Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Keripik dari Bunga Durian, Seperti Apa Rasanya?

Desa ini sudah dari dulu terkenal sebagai penghasil buah durian varietas Durian Menoreh, yang berbuah kuning kemerahan dan putih. Dalam perkembangannya, hasil desa tidak hanya durian, melainkan juga produk turunannya.

Salah satu yang patut dicoba adalah keripik kembang duren. Keripik ini berbahan dasar bunga durian yang dibaluri tepung dan digoreng hingga terasa renyah ketika dikunyah.

"Baru kami yang mengolah seperti ini di sini (Kulon Progo)," kata Siti Qodriyah selaku pemilik outlet Mangros Banjaroya, Senin (31/12/2018).

Mangros menjual keripik kembang duren, camilan yang enak dimakan sepanjang perjalanan. Tiap keripik sebesar ujung jari, ukuran yang pas ketika dimasukkan ke mulut. Keripik dikemas dalam plastik transparan dan ditempel label sederhana.

Outlet ini milik Siti sendiri di Dusun Klangon, Banjaroya. Letaknya di pinggir jalan raya yang dikenal sebagai jalur alternatif bagi mereka yang ingin melintas antara Kulon Progo-Magelang-Semarang, maupun sebaliknya.

Jalur ini sepi, lebar, dan cukup nyaman sebagai jalur alternatif sekaligus menyingkat waktu perjalanan.

"Kami dari dulu di situ saja. Tidak ada di tempat lain," katanya.

Ia memasang plang dengan tulisan Mangros Banjaroya - Pusat Oleh-oleh Kuliner. Mulai dari keripik daun ketela bahkan daun putri malu. Rata-rata, oleh-oleh itu dikemas dalam plastik transparan keras dengan ukuran bersih 150 gram.

Semua berawal dari keinginan Siti untuk memanfaatkan apa yang ada pada durian. Selama ini, warga memanfaatkan pohon durian hanya untuk dijual buahnya. Setiap panen, mereka menjual durian, seperti di bulan Desember hingga Maret mendatang. Para pedagang Durian Menoreh mendadak muncul di sepanjang jalan Banjaroya.

Terbersit keinginan menjual sesuatu namun tidak menggantungkan pada masa musim durian. Setelah melanglangbuana di dunia maya, Siti memutuskan mencoba dari bahan bunga durian di tahun 2014.

"Ini juga yang memenangkan saya juara satu UMKM tingkat desa," kata Siti.

Ia semakin diyakinkan bahwa bunga durian memiliki kelebihan. Bila di tempat lain bunga ini dijadikan lauk tambahan ketika makan nasi, baik ditumis, sayur pedas, hingga dicampur dengan kuah ikan ataupun daging. Rasanya yang khas serta diyakini memiliki kandungan yang baik.

"Manfaatnya juga banyak. Salah satunya memperlancar buang air," kata Siti.

Bunga durian cukup melimpah tiap tahun. Siti menceritakan kalau ia membuat alas di kaki pohon sebagai wadah bagi bunga durian yang gugur. Bunga itu kemudian dikeringkan. Bunga kering bisa bertahan lama sekali.

"Setahun juga tahan," katanya.

Bila hendak dijadikan keripik, ia merendam bunga kering itu. Setelah itu dibalur tepung, lantas dimasak. Jadilah keripik kembang duren siap dikemas.

Dalam perjalanannya, Siti kemudian merambah ke keripik daun putri malu, cekakluk, daun ketela, lompong atau batang pohon talas, dan banyak lagi. Tiap produk rata-rata dibanderol 10.000 per bungkus dengan berat bersih 150 gram.

Keripik kembang duren sendiri merupakan satu dari beberapa makanan khas turunan buah durian. Ada juga dodol durian, jenang durian, yang juga ramai dijual di sana.

Ketua Kelompok Sadar Wisata Banjaroya, Rokhmadu Inuhayi, mengatakan produksi Mangros merupaman salah satu kegiatan warga di desanya yang terus mengembangkan diri membuat produk khas desa. Kemunculan produk itu seiring dengan potensi utama desa penghasil Durian Menoreh.

Warga menyadari harus siap menyambut kehadiran jalur Bedah Menoreh yang menghubungkan Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) ke Borobudur. Jalur itu rencananya melewati desa mereka. Lalulintas pun diyakini akan semakin padat.

Warga mempersiapkan diri termasuk lewat produk lokal, selain buah durian sebagai produk unggukan desa.

"Kita menyambut Bedah Menoreh yang jalurnya lewat sini," kata Rokhmadu.

https://travel.kompas.com/read/2019/01/01/191600527/keripik-dari-bunga-durian-seperti-apa-rasanya-

Terkini Lainnya

Tips Menuju ke Balong Geulis, Disuguhi Pemandangan Indah

Tips Menuju ke Balong Geulis, Disuguhi Pemandangan Indah

Travel Update
Serunya Wisata Kolam Renang di Balong Geulis Sumedang

Serunya Wisata Kolam Renang di Balong Geulis Sumedang

Jalan Jalan
Nekat Sulut 'Flare' atau Kembang Api di Gunung Andong, Ini Sanksinya

Nekat Sulut "Flare" atau Kembang Api di Gunung Andong, Ini Sanksinya

Travel Update
Dua Bandara di Jateng Tak Lagi Berstatus Internasional, Kunjungan Wisata Tidak Terpengaruh

Dua Bandara di Jateng Tak Lagi Berstatus Internasional, Kunjungan Wisata Tidak Terpengaruh

Travel Update
Batal Liburan, Bisa Refund 100 Persen dari Tiket.com

Batal Liburan, Bisa Refund 100 Persen dari Tiket.com

Travel Update
Emirates Ajak Terbang Anak-anak Autisme, Wujud Layanan kepada Orang Berkebutuhan Khusus

Emirates Ajak Terbang Anak-anak Autisme, Wujud Layanan kepada Orang Berkebutuhan Khusus

Travel Update
Harga Tiket Masuk Terbaru di Scientia Square Park Tangerang

Harga Tiket Masuk Terbaru di Scientia Square Park Tangerang

Jalan Jalan
Ada 16 Aktivitas Seru di Scientia Square Park untuk Anak-anak

Ada 16 Aktivitas Seru di Scientia Square Park untuk Anak-anak

Jalan Jalan
Sungailiat Triathlon 2024 Diikuti 195 Peserta, Renang Tertunda dan 7 Peserta Sempat Dievakuasi

Sungailiat Triathlon 2024 Diikuti 195 Peserta, Renang Tertunda dan 7 Peserta Sempat Dievakuasi

Travel Update
Cara Akses Menuju ke Pendopo Ciherang Sentul

Cara Akses Menuju ke Pendopo Ciherang Sentul

Jalan Jalan
YIA Bandara Internasional Satu-satunya di Jateng-DIY, Diharapkan Ada Rute ke Bangkok

YIA Bandara Internasional Satu-satunya di Jateng-DIY, Diharapkan Ada Rute ke Bangkok

Travel Update
Harga Tiket Masuk dan Menginap di Pendopo Ciherang Sentul Bogor

Harga Tiket Masuk dan Menginap di Pendopo Ciherang Sentul Bogor

Jalan Jalan
Pendopo Ciherang, Restoran Tepi Sungai dengan Penginapan

Pendopo Ciherang, Restoran Tepi Sungai dengan Penginapan

Jalan Jalan
Cara Urus Visa Turis ke Arab Saudi, Lengkapi Syaratnya

Cara Urus Visa Turis ke Arab Saudi, Lengkapi Syaratnya

Travel Update
Pendaki Penyulut 'Flare' di Gunung Andong Terancam Di-'blacklist' Seumur Hidup

Pendaki Penyulut "Flare" di Gunung Andong Terancam Di-"blacklist" Seumur Hidup

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke