Asyik! Wisatawan Gratis Keliling Kota Semarang dengan Bus Tingkat - Kompas.com

Asyik! Wisatawan Gratis Keliling Kota Semarang dengan Bus Tingkat

Muhammad Irzal Adiakurnia
Kompas.com - 07/10/2017, 19:21 WIB
Wisatawan yang mulai menaiki bus tingkat wisata kota Semarang, tur yang dimulai dari Museum Mandala Bhakti ini pukul 08.00 WIB, Jumat (6/9/17).KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA Wisatawan yang mulai menaiki bus tingkat wisata kota Semarang, tur yang dimulai dari Museum Mandala Bhakti ini pukul 08.00 WIB, Jumat (6/9/17).

SEMARANG, KOMPAS.com - Sejak pukul 06.00 pagi, wisatawan sudah mengantre di Museum Mandala Bhakti persis di seberang Tugu Muda, ikon kebanggaan Kota Semarang, Jawa Tengah. Bus pertama berangkat pukul 08.00 WIB, tapi tiket sudah ludes sejak 45 menit sebelumnya.

Untuk menaiki bus ini, tiketnya diperoleh secara gratis. Anda hanya diminta menukarkan kartu tanda penduduk (KTP) dengan tiket, untuk sementara. Setelah trip selesai, Anda akan mendapatkan KTP kembali.

"Kita sedang berada di bus tingkat, wisata Kota Semarang. Perjalanan pertama hari ini dimulai pukul 08.00. Bagi yang membawa makanan diharapkan jangan meninggalkan sampah apa pun, jika terlihat sampah, KTP yang dititipkan akan ditahan sampai kursi bersih kembali," ujar Andri, kru bus yang merangkap jadi tour leader pada Jumat (6/10/2017).

(BACA: 15 Turis Belanda Naik Becak Keliling Kota Semarang, Simak Penuturannya)

Tour leader akan memberitahukan rute yang akan dilalui wisatawan. Pemberhentian pertama ialah Kota Lama Semarang, setelah melewati Stasiun Poncol dan Stasiun Kereta Tawang yang juga salah satu tempat bersejarah di Semarang.

Bus pun berangkat tepat pukul 08.06 WIB meninggalkan Museum Mandala. Lalu lintas Semarang yang tidak terlalu padat di pagi hari membuat lancar perjalanan. Suasana dalam bus pun nyaman, dengan pendingin suara, suspensi dan kursi yang cukup empuk.

(BACA: 4 Tempat Angker yang Dilewati Bus Wisata Bandros)

Ada empat kru dalam perjalanan, dua pengemudi dan dua helper, untuk melayani penumpang, pemeriksaan tiket, merapikan bus, hingga perawatan bus. Namun, helper kali ini masih merangkap tour leader, dan beberapa kru masih merangkap di luar tugas-tugasnya.

Suasana wisatawan yang memenuhi bus tingkat wisata Semarang di lantai atas, Jumat (6/9/2017) bus ini mengantarkan 70 orang sekaligus dalam satu kali trip. KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA Suasana wisatawan yang memenuhi bus tingkat wisata Semarang di lantai atas, Jumat (6/9/2017) bus ini mengantarkan 70 orang sekaligus dalam satu kali trip.
Dalam bus ini ada 70 kursi untuk penumpangnya. Semuanya dilengkapi nomor, sehingga wisatawan tinggal duduk sesuai nomor yang sudah ada di tiket masing-masing.

Tiba di Kota Lama, pukul 08.30 wisatawan dipersilakan turun dan menikmati keindahan sekitar Kota Lama selama 15 menit. Dalam perjalanannya bus ini akan berhenti hanya di dua titik wisata selama 15 menit, yaitu di Kota Lama, dan Kampung Pelangi, Semarang.

"Kita sudah sampai di salah satu destinasi wisata, Kota Lama silakan jalan-jalan dan berfoto sampai pukul 8.45, lalu naik lagi," ujar Andri lewat speaker dalam bus.

Setelah menunggu 15 menit, klakson bus bersuara "telolet" pun terdengar, tanda wisatawan harus segera naik dan siap meneruskan perjalanan. Dari Kota Lama, bus ini melaju kembali ke Lawang Sewu melewati Jalan Pemuda, menuju Simpang Lima lewat Jalan Pandanaran.

Sayangnya ketika melewati spot-spot ikonik seperti Balai Kota, Jalan Pandanaran, Simpang Lima, belum ada tour leader yang menjelaskan, mengenai tempat-tempat tersebut.

Wisatawan terlihat menikmati jalan, berfoto di dalam bus dengan suasana "ceria" tersebut, hingga bersenda gurau dengan rekannya.

Bus tingkat wisata kota semarang terparkir di kawasan Kota Lama Semarang, Jumat (6/9/2017). Bus double decker wisata Semarang beroperasi setiap hari Selasa-Minggu, dari Museum Mandala Bhakti ke destinasi-destinasi wisata favorit Semarang, salah satunya Kota Lama.KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA Bus tingkat wisata kota semarang terparkir di kawasan Kota Lama Semarang, Jumat (6/9/2017). Bus double decker wisata Semarang beroperasi setiap hari Selasa-Minggu, dari Museum Mandala Bhakti ke destinasi-destinasi wisata favorit Semarang, salah satunya Kota Lama.
Bus ini dilengkapi dengan enam CCTV, kursi bagi penyandang disabilitas, pemecah kaca, APAR anti api, tombol dan pintu darurat baik di lantai atas maupun bawah, kotak PPPK, dan wifi. KompasTravel sempat mencoba wifi gratisnya, ternyata aksesnya cukup kencang.

Bis ini dilengkapi cctv, kursi buat penyandang disabilitas, ada jalan buat kursi roda, pemecah kaca, apar anti api ada 4, tombol darurat pintu, pintu darurat atas kanan kiri, kotak P3K, dan wifi yang sempat dicoba KompasTravel cukup cepat. Tersedia juga tong sampah di setiap lantainya.

Tak terasa, berbicang-bincang dengan beberapa penumpang, bus pun sudah sampai di Kampung Pelangi, salah satu destinasi baru unggulan Kota Semarang yang telah mendunia.

"Sampai di Kampung Pelangi kita akan berhenti kembali selama 15 menit. Setelah bus bunyi klakson, makan harus sudah menuju bus, dan akan langsung berangkat," ujar Andri, kru bus yang merangkap jadi tur leader itu.

Yusuf (28) salah satu anggota komunitas Busmania wilayah Semarang, memperlihatkan kartu tiket bus tingkat wisata Semarang pada KompasTravel, Jumat (6/9/2017). Setiap perjalanannya wisatawan akan diberi kartu yang berbeda, merah untuk pagi, biru keberangkatan siang, kuning sore, dan hijau trip malam hari.KOMPAS.COM / MUHAMMAD IRZAL ADIAKURNIA Yusuf (28) salah satu anggota komunitas Busmania wilayah Semarang, memperlihatkan kartu tiket bus tingkat wisata Semarang pada KompasTravel, Jumat (6/9/2017). Setiap perjalanannya wisatawan akan diberi kartu yang berbeda, merah untuk pagi, biru keberangkatan siang, kuning sore, dan hijau trip malam hari.
Dalam perjalanan tak jarang masyarakat yang antusias memotret bus tingkat alias double decker ini, bahkan banyak yang meminta untuk membuyikan klakson "teloletnya".

Alhasil klason ikonik itupun beberapa kali dibunyikan di jalan ketika masyarakat meminta, dan berpapasan dengan bus-bus besar lainnya. Hal ini cukup menghibur wisatawan di dalam bus.

"Seru aja bisa denger klakson 'telolet'nya dari dalam bus sendiri," kata Riska, wisatawan asal Semarang yang duduk di lantai atas bagian depan.

Selepas bertolak dari Kampung Pelangi, bus pun kembali melanjutkan perjalanan dengan melewati Sam Poo Kong, Bundaran Kali Banteng, dan kembali ke Museum Mandala Bhakti. Wisatawan kembali ke tempat semula pukul 10.20 WIB. Satu kali trip tersebut memakan waktu kurang lebih 2 jam 15 menit dengan keadaan jalan lancar.

Bagi yang berkunjung ke Semarang, yuk coba wisata keliling dengan bus nyaman ini. Selain gratis, Anda akan mengenal bangunan-bangunan dan rute utama kota Semarang dari ketinggian bus tingkat ini. Dijamin seru!

PenulisMuhammad Irzal Adiakurnia
EditorI Made Asdhiana
Komentar

Terkini Lainnya


Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM