425 Hotel di Bali Sudah Tersertifikasi Protokol Kesehatan

Kompas.com - 03/10/2020, 13:40 WIB
Ilustrasi Hotel dengan Protokol Kesehatan. Dok. Puskompublik KemenparekrafIlustrasi Hotel dengan Protokol Kesehatan.


KOMPAS.com - Ketua Bali Tourism Board (BTB) IB Agung Partha Adnyana atau biasa disapa Gus Agung mengatakan, saat ini sudah ada 425 hotel di Bali yang memiliki sertifikat protokol kesehatan.

"Kita ada 425 hotel yang sudah tersertifikasi. Nanti akan kita share hotel-hotelnya, karena memang juga fokus dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif itu kan salah satunya Bali ya. Jadi sangat hati-hati betul," kata Gus Agung dalam Webinar Bincang Santai: Amankah Untuk Berlibur Sekarang? Kamis (1/10/2020).

Dengan adanya sertifikasi hotel ini, kata dia, diharapkan wisatawan dapat merasa nyaman dan aman saat berwisata ke Bali dan khususnya ketika menginap di hotel tersebut.

Baca juga: Pantai Padang Betuah Bengkulu, Tempat Wisata yang Mirip Tanah Lot Bali

"Jangan sampai kita ini gak mengikuti protokol kesehatan dan lain sebagainya," tambah dia.

Ia melanjutkan, Bali memang saat ini tengah fokus pada sertifikasi hotel. Hal tersebut, kata dia, untuk tetap menjaga nama baik hotel-hotel di Bali meski terdampak pandemi.

Meski pandemi berdampak besar bagi industri perhotelan di Bali, ia menegaskan kepada seluruh hotel jangan sampai melupakan protokol kesehatan.

Kasus Covid masih tinggi, Pemerintah pilih tidak gencar promosi pariwisata Bali

Meski 425 hotel sudah tersertifikasi protokol kesehatan, menurut Agung, bukan berarti Bali bisa langsung mempromosikan pariwisata secara gencar-gencaran.

Ia mengatakan, saat ini Bali lebih memilih untuk berhati-hati dalam mempromosikan pariwisata karena masih masa pandemi. Menurutnya, ketika ada peningkatan wisatawan selalu diiringi penambahan kasus OTG Covid-19.

"Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah tidak terlalu kencang dan tidak terlalu agresif. Memang begitu ada peningkatan wisatawan, sering terjadi penambahan Orang Tanpa Gejala (OTG)," ujarnya.

Berdasarkan laporannya, di Bali, lebih banyak pasien OTG Covid-19 daripada pasien di ICU atau Rumah Sakit.

Baca juga: Bali Tunda Pembukaan Pariwisata untuk Turis Asing

Sebelumnya, pariwisata Bali telah kembali menerima wisatawan nusantara (wisnus) pada 31 Juli 2020.

Namun, untuk pembukaan wisatawan mancanegara (wisman) yang sedianya dijadwalkan 11 September 2020 lalu, terpaksa dibatalkan. Hal ini sudah dipertimbangkan Gubernur Bali Wayan Koster dari segala aspek yang ada.

“Setelah dipertimbangkan dengan segala aspek yang ada, unsur-unsur yang harus menjadi perhatian serius itu belum bisa dilakukan,” katanya di Uluwatu, Badung, Sabtu (22/8/2020) seperti diberitakan Kompas.com.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X