Kompas.com - 15/06/2021, 12:31 WIB

 

KOMPAS.com – Bupati Klaten Sri Mulyani pada Senin (14/6/2021) mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten akan menutup seluruh tempat wisata setiap akhir pekan.

Melansir Tribun Jogja, Senin, rencana tersebut didasari pada sebaran kasus Covid-19 di Klaten yang naik beberapa waktu terakhir.

Baca juga: Rute Menuju Wisata Bendungan Kendalsari di Kemalang, Klaten

“Memang kondisi Covid-19 di Klaten saat ini sedang tidak baik. Saat ini masih zona oranye, tapi mohon kerja samanya,” tuturnya.

Sri Mulyani melanjutkan, seluruh tempat wisata seperti wisata air, alam, reliji, hingga budaya akan ditutup pada akhir pekan jika kasus Covid-19 tidak menurun.

Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Klaten Sri Nugroho mengatakan, hal tersebut menunggu arahan lebih lanjut.

“Sementara masih menunggu rumusan SE (surat edaran) terlebih dahulu,” ungkapnya saat dikonfirmasi Kompas.com, Selasa (15/6/2021).

Baca juga: Asyik, Umbul Ponggok di Klaten Punya Wahana Flying Board

Sri Nugroho melanjutkan bahwa saat ini seluruh tempat wisata di Klaten masih beroperasional dengan jam yang mengacu pada SE Bupati lama.

Adapun, SE Bupati yang dimaksud adalah SE Bupati Klaten Nomor 443.5/118 tentang Perpanjangan PPKM Berbasis Mikro untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19 di Kabupaten Klaten.

Candi Plaosan dipadu view persawahanKOMPAS.com/Anggara Wikan Prasetya Candi Plaosan dipadu view persawahan

Aturan-aturan seputar tempat wisata tertera dalam bagian h yakni sebagai berikut:

  1. Kegiatan restoran/rumah makan (formal maupun informal) makan di tempat sebesar 50 persen dan untuk layanan pesan antar/dibawa pulang tetap diizinkan sesuai dengan jam operasional restoran
  2. Pusat perbelanjaan/mal/toko/warung dibuka maksimal pukul 21:00 WIB dengan melaksanakan protokol kesehatan secara lebih ketat dan menekankan belanja sistem daring
  3. Untuk semua daya tarik wisata berupa wisata alam, wisata tirta, wisata religi, dan wisata budaya/sejarah diterapkan pembatasan pengunjung maksimal 30 persen dan jam operasional sampai dengan pukul 15:00 WIB
  4. Usaha pariwisata seperti tempat hiburan, karaoke, warnet, game online, tempat olahraga, dan usaha sejenis lainnya dibatasi sampai dengan pukul 20:00 WIB dengan jumlah maksimal 30 persen
  5. Pengelola wisata dan wahana permainan atau jenis lainnya wajib menyediakan perlengkapan dan sarana keselamatan berstandar dan memastikan kelayakan sarana dan prasarana sesuai SOP yang ada demi keselamatan pengunjung sesuai protokol kesehatan
  6. Dalam hal destinasi wisata yang berada dalama zona merah tingkat RT, maka kegiatan masyarakat di destinasi wisata dilarang dan tempat wisata ditutup untuk umum

Baca juga: 8 Pesona Dusun Girpasang di Klaten, Naik Gondola sampai Trekking

Sudah ada bahasan saat rapat koordinasi

Meski Sri mengatakan bahwa pihaknya hingga saat ini belum menerima SE terkait penutupan tempat wisata setiap akhir pekan, Tribun Jogja memberitakan bahwa sudah ada bahasan seputar hal tersebut dalam rapat koordinasi (rakor).

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Festival Musim Dingin di Korea Selatan yang Cocok untuk Liburan

5 Festival Musim Dingin di Korea Selatan yang Cocok untuk Liburan

Jalan Jalan
20 Wisata Tahun Baru Yogyakarta yang Hits, Banyak Tempat Instagramable

20 Wisata Tahun Baru Yogyakarta yang Hits, Banyak Tempat Instagramable

Jalan Jalan
3 Destinasi di Filipina yang Paling Pas Buat Wisata Halal

3 Destinasi di Filipina yang Paling Pas Buat Wisata Halal

Jalan Jalan
Kampung Adat Tololela di Ngada NTT Sukses Dapat Penghargaan ADWI 2022

Kampung Adat Tololela di Ngada NTT Sukses Dapat Penghargaan ADWI 2022

Travel Update
Wisata Kampung Tradisional di Flores, NTT, Pikat Turis Asing

Wisata Kampung Tradisional di Flores, NTT, Pikat Turis Asing

Travel Update
Gunung Kerinci Erupsi, Pendakian Ditutup Sementara

Gunung Kerinci Erupsi, Pendakian Ditutup Sementara

Travel Update
Tips Wisata ke Korea Selatan, Perhatikan Musim dan Instal Aplikasi

Tips Wisata ke Korea Selatan, Perhatikan Musim dan Instal Aplikasi

Travel Tips
5 Tempat Wisata Sekitar Candi Prambanan, Cocok untuk Libur Akhir Tahun

5 Tempat Wisata Sekitar Candi Prambanan, Cocok untuk Libur Akhir Tahun

Jalan Jalan
20 Wisata Tahun Baru di Semarang, Cocok Dikunjungi Bersama Keluarga

20 Wisata Tahun Baru di Semarang, Cocok Dikunjungi Bersama Keluarga

Jalan Jalan
Kepulauan Widi Dipastikan Tidak Dijual, Menparekraf: Milik Indonesia

Kepulauan Widi Dipastikan Tidak Dijual, Menparekraf: Milik Indonesia

Travel Update
3 Tips Cari Tempat Makan Murah di Jakarta dari Perantau

3 Tips Cari Tempat Makan Murah di Jakarta dari Perantau

Travel Tips
4 Tempat Wisata Populer di Korea Selatan yang Wajib Dikunjungi

4 Tempat Wisata Populer di Korea Selatan yang Wajib Dikunjungi

Jalan Jalan
Daftar Lokasi Prewedding Kaesang-Erina, Ada Gumuk Pasir Parangkusumo

Daftar Lokasi Prewedding Kaesang-Erina, Ada Gumuk Pasir Parangkusumo

Jalan Jalan
Citilink Layani Rute dari Balikpapan ke Mamuju, Berau, dan Banjarmasin

Citilink Layani Rute dari Balikpapan ke Mamuju, Berau, dan Banjarmasin

Travel Update
Pengelola Desa Wisata di NTT Dilatih Soal Pemanfaatan Platform Digital

Pengelola Desa Wisata di NTT Dilatih Soal Pemanfaatan Platform Digital

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.