Kompas.com - 20/12/2020, 16:04 WIB
éL Hotel Royale Yogyakarta - Malioboro. dok. éL Hotel Royale Yogyakarta - Malioboro.éL Hotel Royale Yogyakarta - Malioboro.


KOMPAS.com – Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Yogyakarta Deddy Pranowo Eryono mengatakan bahwa hingga kini hotel-hotel di Yogyakarta masih menerapkan aturan rapid antibodi untuk tamu hotel.

“Surat edaran (gubernur) itu masih belum sampai di tempat kita. Kita masih memakai Pergub (Peraturan Gubernur) lama,” kata Deddy saat dihubungi Kompas.com, Minggu (20/12/2020).

Dalam Pergub tersebut, tertera bahwa para wisatawan dari luar daerah yang ingin menginap di hotel di Yogyakarta harus menyertakan surat keterangan negatif Covid-19 rapid test berbasis antibodi.

Sebelumnya, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengkubowono X mengatakan bahwa DIY akan mengikuti aturan dari pusat terkait para pelaku perjalanan yang akan masuk ke DIY.

Baca juga: Pemda DIY Masih Siapkan Mekanisme Wajib Rapid Antigen untuk Pendatang

Mereka harus membawa hasil rapid test antigen atau swab test PCR yang berlaku secara nasional.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, Pemda DIY tidak akan mengeluarkan surat edaran untuk merespons kebijakan pusat tersebut. Surat edaran tersebut dianggap tidak diperlukan.

"Pasti kita melangkah berdasarkan legal hukum yang ada. Sekarang wisatawan itu cukup cerdas. Kalau saya minta ada rapid antigen, dasar hukumnya apa? Pergub juga enggak ada," tegas Deddy.

Kebijakan yang kontradiksi

Pada intinya, Deddy mengaku siap melaksanakan kebijakan apa pun yang ditetapkan pemerintah. Namun, ia menyayangkan terbitnya kebijakan yang cukup mendadak. Pasalnya, kebijakan tersebut bisa mematikan industri hotel dan restoran.

“Ini kontradiksi apa yang disampaikan pemerintah, ekonomi dan kesehatan harus berjalan seiring,” tutur Deddy.

Kawasan Malioboro, Yogyakarta.Shutterstock Kawasan Malioboro, Yogyakarta.

Menurut dia, hotel-hotel di Yogyakarta sudah melaksanakan verifikasi protokol kesehatan yang ketat. Mereka juga sudah mendapatkan sertifikasi cleanliness, health, safety, dan environment (CHSE) yang diimbau pemerintah.

Baca juga: Catat, Titik Kerumunan di Yogyakarta Saat Libur Akhir Tahun

Dengan adanya sertifikasi CHSE tersebut, artinya hotel-hotel di Yogyakarta sudah memenuhi unsur untuk bisa menerima tamu sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku.

“Lalu apa yang akan disangsikan lagi. Tiba-tiba ada kebijakan antigen, otomatis tamu kaget karena biayanya itu,” sambung Deddy.

Perketat protokol kesehatan

Sejak kebijakan protokol kesehatan dikeluarkan pemerintah, hotel-hotel di Yogyakarta telah melaksanakannya dengan baik, termasuk menyediakan satuan tugas dari PHRI yang berkeliling untuk memantau kondisi protokol kesehatan hotel-hotel.

“Bahkan ada satgas dari pemerintah. Jadi inilah yang harusnya kita ketatkan sekarang. Bukan dengan aturan baru. Aturan yang ada sekarang kita perketat,” tegas Deddy.

Baca juga: 4 Langkah Yogyakarta Sambut Wisatawan Saat Libur Akhir Tahun

Deddy memastikan protokol kesehatan menjelang libur Natal dan Tahun Baru di hotel-hotel di Yogyakarta pun sudah sangat ketat, termasuk soal penyelenggaraan acara di tahun baru yang mengharuskan adanya laporan ke satgas dan prokes ketat.

“Sampai Sultan bilang kepada kita, kalau ada hotel dan restoran yang melanggar, tutup. Saya setuju. Karena ini untuk kebaikan kita bersama. Tapi jangan menutup arus wisatawan yang akan datang dengan memberatkan biaya,” pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Daftar Desa Wisata Pemenang Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021

Daftar Desa Wisata Pemenang Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021

Travel Update
Masa Karantina 10 Hari untuk Antisipasi Omicron dan Turis Indonesia ke Luar Negeri

Masa Karantina 10 Hari untuk Antisipasi Omicron dan Turis Indonesia ke Luar Negeri

Travel Update
Garuda Indonesia Travel Fair, Jakarta-Labuan Bajo PP Rp 1,3 Jutaan

Garuda Indonesia Travel Fair, Jakarta-Labuan Bajo PP Rp 1,3 Jutaan

Travel Promo
Gunung Barujari Level II Waspada, TN Gunung Rinjani Batasi Pendakian

Gunung Barujari Level II Waspada, TN Gunung Rinjani Batasi Pendakian

Travel Update
TN Gunung Rinjani Tutup 3 Tempat Wisata Alam hingga Maret 2022

TN Gunung Rinjani Tutup 3 Tempat Wisata Alam hingga Maret 2022

Travel Update
Dafam Hotel Management Diakuisisi Artotel Group

Dafam Hotel Management Diakuisisi Artotel Group

Travel Update
PPKM Level 3 Nataru Batal, Pelaku Pariwisata Minta Pemerintah Tak Beri Harapan Palsu

PPKM Level 3 Nataru Batal, Pelaku Pariwisata Minta Pemerintah Tak Beri Harapan Palsu

Travel Update
Pelaku Wisata di Bantul Sambut Pembatalan PPKM Level 3 Saat Nataru

Pelaku Wisata di Bantul Sambut Pembatalan PPKM Level 3 Saat Nataru

Travel Update
Daftar Negara Asal Turis Asing yang Bisa ke Indonesia Tak Berubah meski Ada Omicron

Daftar Negara Asal Turis Asing yang Bisa ke Indonesia Tak Berubah meski Ada Omicron

Travel Update
Wisatawan di Gunung Bromo Dilarang Masuk Radius 1 Km dari Kawah Aktif, Ada Apa?

Wisatawan di Gunung Bromo Dilarang Masuk Radius 1 Km dari Kawah Aktif, Ada Apa?

Travel Update
Kembangkan Wellness Tourism, Yuk Kenali Rekomendasi Wisata Sehat di Korea

Kembangkan Wellness Tourism, Yuk Kenali Rekomendasi Wisata Sehat di Korea

BrandzView
Desa Wisata Sekitar Semeru Terdampak Erupsi, Ini Bantuan Kemenparekraf

Desa Wisata Sekitar Semeru Terdampak Erupsi, Ini Bantuan Kemenparekraf

Travel Update
Indonesia Perketat Kedatangan Internasional, Antisipasi Varian Omicron

Indonesia Perketat Kedatangan Internasional, Antisipasi Varian Omicron

Travel Update
Libur Nataru, Kebijakan Ganjil Genap di Kawasan Wisata Bukan dari Kemenparekraf

Libur Nataru, Kebijakan Ganjil Genap di Kawasan Wisata Bukan dari Kemenparekraf

Travel Update
PPKM Level 3 Saat Nataru Batal, Tempat Wisata Boleh Buka tapi Diperketat

PPKM Level 3 Saat Nataru Batal, Tempat Wisata Boleh Buka tapi Diperketat

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.