Tren Liburan 2018, Turis Millenial Indonesia Pilih Akomodasi Non-Hotel - Kompas.com

Tren Liburan 2018, Turis Millenial Indonesia Pilih Akomodasi Non-Hotel

Wahyu Adityo Prodjo
Kompas.com - 22/11/2017, 15:00 WIB
Rumah pohon bertajuk Star ini, berlokasi di Luang Nuea, Chiang Mai, Thailand, yang ditawarkan melalui situs Airbnbwww.airbnb.com Rumah pohon bertajuk Star ini, berlokasi di Luang Nuea, Chiang Mai, Thailand, yang ditawarkan melalui situs Airbnb

JAKARTA, KOMPAS.com - Chief Communication and Co-Founder Tiket.com, Gaery Undarsa mengatakan tren akomodasi non-hotel bakal booming di kalangan turis Indonesia millenial pada tahun 2018. Hal itu lantaran pilihan akomodasi non hotel dinilai lebih kompetitif secara harga.

"Yang bakal booming, actually sudah booming itu penginapan yang bukan hotel. (istilah nya dikenal) Alternatif accomodation. Itu lumayan (terlihat). Hotel-hotel kalau ditanya itu takutnya sama alternatif accomodation," kata Gaery seusai acara Konferensi Pers "Tiket 2.0. Mau Kemana? A Prologue to a New Us" di Jakarta, Selasa (21/11/2017).

Menurutnya, biasanya hotel-hotel berbintang mengincar turis Indonesia millenial di hotel bintang tiga. Namun, bila hotel bintang tiga dinilai memiliki harga murah, menurut Gaery, hal itu belum tentu benar.

"Tapi kalau di hotel cuma bisa dua orang. Kalau alternatif accomodation, bisa diisi tiga, empat, hingga lima orang. (Di alternatif Gak ada yang larang," jelasnya.

Salah satu tempat penginapan di Grafika Cikole Bandung. Berdiri ditengah hutan pinus membuat suasana semakin sejuk.pergidulu.com Salah satu tempat penginapan di Grafika Cikole Bandung. Berdiri ditengah hutan pinus membuat suasana semakin sejuk.
Menurutnya, akomodasi non hotel bakal diminati lantaran turis Indonesia millenial sering pergi dalam grup. Gaery mengatakan turis millenial biasa mencari penginapan dengan harga yang murah.

"Istilahnya harusnya beli lima kamar, tapi bisa beli dua kamar. Kasarnya seperti itu," ujarnya.

Pemilihan akomodasi non bintang tersebut juga didukung dengan karakteristik turis Indonesia millenial yang gemar menjelajah dan mencoba hal-hal baru. Mereka, para turis millenial bakal pergi ke tempat-tempat baru yang belum terjamah.

Tiket.com melakukan perubahan pada logo yang dapat terlihat pada huruf (t) diawal berubah menjadi huruf kecil. Perubahan tersebut diartikan sebagai kepribadian yang friendly dan berarti tidak ada jarak antara tiket.com dengan traveler.

Salah satu homestay di Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Senin (20/5/2017). Homestay adalah satu-satunya penginapan yang ada di Desa Argosari.KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO Salah satu homestay di Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Senin (20/5/2017). Homestay adalah satu-satunya penginapan yang ada di Desa Argosari.
Sedangkan (dot) berubah menjadi warna kuning cerah memberikan arti kesenangan yang dirasakan pada saat traveling. Logo bulat kuning juga lebih simple dan straight forward sama seperti aplikasi yang baru.

Tiket.com juga merilis fitur terbaru untuk memberikan kemudahan kepada para pengguna tiket.com seperti Feature Smart Refund dan Smart Roundtrip. Smart Refund memungkinkan konsumen mendapatkan refund dari pembatalan tiket dengan lebih mudah dan tidak merepotkan.

Fitur Smart Roundtrip memudahkan konsumen memilih penerbangan pulang-pergi dengan lebih mudah. Kini para pelanggan juga tidak perlu lagi mengulang sejak awal untuk membeli tiket return.

********************

Mau paket wisata gratis ke Thailand bersama 1 (satu) orang teman? Ikuti kuis kerja sama Omega Hotel Management dan Kompas.com dalam CORDELA VACATION pada link INI. Hadiah sudah termasuk tiket pesawat (PP), penginapan, dan paket tur di Bangkok.

PenulisWahyu Adityo Prodjo
EditorWahyu Adityo Prodjo
Komentar

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM