komplain yang dilontarkan Kim, awak kabin menambahkan pemberitahuan terbaru dalam bahasa Inggris.

"Awak kabin terekspos pada risiko terena infeksi sekunder virus corona. Memiliki toilet sendiri khusus untuk mereka dapat dipahami. Namun poin penting dari hal ini adalah mengapa mereka memberitahu hal tersebut hanya dalam bahasa Korea," tulis Kim dalam unggahannya di Instagram.

Baca juga: Terjemahan Makanan Korea ke Bahasa Inggris Bikin Malu, Pemerintah Korsel Luncurkan Situs Makanan Resmi

KLM kemudian merespon dan meminta maaf melalui Instagram. Mereka mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan investigasi lebih lanjut.

Ketika pesawat tidak sepenuhnya dipesan, terkadang toilet diperuntukkan bagi awak kabin saja. Maskapai penerbangan tersebut juga menuturkan, mereka menyesal penumpang dalam penerbangan tersebut tersinggung karena pemberitahuan hanya menggunakan bahasa Korea.

Kejadian yang menuai kontroversi tersebut membuat Ministry of Land, Infrastructure and Transport Korea Selatan memberikan peringatan keras kepada KLM.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: 5 Festival Menarik di Korea Awal Tahun 2020, Pesta Stroberi sampai Mancing Ikan di Es

"Secara resmi, kami telah meminta KLM untuk membuat beberapa langkah pencegahan akan terulangnya kejadian tersebut. Kementerian akan secara tegas memonitor situasi untuk mencegah warga negara Korea didiskriminasi di pesawat penerbangan asing," kata petinggi kementerian.

Kejadian tersebut juga mengundang perhatian dari seorang profesor dan ahli Public Relations Sungshin Women’s University Seo Kyung-duk.

"Kejadian KLM jelas disebabkan oleh ketidaktahuan tentang virus corona,” tutur Seo.

Baca juga: Wisata Korea, 3 Jajanan Musim Dingin Wajib Coba di Myeong-dong

Virus corona yang kini memiliki nama COVID-19 telah menyebabkan lebih dari 1.480 kematian di daratan China. Virus juga telah menyebar ke lebih dari 20 negara termasuk Korea Selatan dan Amerika.

Di Korea, sejauh ini virus corona telah menginfeksi 28 orang, dengan tujuh orang sudah dipulangkan dari rumah sakit karena sembuh. Sementara 21 orang lainnya masih belum boleh pulang meski dalam kondisi stabil.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Daftar Desa Wisata Pemenang Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021

Daftar Desa Wisata Pemenang Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021

Travel Update
Masa Karantina 10 Hari untuk Antisipasi Omicron dan Turis Indonesia ke Luar Negeri

Masa Karantina 10 Hari untuk Antisipasi Omicron dan Turis Indonesia ke Luar Negeri

Travel Update
Garuda Indonesia Travel Fair, Jakarta-Labuan Bajo PP Rp 1,3 Jutaan

Garuda Indonesia Travel Fair, Jakarta-Labuan Bajo PP Rp 1,3 Jutaan

Travel Promo
Gunung Barujari Level II Waspada, TN Gunung Rinjani Batasi Pendakian

Gunung Barujari Level II Waspada, TN Gunung Rinjani Batasi Pendakian

Travel Update
TN Gunung Rinjani Tutup 3 Tempat Wisata Alam hingga Maret 2022

TN Gunung Rinjani Tutup 3 Tempat Wisata Alam hingga Maret 2022

Travel Update
Dafam Hotel Management Diakuisisi Artotel Group

Dafam Hotel Management Diakuisisi Artotel Group

Travel Update
PPKM Level 3 Nataru Batal, Pelaku Pariwisata Minta Pemerintah Tak Beri Harapan Palsu

PPKM Level 3 Nataru Batal, Pelaku Pariwisata Minta Pemerintah Tak Beri Harapan Palsu

Travel Update
Pelaku Wisata di Bantul Sambut Pembatalan PPKM Level 3 Saat Nataru

Pelaku Wisata di Bantul Sambut Pembatalan PPKM Level 3 Saat Nataru

Travel Update
Daftar Negara Asal Turis Asing yang Bisa ke Indonesia Tak Berubah meski Ada Omicron

Daftar Negara Asal Turis Asing yang Bisa ke Indonesia Tak Berubah meski Ada Omicron

Travel Update
Wisatawan di Gunung Bromo Dilarang Masuk Radius 1 Km dari Kawah Aktif, Ada Apa?

Wisatawan di Gunung Bromo Dilarang Masuk Radius 1 Km dari Kawah Aktif, Ada Apa?

Travel Update
Kembangkan Wellness Tourism, Yuk Kenali Rekomendasi Wisata Sehat di Korea

Kembangkan Wellness Tourism, Yuk Kenali Rekomendasi Wisata Sehat di Korea

BrandzView
Desa Wisata Sekitar Semeru Terdampak Erupsi, Ini Bantuan Kemenparekraf

Desa Wisata Sekitar Semeru Terdampak Erupsi, Ini Bantuan Kemenparekraf

Travel Update
Indonesia Perketat Kedatangan Internasional, Antisipasi Varian Omicron

Indonesia Perketat Kedatangan Internasional, Antisipasi Varian Omicron

Travel Update
Libur Nataru, Kebijakan Ganjil Genap di Kawasan Wisata Bukan dari Kemenparekraf

Libur Nataru, Kebijakan Ganjil Genap di Kawasan Wisata Bukan dari Kemenparekraf

Travel Update
PPKM Level 3 Saat Nataru Batal, Tempat Wisata Boleh Buka tapi Diperketat

PPKM Level 3 Saat Nataru Batal, Tempat Wisata Boleh Buka tapi Diperketat

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.