KOMPAS.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno meminta pelaku yang menjadi penyebab kebakaran di savana Gunung Bromo ditindak hukum secara tegas.
"Pertama sanksi hukum, kalau itu ada aspek hukum pidana yang dilanggar, tentu ada proses hukum yang harus dilalui," kata Sandiaga dalam program The Weekly Brief with Sandi Uno di Gedung Sapta Pesona, Senin (11/9/2023).
Baca juga: Kebakaran di Bromo Sudah 5 Hari, Ini Alasan Api Tak Kunjung Padam
Ia menyayangkan kejadian yang menyebabkan terbakarnya area Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
Sebab, saat ini banyak pihak di bidang pariwisata sedang berupaya mengedepankan pariwisata berkelanjutan.
"Selain prihatin, kami juga geram karena kita begitu sulitnya menjaga alam, dan kami betul-betul sedang mengedepankan pariwisata yang berkelanjutan," katanya.
Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu melanjutkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak Kepolisian dan masyarakat setempat untuk memadamkan api, serta mengamankan dan memproses secara hukum pihak wedding organizer yang terlibat.
Baca juga: Mengenang Indahnya Padang Sabana Bromo Sebelum Kebakaran
Melihat kejadian ini, Sandiaga kembali mengingatkan masyarakat untuk menerapkan aturan Cleanliness (kebersihan), Health (kesehatan), Safety (keamanan), dan Environment Sustainability (kelestarian lingkungan) di tempat wisata.
"Secara spesifik kami akan pastikan bahwa seluruh yang berkaitan dengan CHSE ini dipatuhi oleh para pelaku industri," katanya.
Sebelumnya, dikutip dari laman Kompas.com (8/9/2023), kebakaran di padang savana area Bukit Teletubbies, Gunung Bromo, Jawa Timur (Jatim), terjadi pada Rabu (6/9/2023).
Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Probolinggo AKBP Wisnu Wardana mengatakan, peristiwa itu bermula saat rombongan tim fotografer dan calon pengantin mengadakan sesi foto pranikah.
Baca juga: Wisata Gunung Bromo Tutup Total Akibat Kebakaran, Berikut Kronologinya
Pemotretan tersebut menggunakan properti flare atau suar, dan letupan itu mengeluarkan percikan api, lalu membakar rumput kering di savana Bromo.
Akibat peristiwa ini, 50 hektar lahan Gunung Bromo terbakar. Pengelola TNBTS juga menutup total aktivitas wisata di Gunung Bromo. Didit menjelaskan, penutupan ini berlaku sampai batas waktu yang belum ditentukan.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.View this post on Instagram
Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & KetentuanPeriksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.