Berkunjung ke Candi Prambanan pada Era New Normal, Bakal Seperti Apa?

Kompas.com - 12/06/2020, 08:05 WIB
Potret Candi Prambanan diambil dari Candi Nandi. Utik MargariniPotret Candi Prambanan diambil dari Candi Nandi.

SLEMAN, KOMPAS.com - PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (Persero) melakukan berbagai persiapan untuk simulasi praoperasional di kawasan Candi Prambanan.

Persiapan yang dilakukan meliputi sisi pelayanan, fasilitas, serta sistem protokol Covid-19 yang mengacu tiga prinsip utama, yakni kesehatan, kebersihan, dan keamanan.

Baca juga: Bakal Seperti Apa Wisata Candi Borobudur di Era New Normal?

"Revitalisasi kawasan dan evaluasi program dilakukan secara bertahap untuk mempersiapkan destinasi yang berkualitas dengan standar protokol kesehatan dengan mengacu ketentuan yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan," kata Direktur Utama PT TWC Borobudur, Prambanan & Ratu Boko Edy Setijono seperti dikutip dari Antara, Kamis (11/6/2020).

Menurut dia, hal tersebut sesuai dengan arahan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) yang akan menerapkan program CHS (Cleanliness, Health, and Safety) di setiap destinasi pariwisata.

"Beberapa waktu lalu kami telah melakukan revitalisasi di beberapa area untuk menunjang protokol kesehatan yang dilakukan dengan ketat. Kini saatnya kita lakukan simulasi untuk penerapan standar 'new normal' di kawasan Taman Wisata Candi yang kita kelola," katanya.

Ia mengatakan, kegiatan simulasi ini dilakukan bertujuan untuk mempersiapkan penerapan standar protokol kesehatan dalam menerima kunjungan wisatawan nanti.

"Rencana simulasi ini tentunya telah mendapatkan izin dari Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid dari masing-masing pemerintah daerah," katanya.

Edy mengatakan, penerapan standar normal baru Pariwisata yang dilakukan di destinasi TWC untuk seluruh wisatawan yang masuk harus mengikuti protokol kesehatan antara lain:

  • menggunakan masker
  • melakukan cuci tangan
  • melewati Chamber disinfektan
  • pengecekan suhu tubuh

Kemudian melakukan "visitor management" dengan menerapkan:

  • physical distancing
  • meminimalkan pembayaran dengan cash/cashless
  • menyediakan hand washing di beberapa titik
  • pemasangan tanda dan papan informasi protokol Covid-19
  • mempersiapkan klinik kesehatan untuk wisatawan yang sakit

PT TWC Borobudur Prambanan & Ratu Boko melakukan simulasi penerapan protokol kesehatan menuju new normal pariwisata. Antara/Victorianus Sat Pranyoto PT TWC Borobudur Prambanan & Ratu Boko melakukan simulasi penerapan protokol kesehatan menuju new normal pariwisata.

"Setelah melakukan simulasi penerapan standar 'new normal' tersebut, kami akan melakukan evaluasi dan hasilnya akan kami laporkan, baik ke Kementerian BUMN, Kementerian Pariwisata serta ke pemerintah daerah terkait. Hal ini untuk memastikan bahwa destinasi kami sudah siap dalam menerima wisatawan di masa pandemi ini," katanya.

Ia mengatakan, PT TWC sebagai pengelola destinasi "Super Prioritas" harus menjadi "role model' penerapan protokol kesehatan yang ketat bagi destinasi-destinasi lain di Indonesia.

Baca juga: Normal Baru, Kemenparekraf Siapkan Program CHS di Berbagai Destinasi Wisata

"Selain wisatawan yang melakukan penerapan standar 'new normal', sebagai aset utama perusahaan, para karyawan PT TWC yang bertugas di lapangan telah dibekali peralatan pengamanan diri sesuai dengan standar protokol kesehatan serta dibantu dengan layanan 'Costumer Service' yang aktif menyampaikan imbauan kepada pengunjung untuk tetap menjaga jarak dan menerapkan protokol kesehatan selama berada di kawasan TWC," katanya.

Selain itu TWC juga melakukan upaya menjaga kenyamanan dan kebersihan lingkungan di lokasi pedagang, dengan menerapkan protokol kesehatan serta mengadakan sosialisasi kepada para koordiantor pedagang untuk menjalankan protokol Covid-19 di area sekitar kios pedagang yang ada di kawasan destinasi.

"Kami berharap hasil simulasi dan evaluasi dapat berjalan dengan lancar, sehingga destinasi yang kami kelola segera dapat dibuka kembali tentunya setelah mendapatkan izin dari pemerintah daerah terkait," katanya. (Victorianus Sat Pranyoto/Subagyo)

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X