Kompas.com - 08/04/2021, 09:09 WIB
Curug Lawe Kalisidi, Kabupaten Semarang. KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYACurug Lawe Kalisidi, Kabupaten Semarang.

 

KOMPAS.com – Bagi sebagian orang, berkunjung ke tempat wisata meski yang berbasis alam mungkin mereka tidak perlu menggunakan sepatu atau sandal gunung.

Kendati demikian, beda halnya saat berwisata ke Curug Lawe Benowo di Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang.

“Yang penting harus bawa sepatu atau sandal gunung. Wisata alam jangan disamakan dengan wisata buatan yang bisa (dikunjungi) pakai sendal jinjit, dibedakan,” kata Ketua Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Bela Pesona CLBK Muhajirin, Selasa (6/4/2021).

Baca juga: Curug Lawe Benowo di Ungaran, Air Terjun Indah dengan Lingkungan Asri

Selain memakai sepatu atau sandal gunung, berikut beberapa tips lain yang patut dicatat sebelum melakukan perjalanan, Rabu (7/4/2021):

1. Pakai sepatu atau sandal gunung

Satu hal penting yang wajib dipersiapkan adalah sepatu atau sandal gunung. Sebab, jalur yang hendak ditempuh adalah jalur menanjak dan menurun di tengah hutan.

“Minimal pakai sandal jepit biar aman,” imbau Muhajirin.

Meski jalur menurun ada yang dilengkapi oleh susunan ban, serta ada jalur beton di tepi sungai, ada baiknya alas kaki yang digunakan tetap sepatu atau sandal gunung yang solnya tidak akan membuatmu terpeleset.

2. Jangan buang sampah sembarangan

Muhajirin mengatakan bahwa seluruh kawasan tempat wisata masih asli, asri, dan terjaga. Oleh karena itu, satwa liar seperti kijang atau lutung pun kerap terlihat.

Perjalanan menuju Curug Lawe Benowo Kalisidi.KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Perjalanan menuju Curug Lawe Benowo Kalisidi.

Guna menjaga lingkungan agar tetap terjaga, wisatawan dilarang membuang sampah sembarang. Sebagai antisipasi, tong sampah pun dapat ditemukan setiap 100-200 meter.

“Tempat wisata, baik dan tidaknya tergantung pengelolaan kebersihan. Bagaimana kita menjaga kebersihan. Jangan sampai pengunjung ninggalin sampah,” jelasnya.

3. Tidak perlu pakai baju kondangan

Saat mengunjungi tempat wisata berbasis alam, terlebih tempat yang medannya mengharuskan pengunjung untuk trekking, pakaian yang digunakan ada baiknya pakaian yang biasa namun nyaman untuk dikenakan agar tidak sumpek.

Baca juga: Bukit Cinta Rawa Pening yang Instagramable di Kabupaten Semarang

“Pakaian yang buat acara santai, bukan pakaian untuk kondangan. Nanti malah jadi salah kostum,” kata Muhajirin.

4. Bawa bekal

Meski Curug Lawe Benowo memiliki warung yang menjual beragam makanan dan minuman dengan harga terjangkau, Muhajirin menyarankan agar pengunjung membawa bekal.

Sebab, wisatawan tidak akan tahu kapan warung tersebut buka dan apakah pada hari kedatangan warung akan buka.

“Bawa bekal. Enggak harus beli di sana. Mempersiapkan kalau mungkin pedagang warung belum datang. Kadang pengunjung tidak tahu buka tutupnya warung,” tuturnya.

5. Cari informasi curug lewat media sosial atau Google

Tempat wisata yang juga disebut dengan CLBK (Curug Lawe Benowo Kalisidi) ini memiliki nama yang sama dengan Curug Lawe Secepit di Kabupaten Kendal.

Muhajirin mengatakan, wisatawan perlu cari informasi lebih lanjut soal tempat wisata yang dikelolanya lantaran tidak jarang pengunjung yang nyasar ke Curug Lawe Secepit.

“Di Kendal ada yang namanya sama dengan kita. Biar pengunjung enggak bingung, ada pengunjung lain yang buat singkatan “CLBK”. Pernah ada orang mau CLBK tapi malah ke Curug Lawe sebelah (Kendal),” ujarnya.

Jika informasi di Google kurang memadai, kamu bisa langsung kontak akun Instagram @curuglawe_kalisidimoreclean. Saat mengontak akun tersebut, tanya juga seputar jam operasional.

Sebab, pihak Muhajirin sempat menerima tamu dari Indramayu yang tiba ke CLBK sebelum subuh. Padahal, Curug Lawe Benowo buka mulai pukul 08.00 WIB.

Baca juga: Kopi Banaran di Ungaran Kini Punya Area Camping dengan Pemandangan Indah

“Dari kewenangan petugas, akhirnya dibolehkan (masuk) jam 6 lebih saat matahari sudah kelihatan, monggo. Kita kasih penjelasan, lain kalau berkunjung kemana pun browsing dulu supaya dapat info,” jelas dia.

6. Mau lihat debit air yang lebih deras? Datang pada bulan ini...

Debit air terjun di Curug Lawe dan Curug Benowo terbilang cukup deras. Namun, jika ingin melihat debit yang lebih deras, kamu bisa berkunjung pada Februari-Maret.

“Biasanya April sudah mulai turun debit airnya. Berhubung cuaca di luar prediksi, sekarang debit masih seperti bulan Februari dan Maret,” ucap Muhajirin.

7. Perhatikan informasi seputar alam tempat wisata

Saat ini, jalur menuju pertigaan kedua curug dari spot foto Akar O sedang ditutup karena ada longsoran. Jika ingin berkunjung, jalur akan dialihkan ke jalur lain dengan pemandangan yang tidak kalah menarik.

Namun, kamu bisa kontak pihak tempat wisata lewat Instagram untuk mengetahui informasi seputar longosr di sana atau soal jalur mana saja yang dialihkan akibat longsor.

Pengunjung berfoto di spot Akar O Curug Lawe Benowo Kalisidi.KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Pengunjung berfoto di spot Akar O Curug Lawe Benowo Kalisidi.

Tidak hanya itu, kamu juga bisa mendapatkan informasi apakah tempat wisata sedang ditutup sementara atau ditutup lebih awal akibat permasalahan alam.

“Kadang kita tutup lebih awal karena tidak mau ada risiko entah air meluap. Tahun baru 2021 kami sempat tutup karena longsor. Tanggal 29 Januarinya kami tutup 10 hari karena longsor,” kata Muhajirin.

8. Tidak boleh merusak alam

Kawasan hutan di area tempat wisata adalah hutan lindung. Saat berkunjung ke sana, wisatawan dilarang merusak alam dengan mencoret-coret fasilitas penunjang atau di batang pohon.

Selain itu, tanaman dan tumbuhan yang terlihat pun dilarang dipetik atau dipotong agar alam tetap terjaga.

9. Jangan bawa atau meminum minuman beralkohol

Wisatawan dilarang membawa atau meminum minuman beralkohol saat berkunjung ke Curug Lawe Benowo.

Selain karena akan menggangu pengunjung yang lain, keadaan seseorang yang mengonsumsi alkohol akan membuat diri mereka berisiko mengalami hal yang tidak-tidak.

Baca juga: 4 Wisata Instagramable di Semarang, Pas untuk Hunting Foto Keren

Salah satunya adalah tergelincir saat menyusuri jalur menanjak dan menurun di tempat wisata tersebut.

10. Dilarang berburu

Tempat wisata ini terkadang dikunjungi oleh satwa liar seperti lutung, ular, dan kijang. Kupu-kupu pun kerap terlihat di sana.

Jembatan Romantis di Curug Lawe Benowo Kalisidi.KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Jembatan Romantis di Curug Lawe Benowo Kalisidi.

Muhajirin menegaskan, pihaknya melarang wisatawan untuk melakukan perburuan terhadap para satwa di sana agar ekosistem alam tetap terjaga.

11. Selain jasmani, rohani juga perlu sehat

Bagi yang tengah memiliki masalah pribadi dan hendak berkunjung ke Curug Lawe Benowo, Muhajirin menyarankan agar mereka tidak melamun saat berwisata agar tidak tergelincir.

12. Jangan nekat berkunjung kalau ada penyakit bawaan

Apabila kamu memiliki riwayat penyakit bawaan, misalnya asma, ada baiknya kamu tidak terlalu memaksakan diri untuk berwisata ke CLBK.

13. Jaga sopan santun

Sama halnya dengan tempat wisata lain, Curug Lawe Benowo juga mengimbau agar pengunjung menjaga sopan santun saat berwisata di sana. Selain perkataan, perbuatan juga perlu dijaga.

Curug Lawe Kalisidi, Kabupaten Semarang.KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Curug Lawe Kalisidi, Kabupaten Semarang.

“Buang air kecil jangan sembarangan karena kita ada banyak tempatkan toilet di 3-4 titik,” kata Muhajirin.

14. Mau motret lutung? Diam-diam seperti agen rahasia

Muhajirin menjelakan bahwa lutung di sana kerap lari saat bertemu dengan manusia. Jika ingin memotret satwa tersebut, mereka harus melakukannya dengan hati-hati.

Baca juga: 4 Wisata Alam di Semarang, Cocok untuk Liburan Akhir Pekan

“Pengunjung kalau mau foto harus curi-curi. Enggak bisa langsung. Kalau mau kasih makan juga agak susah karena mereka makannya daun-daun muda dan buah-buahan yang ada di hutan,” tuturnya.

15. Jangan iseng ke satwa liar

Meski bukan manusia, namun satwa liar di Curug Lawe Benowo adalah makhluk hidup yang juga perlu dihormati keberadaannya. Alhasil, pengunjung dilarang mengisengi para satwa jika bertemu dengan mereka.

“Banyak dijumpai tapi tidak jahat dan nakal, jangan isengi mereka juga,” ujar Muhajirin.

Harga tiket masuk Curug Lawe Benowo

Curug Lawe Benowo atau CLBK terletak di Desa Kalisidi, Kecamatan Ungarat Barat, Semarang. Jam operasionalnya adalah setiap hari pukul 08.00-14.00 WIB.

Harga tiket masuknya adalah Rp 8.000 per orang, penitipan motor Rp 3.000, penitipan mobil kecil Rp 5.000, dan penitipan mobil besar Rp 10.000.

Sebelum berkunjung, pastikan tempat wisata yang dituju lokasinya di Semarang dan bukan di Kendal. Sebab, daerah tersebut juga memiliki tempat wisata bernama Curug Lawe Secepit.

Baca juga: 25 Tempat Wisata di Semarang, Mulai dari Alam Sampai Sejarah

Untuk pencarian di Google atau Google Maps, kamu bisa gunakan kata kunci “Curug Lawe Benowo” atau “Curug Benowo”.

Pada masa pandemi seperti saat ini, pastikan saat berkunjung tetap melakukan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, yaitu memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, serta tidak bepergian jika demam atau suhu tubuh di atas 37,3 derajat Celsius.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X