Kompas.com - 19/01/2021, 21:01 WIB
Wisatawan bermain arung jeram di Wana Wisata Rahong Dok. Instagram @rahong_petak_43cWisatawan bermain arung jeram di Wana Wisata Rahong

KOMPAS.com – Ketua Bidang Kompetisi, Pengurus Besar Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Kalimantan Selatan Joni Kurniawan mengatakan, tambang di kawasan hutan mengancam wisata arung jeram.

Penambangan liar di hutan juga berpengaruh kenapa air menjadi keruh, erosi. Semuanya itu menjadi perhatian teman-teman operator,” kata dia.

Pernyataan tersebut Joni sampaikan dalam webinar Indonesia Adventure Travel Trade Association (IATTA) bertajuk “Membangkitkan Kembali Pariwisata Indonesia Melalui Wisata Petualangan” pada Kamis (14/1/2021).

Baca juga: Arung Jeram Lukup Badak, Cocok untuk Wisata Keluarga

Selain penambangan liar di hutan, ada juga isu lainnya yang memengauhi keberlangsungan usaha wisata arung jeram, yaitu debit air.

Adapun, debit air dipengauhi persoalan lingkungan seperti perubahan iklim dan lingkungan sekitar area arung jeram yang rusak.

“Ini jadi prioritas utama semua operator bahwa alam harus dijaga bersama. Pencemaran sungai, beberapa sungai ada limbah dari sampah rumah tangga, industri, maupun dari pertambangan yang menggunakan bahan-bahan berbahaya,” ujar Joni.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kelakuan lain manusia yang pengaruhi wisata arung jeram

Dia melanjutkan, pengambilan pasir atau batu di sungai yang tidak mementingkan kelestarian sungai dapat merusak badang sungai dan bentang alam di sepanjang alur sungai.

Berdasarkan data yang Joni sampaikan dari hasil survei, turunnya debit air memengaruhi keberlanjutan usaha wisata arung jeram sebesar 70 persen.

Mengurangi tamu yang bermain arung jeram di Sungai Bingai, Langkat, dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan, yakni tetap menjaga jarak antara tamu dengan pemandunya. Dari sebelumnya 7 orang di atas boat, sekarang menjadi 5 orang yang terdiri dari tamu dan 1 orang pemandu.KOMPAS.COM/DEWANTORO Mengurangi tamu yang bermain arung jeram di Sungai Bingai, Langkat, dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan, yakni tetap menjaga jarak antara tamu dengan pemandunya. Dari sebelumnya 7 orang di atas boat, sekarang menjadi 5 orang yang terdiri dari tamu dan 1 orang pemandu.

Sementara itu, kondisi ekonomi yang membuat para operator menutup usahanya dinyatakan memiliki pengaruh sekitar 53 persen. Kemudian, limbah atau pencemaran sungai memengaruhi sebesar 38 persen.

Untuk galian pasir atau batu di sungai yang masuk dalam kategori galian C, memengaruhi sebesar 34 persen, penambangan liar di hutan 30 persen, konversi hutan seperti kebun sawit 30 persen, dan pembangunan DAM sebesar 26 persen.

Baca juga: Pasuruan Kembangan Desa Wisata, Salah Satunya Arung Jeram di Sumberrejo

Berbicara tentang pembangunan DAM, Joni menceritakan soal pembangunan yang dilakukan di Sungai Wampu, Sumatera Utara.

“Pembangunan membuat kegiatan aktivitas arung jeram berpikir lagi, karena pembangunan tepat di tengah perjalanan arung jeram bendungannya,” imbuh dia.

Sementara untuk faktor lain yang memengaruhi usaha wisata arung jeram adalah kecelakaan di sungai sebanyak 26 persen, konflik sosial 19 persen, dan peraturan protokol kesehatan sebanyak 6 persen.

Untuk protokol kesehatan, salah satu yang menjadi hambatan adalah kebijakan pembatasan pergerakan masyarakat yang membuat tamu membatalkan pesanan. 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hotel Artotel Suites Bianti - Yogyakarta Resmi Dibuka

Hotel Artotel Suites Bianti - Yogyakarta Resmi Dibuka

Travel Update
Jumlah Kunjungan Turis Asing ke Indonesia Anjlok hingga 64,37 Persen Sepanjang 2021

Jumlah Kunjungan Turis Asing ke Indonesia Anjlok hingga 64,37 Persen Sepanjang 2021

Travel Update
Tingkat Okupansi Hotel Bintang di Indonesia Mulai Membaik, tapi...

Tingkat Okupansi Hotel Bintang di Indonesia Mulai Membaik, tapi...

Travel Update
Durasi Karantina WNI dan WNA di Indonesia Jadi 10 Hari Mulai 3 Desember

Durasi Karantina WNI dan WNA di Indonesia Jadi 10 Hari Mulai 3 Desember

Travel Update
Timor Leste Dominasi Jumlah Kunjungan Turis Asing ke Indonesia per Oktober 2021

Timor Leste Dominasi Jumlah Kunjungan Turis Asing ke Indonesia per Oktober 2021

Travel Update
Banyak Turis Asing ke Indonesia, Tapi Sedikit yang Tiba di Bali pada Oktober 2021

Banyak Turis Asing ke Indonesia, Tapi Sedikit yang Tiba di Bali pada Oktober 2021

Travel Update
Sebanyak 151.032 Turis Asing Kunjungi Indonesia pada Oktober 2021, Naik Dibanding September

Sebanyak 151.032 Turis Asing Kunjungi Indonesia pada Oktober 2021, Naik Dibanding September

Travel Update
Nglanggeran Masuk Daftar Best Tourism Villages UNWTO Diharapkan Menginspirasi Desa Wisata Lain

Nglanggeran Masuk Daftar Best Tourism Villages UNWTO Diharapkan Menginspirasi Desa Wisata Lain

Travel Update
Jepang Hentikan Semua Reservasi Penerbangan, Antisipasi Varian Covid-19 Omicron

Jepang Hentikan Semua Reservasi Penerbangan, Antisipasi Varian Covid-19 Omicron

Travel Update
Etika Naik Garuda Indonesia, Jinjing Tas Ransel!

Etika Naik Garuda Indonesia, Jinjing Tas Ransel!

Travel Tips
Geser Paris, Tel Aviv Kini Jadi Kota Termahal di Dunia

Geser Paris, Tel Aviv Kini Jadi Kota Termahal di Dunia

Travel Update
NTB Kembangkan Wisata Olahraga, Bisa Contek Kunci Kesuksesan Perancis

NTB Kembangkan Wisata Olahraga, Bisa Contek Kunci Kesuksesan Perancis

Travel Update
Nglanggeran Sukses Wakili Indonesia dalam Daftar Desa Wisata Terbaik UNWTO 2021

Nglanggeran Sukses Wakili Indonesia dalam Daftar Desa Wisata Terbaik UNWTO 2021

Travel Update
Libur Nataru, Kapasitas Tempat Wisata DIY 25 Persen dan Tak ada Perayaan Tahun Baru

Libur Nataru, Kapasitas Tempat Wisata DIY 25 Persen dan Tak ada Perayaan Tahun Baru

Travel Update
Rute The Beach Love Bali dari Bandara Ngurah Rai

Rute The Beach Love Bali dari Bandara Ngurah Rai

Travel Tips
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.