Kompas.com - 23/02/2021, 09:09 WIB
Club Med Finolhu di Maladewa. Dok. Club Med FinolhuClub Med Finolhu di Maladewa.

Respons penginapan di Maladewa

General Manager One&Only Reethi Rah Jan Tibaldi mengatakan bahwa meski mereka tidak memiliki jumlah wisatawan yang lebih banyak dibandingkan pada 2019, terjadi peningkatan besar dalam jumlah waktu yang dihabiskan oleh pengunjung di sana.

Sebagai tanggapan atas meningkatnya jumlah waktu yang dihabiskan wisatawan serta banyak orang menggunakan teknologi untuk sekolah dan kerja, resor tersebut merancang sebuah paket khusus.

Baca juga: Wajah Lain Maldives, Tak Melulu Luxury

Paket menginap selama 28 hari tersebut mencakup makan, internet berkecepatan tinggi, kegiatan kesehatan, dan penggunaan klub anak-anak.

Namun, penginapan tersebut bukanlah satu-satunya. Sebab, Anantara Veli menawarkan paket menginap selama satu tahun untuk pemesanan tak terbatas.

Properti lain seperti The Nautilus Maldives juga menawarkan paket kerja sambil liburan selama tujuh hari.

Perjalanan yang tidak mulus

Meski Maladewa adalah salah satu kisah pariwisata internasional paling sukses pada 2020, negara tersebut tetap harus melewati jalan yang tidak mulus di tengah pandemi Covid-19.

Baca juga: Berkah Badai di Maladewa...

Mereka menutup perbatasannya pada akhir Maret 2020 dengan total sekitar 500 wisatawan masih berada di sana.

Banyak penduduk Maladewa yang bekerja di bidang perhotelan terpaksa tinggal di resor tempat mereka bekerja untuk menjaga sejumlah tamu.

Ilustrasi Maladewa (dok. Pixabay/Richard Batka).dok. Pixabay/Richard Batka Ilustrasi Maladewa (dok. Pixabay/Richard Batka).

Dua karyawan Kuredu Island Resort & Spa dinyatakan positif Covid-19 pada bulan tersebut. Sebagai tindakan pencegahan, seluruh resor diisolasi.

Meski karantina di pantai tropis yang indah bukanlah sesuatu yang buruk, hal tersebut berbeda bagi para karyawan yang bertugas untuk menjaga tempat tersebut tetap berjalan tanpa batas.

Baca juga: Berita Foto: Tiga Andalan Maladewa, Pantai, Pasir Putih, dan Matahari

Namun, angka kasus Covid-19 di Maladewa menunjukkan bahwa Maladewa mampu menahan pandemi, meski dibuka kembali.

Pada Februari 2021, negara tersebut memiliki 17.828 kasus Covid-19 yang terkonfirmasi dengan jumlah kematian hanya 58 kasus.

Halaman:


Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X