Kompas.com - 16/12/2020, 17:13 WIB


KOMPAS.com – Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa mengumumkan penutupan akses pantai-pantai di negaranya selama musim liburan untuk kontrol penyebaran Covid-19.

Seperti dilansir dari AP News, semua pantai akan ditutup mulai 16 Desember 2020 hingga Januari 2021 di Provinsi Eastern Cape dan area turis Garden Route di Provinsi Western Cape.

Sementara di Provinsi Kwazulu-Natal, pantai-pantai akan ditutup selama liburan nasional termasuk Natal dan Tahun Baru.

Baca juga: Afrika Selatan Sudah Buka Perjalanan Internasional, tetapi...

Ramaphosa mengatakan bahwa ada kekhawatiran terkait infeksi baru beriringan dengan gelombang kedua pandemi yang semakin meningkat. Peningkatan ini juga dikhawatirkan akan membuat rumah sakit kewalahan.

“Jika kita tidak melakukan hal yang berbeda di musim liburan ini, kita akan menyambut Tahun Baru bukan dengan kebahagiaan tapi dengan kesedihan,” kata Ramaphosa dalam siaran televisi, Senin (14/12/2020).

“Banyak temah kita, kerabat, dan rekan kerja yang akan terinfeksi. Sebagian besar dari mereka akan jadi sangat sakit, dan sebagian lagi, secara tragis, akan meninggal,” sambung dia.

Infeksi baru diduga disebabkan oleh lalainya masyarakat dalam memakai masker dan melakukan jaga jarak.

Sementara perkumpulan yang melibatkan kerumunan, seperti pesta, telah dipastikan sebagai acara superspreader.

 

Boulders Beach, Afrika Selatanhttps://www.shutterstock.com Boulders Beach, Afrika Selatan

Ramaphosa juga mengumumkan jam malam baru yang diperpanjang dan pembatasan penjualan alkohol. Sekarang, alkohol hanya dijual Senin-Kamis antara pukul 10.00-18.00 waktu setempat.

Sementara jam malam diperpanjang dari pukul 23.00-04.00 waktu setempat. Restoran dan bar harus tutup pukul 22.00 waktu setempat.

Afrika selatan mencatat total kasus lebih dari 866.000 kasus positif, dengan jumlah kematian 23.451 kasus.

Baca juga: Indonesia Masuk Daftar Negara Risiko Tinggi Covid-19 Afrika Selatan

Musim liburan mendatang, kata Ramaphosa, memiliki risiko meningkatkan infeksi lebih tinggi lagi dengan banyaknya orang yang melakukan perjalanan melintasi provinsi di Afrika Selatan untuk liburan atau mengunjungi keluarga mereka.

Ia mengatakan bahwa pemerintahannya ingin mengontrol virus tersebut tanpa mengeluarkan kebijakan pembatasan yang bisa mengganggu ekonomi.

Menurut Ramaphosa, Afrika Selatan akan menerima pengiriman vaksin Covid-19 pertama mereka yang bisa mencakup sekitar 10 persen dari 60 juta orang populasi Afrika Selatan di awal 2021 mendatang.

Sebelumnya, Presiden Cyril Ramaphosa juga mengumumkan bahwa Afrika Selatan telah melonggarkan aturan lockdown Level 1 terkait perjalanan internasional.

Pelonggaran tersebut membuat pelancong dari negara mana pun dapat berkunjung selama mereka mengikuti protokol kesehatan dan keamanan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber APnews


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.