Langgar Protokol Kesehatan, 3 Tempat Wisata Garut Disegel

Kompas.com - 20/01/2021, 09:40 WIB
Ilustrasi kolam renang. ShutterstockIlustrasi kolam renang.

KOMPAS.com - Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Garut menyegel tiga tempat wisata di Cipanas, Kabupaten Garut, Jawa Barat sampai 25 Januari 2021.

Dilansir dari Antara, penyegelan karena tempat wisata melanggar protokol kesehatan saat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) untuk mencegah penularan Covid-19.

"Hari ini menyegel tiga kolam renang di kawasan Cipanas karena melanggar, saya bersama Kapolres, Kajari, dan Satpol PP melakukan penyegelan langsung," kata Wakil Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut juga Komandan Kodim 0611 Garut Letkol CZi Deni Iskandar di Garut, Selasa (19/1/2021).

Baca juga: Puncak Sagara, Wisata Perkemahan Baru di Garut dengan Pemandangan Alam

Deni menyebutkan tiga tempat wisata kolam renang yang dilarang beroperasi yakni Antralina Garut, Tirta Kencana Garut, dan satu tempat wisata milik pemerintah daerah yang saat ini pengelolaannya oleh swasta yakni Cipanas Indah Garut.

Ia menyampaikan tiga tempat wisata itu sudah diberi peringatan agar tidak beroperasi selama PPKM untuk mencegah dan memutus rantai penularan Covid-19, namun tetap melanggar hingga akhirnya disegel.

"Mereka bukanya sampai malam hari, secara aturan PSBB proporsional seharusnya kolam renang tidak dibuka, apalagi sampai malam hari," katanya.

Baca juga: Asyik, Embung Cibunar Garut akan Disiapkan Tempat Camping

Kapolres Garut AKBP Adi Benny Cahyono yang terjun langsung dalam penutupan wisata menambahkan setiap tempat yang melanggar PPKM akan ditindak tegas seperti dilakukan penutupan sementara.

Seperti tempat wisata kolam renang di Cipanas Garut, kata Adi, sudah beberapa kali diperingatkan, tetapi tetap melanggar dengan tidak mematuhi protokol kesehatan.

"Selain jam operasional, ada indikasi pelanggaran prokes (protokol kesehatan)," katanya.

Baca juga: Situ Bagendit di Garut Bakal Punya 6 Zona Wisata, Apa Saja?

Ia mengimbau seluruh elemen masyarakat, khususnya pelaku usaha untuk mematuhi aturan dalam PPKM yang berlangsung sampai 25 Januari 2021.

Tujuan diberlakukannya PPKM di Garut, kata dia, untuk kepentingan bersama mencegah dan memutus rantai penularan wabah Covid-19 yang saat ini masih terjadi.

"Ini untuk kepentingan bersama agar kita bisa memutus penyebaran virus Covid-19," katanya



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X