Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Keraton Kasepuhan Tarik Wisatawan Mancanegara

Kompas.com - 24/02/2015, 12:09 WIB
CIREBON, KOMPAS — Keraton Kasepuhan Cirebon, Jawa Barat, mengagendakan sejumlah festival sepanjang tahun 2015 untuk menarik wisatawan mancanegara. Selama ini, angka kunjungan wisatawan mancanegara ke Kota Cirebon masih minim, yakni sekitar 20.000 orang per tahun.

”Dalam waktu dekat akan ada Festival Kartinian pada 18 April. September nanti ada Festival Gotrasawala, Oktober nanti juga ada Festival Budaya ASEAN, dan November ada Festival Budaya Pesisiran,” kata Sultan Keraton Kasepuhan XIV Pangeran Raja Adipati (PRA) Arief Natadiningrat, pekan lalu di Cirebon.

Menurut Arief, dengan angka kunjungan wisatawan mancanegara sekitar 20.000 orang per tahun, Cirebon merugi. Kota itu kaya akan seni-budaya yang bisa dikemas sehingga bisa menarik perhatian pelancong dari dalam negeri ataupun luar negeri. Dibandingkan dengan Kota Bandung, misalnya, setiap tahun ada 2 juta pelancong dari mancanegara yang mendatangi ibu kota Jawa Barat itu.

KOMPAS.com/SRI NOVIYANTI Sajian makanan dalam piring pusaka warisan Sunan Gunung Jati
”Targetnya tahun 2018 ada peningkatan jumlah wisatawan mancanegara sehingga bisa mencapai 300.000 orang per tahun. Angka kunjungan itu baru 10 persen dari jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Jakarta setiap tahun, yang rata-rata 3 juta orang per tahun,” papar Arief.

Sejumlah situs yang dikelola Keraton juga mulai dibenahi. Ada tiga keraton di Cirebon yang masing-masing bertanggung jawab atas sejumlah situs di kota itu. Sepanjang tahun 2014, situs dan bangunan keraton di Cirebon direvitalisasi dengan anggaran dari pemerintah pusat.

Salah satu situs yang kini mulai banyak dijadikan tempat kegiatan pentas seni ialah Taman Goa Sunyaragi yang dikelola Keraton Kasepuhan. Pada malam Tahun Baru lalu, 1.000 kembang api dinyalakan di kawasan wisata itu. Seniman juga tampil merayakan pergantian tahun. Pemerintah Kota Cirebon juga memanfaatkan situs itu untuk peluncuran sejumlah program, antara lain untuk kampanye anti rokok.

KOMPAS/IWAN SETIYAWAN Para penumpang wisata saat bermain kuis di dalam gerbong KA Cirebon Ekspress dari Jakarta menuju Cirebon, Sabtu (7/12/2013). Berwisata dengan kereta api makin diminati karena tepat waktu dan perjalanan tidak terhadang kemacetan.
Kereta baru

Terkait upaya peningkatan kunjungan wisatawan ke Cirebon, PT Kereta Api Daerah Operasional (Daop) III Cirebon, pekan lalu, meluncurkan kereta baru Cirebon Ekspres. Kereta itu adalah rangkaian lama yang didesain baru dengan nuansa khas Cirebon. Interior kelas eksekutif dan bisnis dilengkapi dengan lukisan kaca khas Cirebon dengan motif batik cirebonan.

”Untuk tahap awal, kami meluncurkan satu rangkaian kereta dulu,” kata Supriyanto, Manajer Humas PT KAI Daop III Cirebon.

Pengusaha batik dari Kampung Trusmi, Kabupaten Cirebon, Edi Baredi, pun menyambut baik upaya inovasi yang dilakukan PT KAI itu. (REK)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Tanggapi Larangan Study Tour, Menparekraf: Boleh Asal Tersertifikasi

Tanggapi Larangan Study Tour, Menparekraf: Boleh Asal Tersertifikasi

Travel Update
Ada Rencana Kenaikan Biaya Visa Schengen 12 Persen per 11 Juni

Ada Rencana Kenaikan Biaya Visa Schengen 12 Persen per 11 Juni

Travel Update
Kasus Covid-19 di Singapura Naik, Tidak ada Larangan Wisata ke Indonesia

Kasus Covid-19 di Singapura Naik, Tidak ada Larangan Wisata ke Indonesia

Travel Update
Museum Kebangkitan Nasional, Saksi Bisu Semangat Pelajar STOVIA

Museum Kebangkitan Nasional, Saksi Bisu Semangat Pelajar STOVIA

Travel Update
World Water Forum 2024 Diharapkan Dorong Percepatan Target Wisatawan 2024

World Water Forum 2024 Diharapkan Dorong Percepatan Target Wisatawan 2024

Travel Update
Tebing di Bali Dikeruk untuk Bangun Hotel, Sandiaga: Dihentikan Sementara

Tebing di Bali Dikeruk untuk Bangun Hotel, Sandiaga: Dihentikan Sementara

Travel Update
Garuda Indonesia dan Singapore Airlines Kerja Sama untuk Program Frequent Flyer

Garuda Indonesia dan Singapore Airlines Kerja Sama untuk Program Frequent Flyer

Travel Update
5 Alasan Pantai Sanglen di Gunungkidul Wajib Dikunjungi

5 Alasan Pantai Sanglen di Gunungkidul Wajib Dikunjungi

Jalan Jalan
Pantai Lakey, Surga Wisata Terbengkalai di Kabupaten Dompu

Pantai Lakey, Surga Wisata Terbengkalai di Kabupaten Dompu

Travel Update
Bali yang Pas untuk Pencinta Liburan Slow Travel

Bali yang Pas untuk Pencinta Liburan Slow Travel

Travel Tips
Turis Asing Beri Ulasan Negatif Palsu ke Restoran di Thailand, Berakhir Ditangkap

Turis Asing Beri Ulasan Negatif Palsu ke Restoran di Thailand, Berakhir Ditangkap

Travel Update
19 Larangan dalam Pendakian Gunung Lawu via Cemara Kandang, Patuhi demi Keselamatan

19 Larangan dalam Pendakian Gunung Lawu via Cemara Kandang, Patuhi demi Keselamatan

Travel Update
Harga Tiket Camping di Silancur Highland, Alternatif Penginapan Murah

Harga Tiket Camping di Silancur Highland, Alternatif Penginapan Murah

Travel Update
Harga Tiket dan Jam Buka Terkini Silancur Highland di Magelang

Harga Tiket dan Jam Buka Terkini Silancur Highland di Magelang

Travel Update
Awas Celaka! Ini Larangan di Waterpark...

Awas Celaka! Ini Larangan di Waterpark...

Travel Tips
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com