Wave Rock, Ini Batu Ombak Tertinggi di Australia Barat! - Kompas.com
BrandzView
Konten ini merupakan kerja sama Kompas.com dan Tourism Western Australia

Wave Rock, Ini Batu Ombak Tertinggi di Australia Barat!

Alek Kurniawan
Kompas.com - 18/10/2017, 07:44 WIB
Wave Rock, sebuah formasi batuan yang menyerupai ombak yang siap menerjang.Tourism Western Australia Wave Rock, sebuah formasi batuan yang menyerupai ombak yang siap menerjang.

KOMPAS.com – Terletak di bagian barat Australia dan terpaut jarak sekitar 300 kilometer dari Samudra Hindia, terdapat sebuah "ombak" yang sangat besar. Konon, ombak ini merupakan yang tertinggi seantero Australia.

Namun, tak perlu khawatir, karena ombak besar ini bukan berasal dari gelombang air, melainkan sebuah formasi bongkahan batu besar yang terletak di kota Hyden, Australia Barat.

Wave Rock, begitu orang sekitar menamainya. Wave Rock ini merupakan sebuah batuan granit yang bentuknya menyerupai ombak di lautan yang siap menerjang.

Melansir dari Westernaustralia.com, Wave Rock sudah terbentuk sejak 2,7 juta tahun yang lalu. Tingginya mencapai 15 meter dan memiliki panjang hingga 110 meter.

Hal yang membuat Wave Rock kian istimewa adalah warnanya yang beragam. Warna-warna ini berasal dari air Sungai Camm yang mengandung berbagai macam senyawa kimia yang mengaliri bebatuan ini pada dahulu kala.

Biasanya terdapat pula aliran air pada musim panas, ketika curah hujan sedang tinggi. Hal itulah yang membuat musim panas bukanlah musim terbaik untuk mengunjungi Wave Rock.

Musim terbaik untuk menjelajah tempat ini adalah musim semi, yang dimulai dari September hingga November. Pada musim inilah banyak bunga-bunga liar cantik tumbuh di sepanjang perjalanan menuju kota Hyden. Bahkan, wisatawan juga dapat menikmati keindahan bunga liar tersebut di jalur trekking Wave Rock.

Bunga verticordia, salah satu bunga liar yang sering dijumpai di Hyden pada musim semi.Tourism Western Australia Bunga verticordia, salah satu bunga liar yang sering dijumpai di Hyden pada musim semi.

Salah satu bunga liar yang mendominasi adalah bunga anggrek. Westernaustralia.com menyebutkan bahwa terdapat 2.500 jenis anggrek yang tumbuh di wilayah ini.

Jenis-jenis anggrek tersebut meliputi anggrek ant, bee, blue sun, candy, china, cowslip, dragon, donkey, spider, yellow dan sun.

Selain anggrek, ada berbagai bunga-bunga lainnya yang tumbuh subur bermekaran, di antaranya adalah bunga verticordi, banksia, mulla mulla, dan grevillea.

Tak hanya bunga-bunga cantik yang dapat ditemui, tetapi juga pepohonan unik khas Australia, seperti pohon sheoak, salmon gum, moral, borree gimlet, dan mallee.

Berkunjunglah pada sore hari, karena selain sinar matahari sudah tidak terlalu menyengat, Wave Rock akan terlihat cantik dengan panorama sunset yang menawan ditambah bunga cantik yang bermekaran.

Formasi batu lainnya

Wave Rock bukanlah satu-satunya destinasi wisata yang bisa dikunjungi di Hyden. Namun, terdapat destinasi lainnya yang tak kalah menarik, Hippo’s Yawn dan Mulka’s Cave misalnya.

Dari Wave Rock, Anda cukup berjalan kaki selama 20 menit untuk mencapai Hippo’s Yawn.

 

Hippos Yawn merupakan sebuah formasi batu yang menyerupai mulut kuda nil yang sedang menguap.Tourism Western Australia Hippos Yawn merupakan sebuah formasi batu yang menyerupai mulut kuda nil yang sedang menguap.

Secara harfiah, Hippo’s Yawn berarti kuda nil yang sedang mengantuk.

Namun, ini bukan kuda nil hidup yang menjadi atraksi utama, melainkan sebuah batu yang menyerupai kuda nil yang sedang menguap seperti sedang mengantuk.

Hal yang biasa wisatawan lakukan pada destinasi ini adalah berpose di dalam batuan dan berpura-pura layaknya sedang dilahap oleh mamalia omnivora tersebut.

Setelah puas berpose di mulut "kuda nil" ini, Anda bisa segera menuju destinasi berikutnya yang melegenda, yakni Mulka’s Cave. Mulka’s Cave atau Gua Mulka berlokasi 18 kilometer di sebelah utara kota Hyden dan bisa dicapai dengan berkendara selama 20 menit.

Atraksi utama yang terdapat di gua ini adalah adanya jejak telapak tangan manusia pada dinding-dinding gua. Konon, jejak telapak tangan tersebut merupakan milik salah seorang suku Aborigin setempat yang bernama Mulka.

Menurut informasi yang Kompas.com himpun dari laman Westernaustralia.com, jejak telapak tangan tersebut memiliki ukuran yang lebih besar dari tangan manusia pada umumnya.

Wisatawan yang datang ke gua ini seringkali dibuat kagum dengan keberadaan ‘lukisan dinding’ tersebut.

Mulkas Cave atau Gua Mulka juga merupakan destinasi favorit wisatawan di Hyden, Australia Barat. Keunikan dari tempat ini adalah terdapatnya lukisan bentuk telapak tangan manusia yang besarnya melebihi telapak tangan pada umumnya.Tourism Western Australia Mulkas Cave atau Gua Mulka juga merupakan destinasi favorit wisatawan di Hyden, Australia Barat. Keunikan dari tempat ini adalah terdapatnya lukisan bentuk telapak tangan manusia yang besarnya melebihi telapak tangan pada umumnya.

Untuk biaya masuk, pelancong yang berkunjung ke Mulka’s Cave  maupun Hippo’s Yawn tidak perlu membayar sepeser pun alias gratis. Wisatawan hanya harus membayar 10 AUD atau sekitar Rp 105.000 jika ingin berkunjung ke Wave Rock.

Selain ketiga destinasi di atas, masih banyak lagi rekomendasi wisata lainnya yang tersebar di negara bagian terbesar Australia ini. Terdapat berbagai pengalaman menarik yang bisa dinikmati, mulai dari atraksi wisata, kuliner, seni, budaya, gaya hidup, hingga bentang alamnya yang menawan.

Bila ingin mendapatkan pengalaman secara langsung tentang #SuatuHaridiAustraliaBarat –Just another Day in Western Australia, Anda bisa langsung mengunjungi www.westernaustralia.com untuk merencanakan kunjungan destinasi luar biasa lainnya di sana.

Dengan waktu tempuh singkat selama 4,5 jam penerbangan dari Jakarta menuju Perth, Anda akan siap dibuat kagum dengan atraksi-atraksi yang ditawarkan oleh negara barat yang terdekat dengan Indonesia ini.

Dari Perth, Anda bisa langsung menuju Hyden melalui jalur darat dengan waktu tempuh 4 jam perjalanan. Setelahnya, silakan menikmati pesona ombak pada bebatuan Wave Rock yang melegenda. Selamat liburan!

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
PenulisAlek Kurniawan
EditorLatief
Komentar
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM