Serba-serbi Bubur, Simbol Kemiskinan sampai Pemerataan - Kompas.com

Serba-serbi Bubur, Simbol Kemiskinan sampai Pemerataan

Muhammad Irzal Adiakurnia
Kompas.com - 13/08/2017, 10:04 WIB
Bubur Sumsum Hula-hula.ARSIP DOYAN KULINER Bubur Sumsum Hula-hula.

JAKARTA, KOMPAS.com - Ada kisah tersendiri jauh sebelum tersajinya semangkuk bubur yang lezat dari berbagai daerah di Indonesia. Salah satu kisah tersaji di tanah Jawa sejak zaman penjajahan.

Murdijati Gardjito, salah satu Guru Besar dan peneliti pangan dari Universitas Gadjah Mada mengutarakan sejarah di balik penggunaan awal bubur di Indonesia. Kisah di balik semangkuk bubur tersebut tak ubahnya sebuah trik memperjuangkan hidup pada masa kritis di Indonesia, khususnya Jawa.

"Ratusan jenis bubur di Indonesia, tapi sangat jarang asalnya yang dicampur dengan lauk hewani. Karna kasta bubur itu dibawah nasi," ujar Murdijati pada KompasTravel saat dihubungi, Sabtu (12/8/2017).

BACA: Filosofi Bubur Lemu yang Dihidangkan Gibran kepada Agus Yudhoyono

Murdijati menceritakan, pada masa penjajahan saja bubur baru dimakan saat gagal panen. Atau jika tidak mampu membeli beras dalam jumlah yang cukup, mundurnya masa panen, dan saat krisislainnya  yang berhubungan dengan beras. Oleh karena itu untuk memenuhi kebutuhan pangan, orang dulu mencampurnya dengan banyak air.

Berbeda dengan kuliner tradisional Jawa pada umumnya, bubur tidak ada kaitannya dengan kerajaan yang dahulu berkembang pesat di tanah Jawa. Karena bubur lahir dari kalangan bawah yang berjuang memenuhi pangannya.

"Apalagi etnis Tionghoa, dalam budayanya bubur dianggap sebagai simbol kemiskinan. Sedangkan orang Jawa dimaknai sebagai simbol pemerataan, jadi melalui bubur yang makan bisa lebih merata, bisa banyak orang juga," terang Murdijati yang kini masih aktif menerbitkan literatur kuliner Nusantara.

BACA: Bubur Lemu yang Eksis Sebelum Indonesia Merdeka

Dalam budaya Indonesia, khususnya Jawa, bubur digunakan untuk mengakomodir perayaan atau ritual adat yang melibatkan orang banyak. Bubur akan dibagi rata kepada peserta adat atau orang yang membantu terlaksananya prosesi tersebut. Seperti dalam pernikahan Jawa (mantenan), yang terdapat sesi sumsuman (membagi-bagikan bubur sumsum).

"Bubur itu kan perbandingan airnya empat kali beras, jadi kalau satu kilo beras paling buat nasi 15 orang. Tetapi kalau bubur itu empat liter bisa untuk 40 orang, apalagi kalau dicampur umbi-umbian," jelas Murdijati.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisMuhammad Irzal Adiakurnia
EditorSri Anindiati Nursastri
Komentar

Terkini Lainnya

3 Oleh-oleh Kue Unik dari Tokyo

3 Oleh-oleh Kue Unik dari Tokyo

Jepang Terkini
Ini Dia 10 Kota Hijau Terbaik di Dunia

Ini Dia 10 Kota Hijau Terbaik di Dunia

Travel Story
Mengapa Jarang Hotel yang Punya Lantai 13?

Mengapa Jarang Hotel yang Punya Lantai 13?

Hotel Story
Berfoto Bersama Raja Salman dan Jokowi di Kebumen, Mau?

Berfoto Bersama Raja Salman dan Jokowi di Kebumen, Mau?

Travel Story
Daftar Negara Penyumbang Wisman Incaran Indonesia Tahun 2018

Daftar Negara Penyumbang Wisman Incaran Indonesia Tahun 2018

News
Upaya Pemerintah Tangkal Hoaks Gunung Agung

Upaya Pemerintah Tangkal Hoaks Gunung Agung

News
Target Datangkan 15 Juta Wisman Tahun Ini, Berapa yang Sudah Dicapai?

Target Datangkan 15 Juta Wisman Tahun Ini, Berapa yang Sudah Dicapai?

News
Apa Itu Pokdarwis?

Apa Itu Pokdarwis?

News
Meski Dibilang Aman, Terjadi Pembatalan 60.000 Kamar Hotel di Bali

Meski Dibilang Aman, Terjadi Pembatalan 60.000 Kamar Hotel di Bali

News
20 Kota Terbaik di Dunia untuk Wisata Belanja

20 Kota Terbaik di Dunia untuk Wisata Belanja

News
Sriwijaya dan NAM Air Permudah Wisatawan ke Raja Ampat

Sriwijaya dan NAM Air Permudah Wisatawan ke Raja Ampat

News
Nasi Penggel, Kuliner Khas Kebumen yang Hanya Ada di Pagi Hari

Nasi Penggel, Kuliner Khas Kebumen yang Hanya Ada di Pagi Hari

Food Story
Pantai Nglolang, Mirip Pantai Pribadi...

Pantai Nglolang, Mirip Pantai Pribadi...

Travel Story
Yuk Cicipi Burger Mesrah Pendopo di Aceh

Yuk Cicipi Burger Mesrah Pendopo di Aceh

Food Story
Ini Petunjuk Wisata Halal Ramah Muslim di Taiwan

Ini Petunjuk Wisata Halal Ramah Muslim di Taiwan

Travel Tips

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM