Pelaku Pariwisata Bali: Swab Test Lebih Baik untuk Pariwisata Bali

Kompas.com - 04/10/2020, 12:01 WIB

KOMPAS.com - Ketua Bali Tourism Board (BTB) IB Agung Partha Adnyana atau biasa disapa Gus Agung mengatakan, perihal persyaratan masuk ke Bali hanya rapid test justru menjadi masalah bagi pariwisata Bali.

Menurut dia, ketika rapid test dapat digunakan sebagai syarat masuk Bali, jumlah wisatawan yang datang justru menurun.

Baca juga: Mau Liburan Gratis 3 Hari 2 Malam di Bali? Ini Syaratnya

"Begitu Bali dibilang hanya rapid test itu justru bukannya datang, malah turun wisatawan. Bahkan di Gilimanuk itu ada yang cerita gak perlu rapid test. Kacau banget sih. Ada sentimen seperti itu," kata Gus Agung.

Pernyataan itu ia sampaikan dalam Webinar Bincang Santai: Amankah Untuk Berlibur Sekarang? Kamis (1/10/2020).

Oleh karena itu, meski diperkirakan akan menimbulkan kontroversi, ia lebih memilih agar Bali menerapkan prosedur swab test bagi wisatawan yang masuk ke Bali.

Wisatawan mancanegara memadati Pura Uluwatu untuk menyaksikan pertunjukan Tari Kecak. SHUTTERSTOCK/RADITYA Wisatawan mancanegara memadati Pura Uluwatu untuk menyaksikan pertunjukan Tari Kecak.

"Sekalian saja kita kalau memang harus swab. Ya lakukan saja swab. Memang rapid test ini gak gitu efektif. Nah, kalau di Bali memang swab itu gak mahal," kata Gus Agung.

Ia berpendapat bahwa makin banyak test PCR, confidence dan market akan meningkat. Justru jangan malah dibebaskan.

Meski begitu, Gus Agung tak memungkiri apabila pelaksanaan prosedur PCR atau swab test harus diiringi dengan biaya terjangkau.

Baca juga: Syarat Terbaru Terbang ke Bali, Bisa Pakai Rapid Test Non Reaktif

"Jadi menurut saya, sekarang yang paling penting adalah orang itu gimana caranya harus lakukan test, bukan rapid lagi tapi PCR," imbuh dia.

Meski begitu, ia mengakui bahwa sarannya tentang prosedur swab test sebagai syarat masuk ke Bali memberatkan industri pariwisata karena harganya yang masih termasuk tinggi.

Namun, Gus Agung tetap berpendapat langkah itu harus segera diambil oleh Bali agar mampu meningkatkan citra positif dan kepercayaan wisatawan.

"Memang setelah kami berhitung, lebih baik kita melakukan PCR. Berat memang, tapi positive image dan trust lebih dibutuhkan saat ini," kata dia saat ditanya Kompas.com mengenai latar belakang prosedur PCR bagi wisatawan ke Bali.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tambah 2 Bus Malang City Tour, Pemkot Malang Anggarkan Rp 2,4 Miliar

Tambah 2 Bus Malang City Tour, Pemkot Malang Anggarkan Rp 2,4 Miliar

Travel Update
Harga Tiket Pesawat Melonjak, Jumlah Penumpang Kapal Pelni Naik

Harga Tiket Pesawat Melonjak, Jumlah Penumpang Kapal Pelni Naik

Travel Update
Rute Menuju Scientia Square Park di Tangerang dan Transportasi Umumnya

Rute Menuju Scientia Square Park di Tangerang dan Transportasi Umumnya

Jalan Jalan
Harga Tiket Pesawat Melambung, Bus Jakarta-Bali Jadi Opsi

Harga Tiket Pesawat Melambung, Bus Jakarta-Bali Jadi Opsi

Travel Update
Dongkrak Sektor Pariwisata, STB Hubungkan Agen Travel Indonesia dengan Pelaku Wisata Singapura

Dongkrak Sektor Pariwisata, STB Hubungkan Agen Travel Indonesia dengan Pelaku Wisata Singapura

Travel Update
Kenaikan Tarif Masuk TN Komodo Jangan Cuma Ditunda, Harus Dibahas Ulang

Kenaikan Tarif Masuk TN Komodo Jangan Cuma Ditunda, Harus Dibahas Ulang

Travel Update
Meski Ditunda, Pelaku Wisata di Labuan Bajo Tetap Tolak Kenaikan Tarif Masuk TN Komodo

Meski Ditunda, Pelaku Wisata di Labuan Bajo Tetap Tolak Kenaikan Tarif Masuk TN Komodo

Travel Update
Istana Potala di Tibet Ditutup Akibat Pandemi Covid-19

Istana Potala di Tibet Ditutup Akibat Pandemi Covid-19

Travel Update
5 Kegiatan Wisata Baru di Australia, Terbang di Atas Danau Eyre

5 Kegiatan Wisata Baru di Australia, Terbang di Atas Danau Eyre

Jalan Jalan
Naik Kereta Zombie di Jakarta: Harga, Jadwal, dan Cara Pesan Tiket

Naik Kereta Zombie di Jakarta: Harga, Jadwal, dan Cara Pesan Tiket

Travel Tips
Pulau Paskah Buka Lagi Kunjungan Wisata Setelah Tutup 2 Tahun

Pulau Paskah Buka Lagi Kunjungan Wisata Setelah Tutup 2 Tahun

Travel Update
Bali Jadi Tuan Rumah Puncak World Tourism Day 2022 Bulan September

Bali Jadi Tuan Rumah Puncak World Tourism Day 2022 Bulan September

Travel Update
Tempat Wisata Pecinan Kya-kya di Kota Surabaya Akan Dibuka

Tempat Wisata Pecinan Kya-kya di Kota Surabaya Akan Dibuka

Travel Update
Syarat Melihat Ikan Mola-mola di Nusa Penida Bali, Jangan Sentuh

Syarat Melihat Ikan Mola-mola di Nusa Penida Bali, Jangan Sentuh

Travel Tips
Festival Golo Koe di Labuan Bajo, Tampilkan Keunggulan Kopi Colol

Festival Golo Koe di Labuan Bajo, Tampilkan Keunggulan Kopi Colol

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.