Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Proses Refund Antara Travel Agent dan Maskapai, Kenapa Terlihat Rumit?

Kompas.com - 19/06/2020, 08:15 WIB
Nicholas Ryan Aditya,
Kahfi Dirga Cahya

Tim Redaksi


JAKARTA, KOMPAS.com - Proses pengembalian dana atau refund tiket penumpang pesawat masih menjadi polemik yang bergulir di masyarakat.

Banyak masyarakat yang sudah mengajukan refund, tetapi mengeluh lantaran pengembalian dana tidak dalam bentuk tunai melainkan voucher.

Lamanya proses pengembalian dana dari maskapai dan travel agent hingga ke tangan custome juga membuat publik bertanya apa sebenarnya yang terjadi di balik proses refund tersebut.

Baca juga: AirAsia Perpanjang Masa Berlaku Akun Kredit hingga 2 tahun

Melalui diskusi online yang diselenggarakan Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) bertajuk "Tantangan Kompleksitas Pengembalian Dana Industri Travel di Tengah Pandemi Covid-19" Kamis (18/6/2020), tiga narasumber masing-masing dari travel agent, pengamat penerbangan, dan traveler berbincang mengenai proses refund tiket.

Pengamat penerbangan Jaringan Penerbangan Indonesia, Gerry Soejatman menjelaskan duduk masalah dari lamanya proses pengembalian dana ke customer berawal dari maskapai yang tidak mengembalikan refund dalam bentuk tunai kepada travel agent, melainkan saldo.

"Kondisi Covid-19 ini, kita mau balikin cash ke customer itu bagaimana, penjualannya saja enggak ada? Kalau dulu sempat ada masa sulit seperti ini ya dibalikinnya pasti cash, tapi sekarang itu kan masalahnya dari maskapai mengembalikan dalam bentuk saldo, jadi travel agent kasih ke customer-nya bagaimana? Beratnya di situ, jadi banyak yang mengeluh kok dikasihnya bukan tunai," kata Gerry.

Baca juga: Netizen Keluhkan Refund Tiket Pesawat Berupa Voucer, Asosiasi Harap Maskapai Refund Berbentuk Uang Tunai

Menurut Gerry, proses transaksi refund antara maskapai dan travel agent juga mengalami kendala, lantaran terdapat perubahan sistem.

Perubahan sistem yang dimaksud yaitu maskapai tidak lagi menggunakan uang tunai melainkan topup balance untuk mengembalikan refund ke travel agent.

Ia pun menerangkan proses refund pada saat tiket masih menggunakan kertas.

"Travel agent itu harus kasih deposit ke maskapai, yang mana nanti ditukar dengan tiket kosong. Itu nanti ada buat voucer, uang tunai dan tiket kosong. Kalau ada tiket refund, itu kan semua transaksi tadi di luar deposit tadi, masih dalam cash," ujarnya.

Baca juga: Aturan Garuda Indonesia untuk Penerbangan Domestik

Ia melanjutkan, sejak tahun 2007 maskapai pindah dari menggunakan tiket kertas menjadi tiket elektronik.

Perpindahan ini lah yang mengubah juga sistem proses pengembalian dana atau refund.

"Ini yang membedakan adalah tidak memakai kembali deposit melainkan travel agent menaruh uang dulu ke maskapai, dan jadi saldo," kata Gerry.

"Kemudian travel agent mengumpulkan uang hasil penjualannya dan memasukkan dalam bentuk top up balance. Ketika ada refund, ya yang dikembalikan dari maskapai dalam bentuk top up balance, bukan tunai lagi," lanjutnya.

Baca juga: Maskapai Lion Air Group Terapkan Jaga Jarak Aman Selama Penerbangan

Banyaknya customer ajukan refund hingga menumpuk dan dampaknya bagi para staf

Gerry mengatakan, kondisi maskapai dan travel agent kian parah lantaran banyak calon penumpang mengajukan refund akibat Covid-19.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Pengembangan Kawasan Parapuar di Labuan Bajo Terus Diperkuat Penguatan Konten Budaya Manggarai

Pengembangan Kawasan Parapuar di Labuan Bajo Terus Diperkuat Penguatan Konten Budaya Manggarai

Travel Update
Ada Rencana Penerbangan Langsung Rusia-Bali pada Musim Libur 2024

Ada Rencana Penerbangan Langsung Rusia-Bali pada Musim Libur 2024

Travel Update
Indeks Kinerja Pariwisata Indonesia Peringkat Ke-22 di Dunia

Indeks Kinerja Pariwisata Indonesia Peringkat Ke-22 di Dunia

Travel Update
DIY Ketambahan 25 Warisan Budaya Tak Benda, Pokdarwis Digandeng Ikut Lestarikan

DIY Ketambahan 25 Warisan Budaya Tak Benda, Pokdarwis Digandeng Ikut Lestarikan

Travel Update
Long Weekend Waisak Jumlah Penumpang Kereta Api di Yogya Naik 41 Persen

Long Weekend Waisak Jumlah Penumpang Kereta Api di Yogya Naik 41 Persen

Travel Update
Spot Foto di Taman Sejarah Bandung, Foto Bersama Wali Kota

Spot Foto di Taman Sejarah Bandung, Foto Bersama Wali Kota

Jalan Jalan
Pembangunan Gereja Tertinggi di Dunia Hampir Rampung Setelah 144 Tahun

Pembangunan Gereja Tertinggi di Dunia Hampir Rampung Setelah 144 Tahun

Travel Update
Harga Tiket Menara Eiffel di Perancis Akan Naik 20 Persen per Juni

Harga Tiket Menara Eiffel di Perancis Akan Naik 20 Persen per Juni

Travel Update
Roma Akan Bangun Jalur Ramah Pejalan Kaki di Sekitar Area Bersejarah

Roma Akan Bangun Jalur Ramah Pejalan Kaki di Sekitar Area Bersejarah

Travel Update
Usai Turbulensi Fatal, Singapore Airlines Ubah Aturan Makan di Pesawat

Usai Turbulensi Fatal, Singapore Airlines Ubah Aturan Makan di Pesawat

Travel Update
Harga Tiket Masuk Terkini TMII, Tempat Wisata Favorit di Jakarta

Harga Tiket Masuk Terkini TMII, Tempat Wisata Favorit di Jakarta

Travel Update
Jam Buka Cibubur Garden Eat & Play di Hari Kerja atau Libur

Jam Buka Cibubur Garden Eat & Play di Hari Kerja atau Libur

Jalan Jalan
Rute ke Cibubur Garden Eat & Play, Wisata Dekat Jakarta

Rute ke Cibubur Garden Eat & Play, Wisata Dekat Jakarta

Jalan Jalan
Rute Aman ke Sikunir Dieng, Jangan Lewat Jalan Ekstrem

Rute Aman ke Sikunir Dieng, Jangan Lewat Jalan Ekstrem

Travel Tips
Harga Tiket Masuk di Cibubur Garden Eat & Play

Harga Tiket Masuk di Cibubur Garden Eat & Play

Jalan Jalan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com