Kompas.com - 01/03/2021, 10:10 WIB
Ilustrasi hotel SHUTTERSTOCKIlustrasi hotel


KOMPAS.com – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) berharap pemerintah untuk segera mencairkan bantuan stimulus untuk sektor pariwisata.

“Enggak bisa menunggu 2-3 bulan lagi,” kata Sekretaris Jenderal PHRI Maulana Yusran ketika dihubungi Kompas.com, Selasa (23/2/2021).

Hal itu ia sampaikan seiring dengan keputusan resmi pemerintah pusat untuk memangkas cuti bersama tahun 2021. Dari yang awalnya berjumlah tujuh hari menjadi hanya dua hari saja.

Baca juga: Daftar Libur Nasional dan Cuti Bersama 2021 Terbaru Setelah Dipangkas

Pemangkasan ini, kata Maulana, akan sangat berdampak pada pergerakan wisatawan ke luar daerah yang tentu saja mempersulit sektor pariwisata untuk bisa bertahan lebih lama.

Dana hibah dan bantuan modal

Selanjutnya, Maulana juga menyebut soal bantuan modal tenaga kerja untuk sektor pariwisata. Menurutnya, saat ini para pelaku usaha tak bisa lagi meminta akses ke bank untuk bantuan modal tenaga kerja.

“Karena kita enggak visible, demand kita kan bermasalah. Otomatis subsidi yang kita butuhkan saat ini. Tapi yang benar-benar subsidi, jangan seperti hibah kemarin,” sambung dia.

Menurutnya, dana hibah yang diberikan pemerintah tahun 2020 lalu ditujukan untuk membantu pelaku usaha agar bisa bertahan. Namun realitanya, dana hibah tersebut hampir tidak bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin.

Ilustrasi Pariwisata IndonesiaDokumentasi Biro Komunikasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ilustrasi Pariwisata Indonesia

Setelah dana hibah diterima pelaku usaha, dana tersebut langsung harus digunakan untuk membayar tagihan pajak bumi dan bangunan (PBB).

“Itu kan kewajiban kita setiap tahun. Kalau enggak bayar kita bisa disegel. Harusnya kan enggak begitu, harusnya kita bisa menikmati apa yang harus kita lakukan untuk bertahan,” imbuh Maulana.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.