Salin Artikel

Berburu "Sunrise" hingga Kuliner Legendaris di Sanur

Pagi itu, Jumat (28/9/2018) KompasTravel memilih Pantai Segara Ayu untuk melihat indahnya matahari terbit. Pantai ini salah satu yang ada di deretan kawasan pesisir Sanur, Bali, dan cukup mudah diakses dari kota.

Waktu matahari terbit diperkirakan pukul 05.35 Wita, perjalanan saya mulai pukul 05.15 Wita dari Prime Plaza Hotel, Sanur. Tidak sampai 15 menit, taksi yang saya gunakan pun sampai di pintu masuk Pantai Segara Ayu. Saya disambut oleh patung nelayan masih kokoh berdiri.

Langit masih tampak gelap, beberapa orang pun datang dan menancapkan tripod kameranya pada pasir pantai.

Pantai ini memiliki beberapa dermaga kecil dari semen dan batu, cukup rapih dan kokoh untuk digunakan pengamatan. Anda bisa mengamati dan memotret matahari terbit di posisi menjorok ke laut dengan lebih aman dan nyaman.

Perlahan-lahan aurora mulai keluar. Matahari tercermin di sela-sela pulau-pulau karang. Suasana pun menjadi gemuruh riang, karena wisatawan yang datang mulai berdecak kagum.

"Waaa itu sebentar lagi keluar (mataharinya), bagus nih dapetnya," tutur salah seorang wisatawan yang juga sedang berburu foto matahari.

Tidak lama kemudian kabut pun datang menyapu bulatnya surya. Setelah itu, matahari pun berangsur tak terlihat jelas. Hanya gurat sinar jingganya yang terus menghiasi indahnya lagit. Pantulan cahayanya di antara karang dan rumput laut tidak kalah mempesona.

Namun saya dan beberapa rekan memilih untuk bersepeda keliling pantai menunggu matahari meninggi. Terdapat sebuah penyewaan sepeda di pintu masuk pantai itu. Dengan Rp 15.000, wisatawan bisa menyewa sepeda selama satu jam untuk keliling pantai.

Sungguh mengasyikkan, keliling pantai saat matahari mulai keluar. Udara segar, semilir angin, dan sapaan para wisatawan yang berolah raga merupakan suasana yang tidak Anda dapatkan di perkotaan.

Pantai Segara Ayu di Sanur ini tentu tidak seramai Pantai Sanur yang utama, apalagi Pantai Kuta yang padat ketika musim liburan orang Australia tiba pada bulan September-Oktober.

Jangan kaget saat pagi hari berkunjung ke sana. Sebelum buka pukul 07.30 Wita warung nasinya sudah dipenuhi antrean panjang wisatawan yang lapar.

Dengan Rp 20.000 Anda bisa menikmati nasi campur khas Bali tersebut. Cita rasanya bisa terkenang sampai Anda pulang ke daerah asal.

https://travel.kompas.com/read/2018/10/01/221000827/berburu-sunrise-hingga-kuliner-legendaris-di-sanur

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.