Senin, 21 April 2014

News / Travel

Tips Aman dan Nyaman Wisata ke Derawan

Senin, 23 Juli 2012 | 11:22 WIB

Baca juga

BERAU, KOMPAS.com – Berwisata di kawasan kepulauan memiliki tantangan tersendiri. Anda tak hanya menempuh jalur darat, tetapi juga laut, bahkan udara. Fasilitas di semua pulau pun belum tentu tersedia seperti yang ditemui di kota-kota besar.

Demikian pula halnya jika Anda berencana berwisata ke Kepulauan Derawan, Berau, Kalimantan Timur. Untuk menuju pulau ini, Anda harus menempuh tiga jalur: darat, laut atau sungai, dan udara. Waktu tempuh yang panjang tentu akan menjadi tantangan saat berpergian jauh.

Sebagai informasi, di Kepulauan Derawan ada empat pulau utama yang biasa disinggahi para wisatawan. Pulau-pulau itu adalah Pulau Derawan, Pulau Sangalaki, Pulau Kakaban, dan Pulau Maratua. Keempatnya memiliki karakteristik dan pesona yang berbeda.

Untuk bepergian ke sana, Anda perlu mengetahui gambaran dan mengantongi informasi tentang Kepulauan Derawan. Ini tips yang bisa membantu Anda saat berwisata ke sana!

Transportasi
Seperti diketahui, Kepulauan Derawan terletak di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Untuk itu, jarak terdekat adalah naik pesawat menuju Kalimantan Timur. Maka, ambillah tujuan ke Balikpapan. Jika melalui jalur udara, terbang dari Jakarta (Bandara International Soekarno Hatta) menuju Balikpapan (Bandara International Sepinggan) memakan waktu tempuh 1 jam 51 menit.

Perjalanan pun bisa dilanjutkan menuju Kabupaten Berau melalui udara. Waktu tempuh dari Bandara International Sepinggan ke Bandar Udara Kalimarau (Berau) kurang lebih selama 30 menit. Ada empat penerbangan dari Balikpapan yang melayani ke Berau, beberapa di antaranya Batavia Air dan Trigana Air.

Kemudian, dari Berau Anda harus menempuh jalur laut untuk sampai di Kepulauan Derawan. Dari Bandar Udara Kalimarau, Anda bisa menyewa mobil menuju Pelabuhan Tanjung Batu. Harga sewa sekali jalan mulai dari Rp 350.000. Perjalanan darat dari bandara menuju Tanjung Batu sekitar dua jam.

Cara kedua untuk menuju Berau dari Balikpapan adalah menumpang pesawat menuju Tarakan (Bandara International Juwata). Dari bandara Anda bisa naik taksi menuju pelabuhan SDF. Dari Pelabuhan SDF dilanjutkan dengan  kapal cepat (speed boat) ke Tanjung Selor.

Dari pelabuhan Tanjung Selor, Anda bisa naik mobil-mobil travel menuju Tanjung Redeb, Berau. Ini adalah alternatif lain melalui jalur darat dan laut menuju Berau.

Dari Tanjung Batu dengan kapal cepat ke Pulau Derawan sekitar 20 menit. Harga mulai Rp 250.000 per kapal untuk kapasitas tiga sampai lima orang.

Nah, sekarang, tibalah Anda di Pulau Derawan. Jika ingin keliling pulau lain, Anda bisa menyewa kapal lagi dari Derawan. Harga sewa kapal cepat ke pulau di sekelilingnya sekitar Rp 1.500.000 per kapal/hari. Dari Pulau Derawan menuju Pulau Kakaban memakan waktu hingga dua jam dengan speed boat. Kemudian, dari Kakaban ke Sangalaki memakan waktu kurang lebih 30 menit. Perlu diketahui, waktu Kalimantan Timur  satu jam lebih cepat dari Jakarta.

Pilihan Menginap di Berau
Dengan perjalanan yang panjang, maka Anda akan membutuhkan penginapan di Tanjung Redeb, Berau. Salah satunya adalah Hotel Bumi Segah yang berada di seberang Sungai Segah. Hotel dilengkapi dengan restoran, ruang rapat, coffee lounge, ballroom, dan banquet. Harga dimulai dari Rp 600.000 per malam untuk Superior Room yang bisa menampung dua orang.

Hotel ini merupakan salah satu hotel terbaik di Berau dan menjadi favorit pebisnis maupun wisatawan. Disarankan sudah memesan beberapa hari sebelumnya untuk bisa menginap di sini.

Pilihan hotel lainnya di Berau adalah Hotel Sederhana yang juga terletak di jantung kota Tanjung Redeb. Memang tak banyak hotel di Berau, karena kebanyakan wisatawan langsung melanjutkan perjalanan laut ke Pulau Derawan dan menginap di sana.

Di Pulau Derawan banyak tersedia penginapan. Untuk home stay atau menginap di rumah warga, harga sewa per hari mulai dari Rp 125.000. Bisa juga menginap di Bumi Menore Interbuana Resort dengan nuansa alami, dan bangunan dari kayu. Harga mulai dari Rp 385.000 per malam untuk dua orang.

Resort lainnya adalah floating cottage yang ada di Maratua, yakni Nabucco Island Resort. Suguhan alam perairan Maratua yang menawan kian menjadi pemandangan sehari-hari.

Bawa perlengkapan secukupnya
Ambillah uang tunai saat Anda masih di kota besar atau setibanya di Berau. Di Kepulauan Derawan, Anda tidak akan menjumpai anjungan tunai mandiri atau ATM.

Setibanya di Pulau Derawan, tentu Anda ingin mengelilingi pulau lain disekitarnya seperti Pulau Sangalaki, Pulau Kakaban, dan Pulau Maratua. Jika tujuan Anda untuk menyelam, bawalah alat selam dari Pulau Derawan yang banyak menyediakan jasa penyewaan alat selam dan snorkeling.

Untuk mengabadikan momen tak terlupakan, bawalah kamera. Akan lebih baik jika Anda juga membawa underwater camera (kamera bawah laut). Dengan membawa underwater camera Anda bisa mengabadikan karang-karang dan ikan cantik di bawah laut. Terlebih ketika berenang di danau ubur-ubur Pulau Kakaban. Danau seperti ini hanya ada dua di dunia, lho! Di Pulau Kakaban, Kalimantan Timur, Indonesia, dan Pulau Palau, Mikronesia yang berjarak beberapa ribu kilometer dari Filipina.

Gunakan pakaian dan sepatu yang nyaman. Misalnya, ketika berada di Pulau Kakaban, Anda harus naik dan turun tangga yang cukup terjal. Untuk itu pakailah sepatu yang tidak licin dan nyaman dipakai.

Kemudian, untuk mengisi perut selama perjalanan dilaut, bawalah bekal makanan dan minuman. Di Pulau Kakaban dan Sangalaki, Anda tidak akan menemui penjual makanan atau minuman.

Jaga kebersihan lingkungan
Menjaga lingkungan itu wajib dilakukan setiap Anda bepergian ke mana pun. Apalagi di kawasan wisata alam. Jangan pernah meninggalkan sampah di pesisir pantai, laut, hutan, atau dijalanan sekali pun. Tidak ditemukannya tempat pembuangan sampah, bukan alasan bagi Anda untuk kemudian membuang sampah sembarangan.

Ingatlah, ketika Anda berada di atas kapal, sangat dilarang membuang sampah ke laut. Jika Anda membawa botol minuman, sampah plastik dari makanan, maka simpanlah sampah-sampah itu jika tidak menemukan tempat sampah. Anda bisa membuangnya setelah menemukan tempat sampah di daratan.

Begitu pula ketika Anda berada di dalam mobil. Usai menikmati makanan ringan, hilangkanlah kebiasaaan spontan langsung membuang sampah dari jendela mobil. Jangan lupa mengingatkan awak kapal, supir, rekan Anda untuk melakukan hal ini, ya. Jika kawasan wisata bersih, bukan hanya para penghuninya yang menikmati, bukan? Tapi juga para wisatawan, dan anak-cucu kita yang akan menikmatinya nanti.

Etika berwisata di alam
Ada beberapa hal yang penting untuk diingat para wisatawan, yakni etika berwisata di alam bebas. Jika Anda melakukan wisata alam, tak hanya manusia yang akan dijumpai. Kita pun mungkin akan bertemu makhluk lain yang sudah lebih dulu menghuni pulau tersebut. Siapa mereka? Mereka adalah ikan-ikan cantik di perairan, penyu, burung-burung, terumbu karang, juga tumbuhan dan pepohonan sekitar.


Penulis: Dian Maharani
Editor : Inggried Dwi Wedhaswary