Dampak Wabah Corona, Singapore Airlines Kurangi Kapasitas Hingga 96 Persen

Kompas.com - 23/03/2020, 22:02 WIB
Pesawat tipe Airbus A380 pada maskapai penerbangan Singapore Airlines, (8/10/2013). SHUTTERSTOCK/RYAN FLETCHERPesawat tipe Airbus A380 pada maskapai penerbangan Singapore Airlines, (8/10/2013).

KOMPAS.com - Singapore Airlines (SIA) akan mengurangi kapasitas sebesar 96 persen dari total kapasitas penerbangan yang dijadwalkan hingga akhir April 2020.

Baca juga: Singapore Airlines Bebaskan Biaya Penjadwalan Ulang Tiket, Simak Caranya

Pengurangan kapasitas tersebut dilakukan seiring dengan semakin ketatnya kontrol pembatasan di seluruh dunia selama seminggu terakhir demi antisipasi wabah virus corona ( Covid-19 ).

Kebijakan pengurangan kapasitas ini berakibat pada grounding terhadap sekitar 138 dari 147 armada milik SIA dan SilkAir, seperti tertera pada siaran pers yang diterima Kompas.com, Senin (23/3/2020).

Baca juga: Singapore Airlines dan Silk Air Batalkan 8 Rute Penerbangan ke Indonesia

Scoot yang merupakan maskapai penerbangan berbiaya rendah milik Singapore Airlines juga akan menangguhkan sebagian besar jaringannya. Hal ini menyebabkan grounding pada 47 dari 49 armada milik Scoot.

SIA Group telah melakukan diversifikasi jaringan dan mempersiapkan Scoot untuk mengantisipasi berbagai risiko serta melayani berbagai segmen penumpang dan pasar.

Baca juga: Turis Indonesia Diimbau Tunda Perjalanan ke Singapura

Pesawat Scoot, maskapai penerbangan berbiaya rendah dari Singapore Airlines, (12/5/2019). SHUTTERSTOCK/MOKJC Pesawat Scoot, maskapai penerbangan berbiaya rendah dari Singapore Airlines, (12/5/2019).

Di tengah kondisi pasar internasional yang membatasi pergerakan orang atau melarang perjalanan udara dan tanpa segmen domestik, maskapai penerbangan SIA Group menjadi lebih rentan.

Sehubungan dengan ketidakpastian akan waktu pencabutan kontrol perbatasan, belum dapat dipastikan kapan SIA dapat kembali beroperasi secara normal.

Sementara itu, terjadi penurunan permintaan pada perjalanan udara yang berpengaruh signifikan terhadap penurunan pendapatan SIA dari sisi penumpang.

Terkait penurunan pendapatan tersebut SIA melakukan sejumlah langkah untuk membangun likuiditas, serta mengurangi pengeluaran modal dan biaya operasional. Berikut langkah yang diambil:

1. Diskusi dengan produsen pesawat untuk menunda pengiriman pesawat yang akan datang. Jika disetujui, hal ini akan menunda pembayaran untuk pengiriman pesawat tersebut.

Halaman:
Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X