Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Tempat Wisata di Jawa Barat dan Legenda di Baliknya

Kompas.com - 03/10/2022, 08:14 WIB
Ni Nyoman Wira Widyanti

Penulis

Sumber Antara

KOMPAS.com - Provinsi Jawa Barat (Jabar) memiliki banyak tempat wisata yang tidak hanya menawarkan panorama alam dan atraksi wisata, tapi juga legenda di baliknya yang menjadi daya tarik sendiri bagi wisatawan.

"Jabar terkenal dengan cerita-cerita legenda yang dapat ditemukan dari beberapa daerah. Beberapa di antara kisah legenda melekat erat di sejumlah tempat yang sampai saat ini menjadi destinasi wisata bagi masyarakat," kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat Benny Bachtiar, dikutip dari Antara, Senin (3/10/2022).

Baca juga: 5 Tempat Wisata Horor di Jawa Barat yang Bikin Merinding

Berikut beberapa tempat wisata di Jawa Barat dengan legenda di baliknya:

Tempat wisata Jawa Barat dan legenda di baliknya

1. Gunung Tangkuban Parahu

Ilustrasi Gunung Tangkuban Parahu.SHUTTERSTOCK/Papahnyagildart Ilustrasi Gunung Tangkuban Parahu.

Berlokasi di perbatasan Kabupaten Subang dan Kabupaten Bandung Barat, Gunung Tangkuban Parahu memiliki legenda yang dikenal luas sebagai Sangkuriang.

Dilansir dari Kompas.com, Rabu (22/12/2021), rujukan tertulis dari legenda ini bisa dijumpai di naskah Perjalanan Bujangga Manik pada akhir abad ke-15.

Baca juga: Gunung Tangkuban Parahu: Harga Tiket, Jam Buka, dan Aktivitas Seru

Menurut legenda tersebut, Gunung Tangkuban Parahu terbentuk dari perahu yang ditendang oleh Sangkuriang. Ia marah karena tidak bisa menikahi ibu kandungnya, Dayang Sumbi. 

Untuk diketahui, di kawasan gunung api yang masih aktif tersebut ada tiga kawah, yakni Kawah Upas, Kawah Ratu, dan Kawah Domas.

2. Situ Bagendit

Foto aerial lokasi wisata Situ Bagendit di Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa (26/3/2019). Pemerintah Pusat dan Pemprov Jabar akan merevitalisasi Situ Bagendit seluas 150 hektare menjadi destinasi wisata kelas dunia dengan mengalokasi anggaran sebesar Rp130 miliar yang akan dimulai pada tahun 2019 ini.ANTARA FOTO/ADENG BUSTOMI Foto aerial lokasi wisata Situ Bagendit di Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa (26/3/2019). Pemerintah Pusat dan Pemprov Jabar akan merevitalisasi Situ Bagendit seluas 150 hektare menjadi destinasi wisata kelas dunia dengan mengalokasi anggaran sebesar Rp130 miliar yang akan dimulai pada tahun 2019 ini.

Danau atau Situ Bagendit bertempat di Kabupaten Garut, dan menjadi salah satu sumber air untuk warga sekitarnya. 

Legenda di tempat ini mengisahkan seorang perempuan kaya raya bernama Nyai Bagendit. Semasa hidupnya, Nyai Bagendit dinilai sombong dan enggan membantu sesama. 

Pada suatu hari, datanglah seorang pengemis tua yang meminta air ke Nyai Bagendit karena kehausan. Namun, pengemis tersebut malah diusir oleh Nyai Bagendit, dikutip dari Kompas.com, Selasa (22/2/2022).

Baca juga: Pemkab Garut Bekerja Sama dengan LIPI Kelola Wisata Situ Bagendit

Pengemis tersebut kemudian menancapkan tongkat kayu di halaman rumah Nyai Bagendit. Setelah tongkat itu dicabut, keluarlah air yang begitu banyak dari dalam tanah sehingga membanjiri wilayah tersebut.

Nyai Bagendit disebut tidak selamat karena sibuk mengambil hartanya.

3. Situ Cangkuang dan Kampung Pulo

Rakit wisata yang menyeberangkan wisatawan ke Pulo Panjang di Situ Cangkuang, Garut, Jawa Barat.ERISTO SUBYANDONO Rakit wisata yang menyeberangkan wisatawan ke Pulo Panjang di Situ Cangkuang, Garut, Jawa Barat.

Bila berkunjung ke Kabupaten Garut, wisatawan bisa mampir ke Situ Cangkuang dan Kampung Pulo yang letaknya berdekatan.

Di tempat ini, wisatawan bisa menikmati panorama danau dan bangunan candi yang konon sudah berdiri sejak abad ke-8 Masehi. 

Menurut cerita, Kampung Pulo dulunya didiami oleh seorang penyebar agama Islam bernama Eyang Embah Dalem Arief Muhammad.

Baca juga: 3 Spot Foto Instagramable di Kawasan Candi Cangkuang Garut

Halaman:
Sumber Antara
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com