Persiapkan UNESCO Global Geopark pada 2020, Belitung Lakukan Cara Ini

Kompas.com - 27/02/2020, 19:24 WIB
Danau Kaolin, Belitung ShutterstockDanau Kaolin, Belitung


JAKARTA, KOMPAS.com – Geopark di Kabupaten Belitung jadi salah satu geopark di Indonesia yang memiliki perkembangan yang sangat cepat.

Baca juga: Belitung Incar Kunjungan Turis Asing pada 2020, Seperti Ini Strateginya...

 

Hingga saat ini, geopark Belitung telah berstatus sebagai geopark nasional dan tahun ini target utamanya adalah meraih sertifikasi UNESCO Global Geopark (UGG).

“Belitung sekarang statusnya sudah geopark nasional dan sekarang hampir UGG. Kami akan kejar di bulan September 2020 ini untuk raih sertifikasi UGG,” ujar Jasagung Haryadi, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Belitung ketika ditemui Kompas.com di acara peresmian Geopark Run Series 2020, Balairung Soesilo Soedarman, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kamis (27/2/2020).

Baca juga: Jumlah Wisatawan Mancanegara ke Belitung Naik, Jumlah Wisatawan Nusantara Malah Turun

Menurut Jasagung, pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin untuk bisa meraih sertifikasi tersebut.

Rencananya, pihak geopark Belitung dan pemerintah daerah Kabupaten Belitung akan bertolak ke Jeju, Korea Selatan untuk mendapatkan sertifikasi UGG.

Baca juga: Itinerary Wisata Belitung 2 Hari 1 Malam, Rekomendasi Tempat dan Biaya

Mercusuar Lengkuas, Belitung. SHUTTERSTOCK/AGUS SYAFIUDIN Mercusuar Lengkuas, Belitung.

Dilansir dari situs resmi UNESCO, UNESCO Global Geopark adalah area geografis terpadu di mana situs dan lanskap geologi internasional dikelola dengan konsep perlindungan, pendidikan, dan pembangunan berkelanjutan.

Di Indonesia, ada empat geopark yang sudah mendapat sertifikasi UGG. Di antaranya geopark Gunung Batur, geopark Ciletuh, geopark Gunung Sewu, dan geopark Gunung Rinjani.

Target menjadikan geopark Belitung sebagai UGG juga jadi salah satu cara untuk mengongkrak angka wisatawan mancanegara yang datang ke Belitung.

Sejauh ini, angka wisman di Belitung meningkat hingga 37% setiap tahunnya.

Nantinya, ketika Belitung sudah mendapat sertifikasi UGG, Jasagung berharap bisa mulai mendatangkan wisman dari kalangan peneliti.

 

Kalangan peneliti ini yang kemudian jadi pendongkrak tak hanya kuantitas wisatawan tapi juga kualitasnya.

Pantai di Belitung. SHUTTERSTOCK/TIGOR LUBIS Pantai di Belitung.

“Kita mau jualan ke arah scientist (peneliti). Misalnya dari Eropa dan Amerika. Kalau peneliti itu akan mau stay lebih lama nantinya. Bisa lebih dari satu minggu,” ujar Jasagung.

“Berbeda dengan wisatawan leisure yang banyak tapi biasanya stay sebentar. Kalau peneliti mereka stay lama, otomatis spending-nya juga lebih banyak,” lanjutnya.

Salah satu cara pemerintah Kabupaten Belitung untuk menjadikan geopark mereka jadi UGG adalah melalui event Geopark Run Series 2020 yang akan digelar pada April mendatang.

Nantinya, para peserta Geopark Run Series 2020 di Belitung akan melewati rute panjang melintasi geopark Belitung.

Keindahan 17 geosites di dalamnya diharapkan mampu menarik minat wisatawan baik wisnus maupun wisman.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X