Liburan ke Kepulauan Seribu Cuma Rp 15.000, Bisa! - Kompas.com

Liburan ke Kepulauan Seribu Cuma Rp 15.000, Bisa!

Silvita Agmasari
Kompas.com - 07/07/2016, 09:02 WIB
Rd. Ramanda Jahansyahtono Menteri Perhubungan Ignasius Jonan dan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahtja Purnama saat meresmikan Kapal KM Sabuk Nusantara 46 di Sunda Kelapa, Jakarta, Kamis (27/1/2016).

JAKARTA, KOMPAS.com - Momen libur Lebaran dapat Anda manfaatkan dengan berekreasi di Kepulauan Seribu. Selain letaknya tak jauh dari Jakarta, ternyata berkunjung ke pulau-pulau yang ada di Kepulauan Seribu tak memakan banyak biaya. Hanya dengan Rp 15.000, Anda dapat sampai ke Kepulauan Seribu. Caranya menggunakan jasa angkutan KM Sabuk Nusantara 46.

"Kapal ini sebenarnya untuk menanggulangi kepadatan wisatawan dari Muara Angke. Kapal-kapal di sana (Muara Angke) kadang tidak layak karena kapasitasnya berlebihan," ungkap Dedy Perwiratama, perwira jaga yang bertugas di Syahbandar Pelabuhan Sunda Kelapa, kepada KompasTravel, Kamis (7/7/2016).

KM Sabuk Nusantara baru diluncurkan awal tahun, tepatnya pada bulan Januari 2016. Pada awal kemunculannya, kapal ini memiliki jadwal keberangkatan tiap pukul tujuh pagi dari Pelabuhan Sunda Kelapa, kemudian mengelilingi Kepulauan Seribu, dan kembali berlabuh di Pelabuhan Sunda Kelapa pukul tujuh malam.

Namun demikian saat KompasTravel menyambangi Kantor Syahbandar Sudna Kelapa, KM Sabuk Nusantara 46 ternyata tak memiliki jadwal demikian. KM Sabuk Nusantara 46 tak berangkat tiap hari dan tiap bulan jadwalnya selalu berubah.

"Kapal ini masih dalam tahap memulai, operasionalnya dari Pelni, pemerintah hanya mengawasi," ungkap Dedy.

Untuk rute perjalanan, KM Sabuk Nusantara 46 memiliki rute dari Pelabuhan Sunda Kelapa menuju Pulau Untung Jawa, Pulau Tidung, Pulau Pramuka, dan Pulau Kelapa.

"Lama perjalanan tiga sampai empat jam, tergantung pulau. Tiketnya bisa dibeli di loket (di Pelabuhan Sunda Kelapa) atau di atas kapalnya langsung," kata Dedy.

Soal fasilitas, menurut Dedy KM Sabuk Nusantara 46 sangat layak. "Kapasitasya bisa 150 orang. Ada kamarnya, ada kasur di sana kalau mau tiduran, ada toilet, ada kafetaria, bersih juga," ungkap Dedy.

Sayangnya, KM Sabuk Nusantara 46 ini masih terbilang sepi wisatawan. "Masih sepi, mungkin karena masih banyak orang yang belum tahu. Masih banyak wisatawan yang berangkat dari Muara Angke," ungkap Dedy.

Maklum, selain masih terbilang baru diluncurkan, jadwal keberangkatan KM Sabuk Nusantara 46 memang masih belum tersosialiasikan dengan baik. Menurut pantauan KompasTravel untuk melihat jadwal keberangkatan KM sabuk Nusantara 46 hanya dapat dilihat langsung di Kantor Syahbandar Sunda Kelapa, tak ada keterangan di situs online resmi.

PenulisSilvita Agmasari
EditorNi Luh Made Pertiwi F
Komentar

Close Ads X