Kompas.com - 11/09/2021, 18:23 WIB

KOMPAS.com - Kota Banda Aceh di Aceh menyimpan berbagai tempat peninggalan sejarah, mulai dari masa Kesultanan, masa kolonial Belanda, hingga peninggalan tragedi tsunami pada 2004 silam.

Banda Aceh adalah rumah bagi sejumlah wisata sejarah yang menarik. Selain itu, wisatawan juga dapat menemukan tempat wisata lain, salah satunya wisata alam berupa pantai dan bukit.

Jika kamu tertarik untuk berkunjung ke Kota Serambi Mekkah, berikut adalah rencana perjalanan selama 3 hari 2 malam di Banda Aceh dan sekitarnya:

Hari pertama di Banda Aceh

Masjid Raya Baiturrahman

Masjid Raya Baiturrahman di Aceh.Dok. Kemenparekraf Masjid Raya Baiturrahman di Aceh.

Masjid Raya Baiturrahman adalah situs bersejarah yang telah berdiri sejak era Kesultanan Aceh hingga saat ini.

Lokasinya berada di pusat kota, tepatnya di Jalan Muhammad Jam No. 1, Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh. Masjid tersebut dapat dicapai dari Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda dalam waktu sekitar 30 menit dengan naik transportasi darat. 

Selain dijadikan sebagai tempat ibadah, Masjid Raya Baiturrahman juga merupakan situs wisata religi yang dikunjungi oleh wisatawan Nusantara dan mancanegara. 

Menariknya, masjid tersebut memiliki kemiripan dengan Taj Mahal di India. Desain masjid ini memakai gaya arsitektur Mughal dengan adanya menara dan kubah yang besar. Meskipun begitu, Masjid Raya Baiturrahman juga memiliki unsur budaya asli Aceh.

Saat berkunjung ke Masjid Raya Baiturrahman, wisatawan dapat menikmati keindahan dan kemegahan arsitektur masjid tersebut sambil bersantai di halaman masjid. Tentunya wisatawan juga dapat berswafoto di berbagai spot seperti kolam, taman, dan payung elektrik.

Masjid Raya Baiturrahman buka setiap harinya selama 24 jam. Wisatawan yang berkunjung tidak dikenakan tiket masuk.

Baca juga: Masjid Raya Baiturrahman Aceh: Sejarah, Fungsi, dan Arsitekturnya

Museum Tsunami Aceh

Museum Tsunami Aceh. SHUTTERSTOCK/LAUDEIQBAL Museum Tsunami Aceh.

Museum yang dirancang sebagai monumen simbolis untuk bencana tsunami Samudra Hindia ini berlokasi di Jalan Iskandar Muda, Sukaramai, Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh.

Lokasinya sangat dekat dari Masjid Raya Baiturrahman, hanya berjarak 700 m dan waktu perjalanannya dua menit saja.

Museum ini didirikan tidak hanya untuk mengingatkan kembali kejadian masa lampau. Museum Tsunami aceh juga merupakan pusat edukasi dan informasi masyarakat akan bencana tsunami.

Kolam yang berada di permukaan museum adalah pengingat tsunami, dan di atasnya terdapat ruang memorial dan edukasi sebagai pendidikan mitigasi. Bangunan ini juga menampilkan foto-foto pasca-tsunami dan ribuan nama korban jiwa yang nyawanya terenggut saat tragedi tersebut.

Museum Tsunami Aceh juga memiliki beberapa sarana pelengkap, di antaranya toilet, ruang parkir, mushola, toko suvenir, hingga perpustakaan.

Museum ini buka setiap harinya dari pukul 09.00 - 16.00 WIB. Tiket masuk ke museum ini harganya berkisar dari Rp 2.000 - Rp 10.000 per orang.

Baca juga: Potret Korban di Museum Tsunami Aceh: yang Selamat, Hilang dan Wafat

PLTD Apung

Kapal PLTD Apung dengan bobot seberat 2.600 terdampar 5 kilometer dari tempat semula berada saat ada bencana tsunami pada 2004 di Aceh.Sandy Mahendra Kapal PLTD Apung dengan bobot seberat 2.600 terdampar 5 kilometer dari tempat semula berada saat ada bencana tsunami pada 2004 di Aceh.

Kapal PLTD Apung terletak di Punge Blang Cut, Kecamatan Jaya Baru, Kota Banda Aceh. Jaraknya dari Museum Tsunami Aceh sekitar 1 kilometer (km) dengan menempuh perjalanan selama sekitar tiga menit.

Sama halnya seperti Museum Tsunami Aceh, monumen PLTD Apung juga dijadikan sebagai tempat mengenang peristiwa tsunami tahun 2004.

Sebelumnya kapal pembangkit listrik ini berada di laut, tepatnya di pelabuhan penyebrangan Ulee Lheue. Namun, pada Desember 2004, kapal ini terseret ke daratan akibat gelombang tsunami.

Seluruh bagian kapal masih utuh, dan di area dalam kapal diadakan pengecatan ulang. Namun bagian luar kapal tidak diperbarui dan dibiarkan seperti sedia kala.

Di dalam monumen ini wisatawan dapat menemukan foto -foto peristiwa tsunami, dan mendapatkan edukasi mengenai pertanda tejadinya tsunami, serta fungsi kapal tersebut sebelum tragedi tsunami.

Monumen PLTD Agung menyediakan sejumlah fasilitas untuk wisatawan. Di tempat wisata ini tersedia toilet umum, tempat parkir, serta musala.

Tempat wisata ini dibuka mulai pukul 09.00 - 12.00 WIB dan 14.00 - 17.30 WIB. Sedangkan pada hari Jumat monumen buka pukul 14.00 - 17.00 WIB. Untuk memasuki Monumen PLTD Apung, wisatawan tidak dikenakan biaya tiket masuk.

Baca juga: Kapal PLTD Apung, Oleh-oleh dari Tsunami Aceh

Pantai Ulee Lheue

Mobil melintas di Pantai Ulee Lheue di Desa Ulee Lheue, Kecamatan Meraxsa, Kota Banda Aceh, Minggu (27/10/2019). KOMPAS.com/MASRIADI Mobil melintas di Pantai Ulee Lheue di Desa Ulee Lheue, Kecamatan Meraxsa, Kota Banda Aceh, Minggu (27/10/2019).

Wisata pantai ini terletak di Desa Ulee Lheue, Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh. Jaraknya dari PLTD Apung sekitar 4 km dengan lama perjalanan sekitar 10 menit.

Pantai Ulee Lheue adalah salah satu spot favorit warga Kota Banda Aceh untuk bersantai bersama keluarga. Wisatawan dapat mengajak anak-anak untuk berenang di laut dengan aman karena gelombangnya yang tidak terlalu tinggi.

Selain itu pantai ini juga memiliki becak air dan sejumlah sajian kuliner yang berderet di kawasan pantai. Sambil menikmati makanan ringan seperti jagung bakar, wisatawan dapat bersantai dan melihat matahari terbenam.

Baca juga: Menikmati Deburan Ombak di Pantai Ulee Jalan Lhokseumawe

Fasilitas di pantai ini cukup lengkap. Di kawasan Pantai Ulee Lheue terdapat toilet umum dan musala. Lahan parkir di pantai ini juga cukup luas.

Pantai Ulee Lheue buka setiap harinya mulai dari pukul 06.00 - 18.00 WIB. Wisatawan yang berkunjung tidak dikenakan biaya tiket masuk.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.