Kenapa Tempat Wisata Perlu Ditata Ulang Selama Pandemi Corona?

Kompas.com - 06/05/2020, 09:30 WIB
Ilustrasi Pariwisata Indonesia Dokumentasi Biro Komunikasi KemenparekrafIlustrasi Pariwisata Indonesia


JAKARTA, KOMPAS.com - Penutupan tempat wisata dalam rangka mencegah penyebaran virus corona telah berlangsung hampir dua bulan.

Kendati demikian, penutupan ini dapat menjadi momen bagi pengelola untuk menata ulang tempat wisata, sehingga setelah kembali dibuka, tempat wisata lebih siap untuk wisatawan.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ( Kemenparekraf) melalui Staf Ahli Bidang Pembangunan Berkelanjutan dan Konservasi Kemenparekraf, Frans Teguh mengungkapkan, penataan ulang tersebut salah satunya terkait pariwisata berkelanjutan.

Hal ini juga dilakukan untuk menyambut era New Normal yang akan menjadi tren baru wisatawan setelah pandemi.

Baca juga: Industri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dipastikan Dapat Insentif Pajak

Dalam era tersebut, wisatawan diprediksi akan lebih sensitif terhadap protokol-protokol wisata terkait kesehatan, keamanan, kenyamanan, sustainable and responsible tourism, authentic digital ecosystem, dan lainnya.

"Hal-hal seperti ini akan menjadi platform kita ke depan, bagaimana pariwisata berkelanjutan jadi sebuah konsekuensi dari bagian pengembangan pariwisata," kata Frans.

Hal ini diungkapkan dalam “Ngabuburit Pariwisata Nasional” dengan tema ‘Peran Sentral Sustainable Tourism pada Paradigma Baru Pariwisata Pasca COVID-19’ pada Senin (4/5/2020).

Ilustrasi pariwisata IndonesiaDokumentasi Biro Komunikasi Kemenparekraf Ilustrasi pariwisata Indonesia

Frans menjelaskan, dalam penerapan pariwisata berkelanjutan sudah terdapat pedoman-pedoman yang dikeluarkan oleh Global Sustainable Tourism Council (GSTC).

Indonesia sendiri secara aktif berkoordinasi dengan UNWTO hingga membentuk Indonesia Sustainable Tourism Council (ISTC).

Pemerintah, dalam hal ini Kemenparekraf, juga telah menyusun pedoman dalam penerapan pariwisata berkelanjutan melalui Permenpar Nomor 14 tahun 2016 tentang Pedoman Destinasi Pariwisata Berkelanjutan.

Baca juga: Tantangan Industri Pariwisata Setelah Pamdemi Corona: Era Digital

Lanjut Frans, Kemenparekraf memiliki framework serta action plan hingga sertifikasi yang bekerja sama dengan universitas.

Adapun usaha tersebut diharapkan dapat menumbuhkan sustainable tourism destination di berbagai daerah.

"Hasilnya, sudah banyak sebenarnya penggiat pariwisata, pelaku desa wisata, serta komunitas yang telah berhasil menerapkan pariwisata berkelanjutan, sehingga dapat memberikan nilai tambah dalam perkembangan ekonomi maupun pengembangan secara umum," jelasnya.

Tambahnya, untuk menerapkan secara lebih luas, Kemenparekraf membutuhkan kerjasama dari seluruh pemangku kepentingan pariwisata.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X