Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Melihat Proses Pembuatan Tauco Tertua di Cianjur

Sebelum sampai ke dapur-dapur rumah dan restoran sebagai bumbu pelengkap, proses pembuatan tauco memakan waktu hingga tiga bulan lamanya.

Rombongan media trip 'Perempuan Penggiat Ekonomi' dari Permata Bank berkesempatan mengunjungi pusat produksi Tauco Cap Meong di Cianjur, Jawa Barat, Rabu (9/9/2019).

Kompas.com berkunjung ke pusat produksi Tauco Cap Meong di Jalan Gunung Lanjung KM 5 Cugenang, Kabupaten Cianjur. Di sini, kita bisa melihat langsung proses pembuatan tauco.

Stefany Tasma, sebagai pewaris usaha Tauco Cap Meong, membagikan cerita perjalanan kacang kedelai hingga menjadi tauco.

Tidak dapat dipungkiri bahwa Tauco Cap Meong sendiri menjadi salah satu ikon Kabupaten Cianjur. Malahan, Tauco Cap Meong seakan mampu mendatangkan wisatawan ke kota Cianjur.

Ada banyak wisatawan yang datang ke Cianjur khusus untuk membeli tauco ini. Ini bisa menjadi pilihan oleh-oleh saat berkunjung ke Cianjur. Untuk membeli tauco, bisa mampir ke tokonya di Jalan HOS Cokroaminoto Nomor 160.

Tak heran karena Tauco Cap Meong adalah merek tauco yang terkenal dari Cianjur. Tauco Cap Meong sudah berdiri sejak tahun 1880.

Inilah tauco tertua dan disebut-sebut sebagai pelopor tauco di Cianjur. Stefany Tasma sendiri merupakan keturunan keempat dari pendiri Tauco Cap Meong.

Proses Pembuatan Tauco

Bahan utama dalam pembuatan tauco adalah kedelai. Tauco Cap Meong mengunakan kedelai impor pilihan sebagai bahan dasar dari bumbu dengan citarasa asin itu.

“Kedelai yang diimpor dipilih manual satu-satu, biasanya satu karung tidak semua kedelai yang punya kualitas bagus, jadi memang harus dipilih terlebih dahulu. Biasanya tercampur dengan batu,” jelas Stefany di tempat pembuatan Tauco Cap Meong di daerah Cijedil, Cianjur, Jawa Barat, Rabu, (09/10/2019).

Setelah melewati proses pemilihan kedelai yang berkualitas, selanjutnya proses penjemuran di bawah sinar matahari. Proses penjemuran dilakukan kurang lebih satu minggu, sampai kedelai benar-benar kering.


Setelah itu, kedelai dimasukkan pada mesin pengiling. Dalam proses ini kedelai digiling dengan mesin dan memakan waktu dua jam.

“Lalu masuk proses pengilingan. Kalau proses penggilingan cepat mengunakan mesin. Diproses penggilingan dipisahkan, mana kulit dan mana biji kedelainya,” jelas Stefany.

Kemudian, masuk pada proses perebusan. Kedelai direbus selama lima sampai enam jam. Kedelai yang sudah terpisah dengan kulitnya ini direbus api dari kayu bakar.

Peyeman adalah proses kedelai didiamkan selama tiga hari tiga malam sampai berjamur. Proses ini membiarkan kedelai menjamur di dalam ruangan dengan suhu tertentu.

Setelah jamur dari kedelai keluar, kedelain ini kemudian dimasukan ke dalam gentong. Bentuk gentong kecil dan pendek.

Uniknya gentong-gentong ini sudah berusia lebih dari 100 tahun. Di dalam gentong dilakukan proses asinan yaitu mencampurkan kedelai dengan air garam.

“Kedelai dimasukan ke dalam kendi-kendi itu diasinkan selama satu bulan, didiamkan sampai airnya susut (kering). Kalau misalnya tidak ada matahari, prosesnya bisa lama. Paling lama bisa satu minggu dua minggu. Pokoknya harus sampai kering,” jelas Stefani.


Jika kedelai telah melewati proses penjemuran selama satu bulan, maka dapat dipastikan sudah setengah jadi.

Kemudian, kedelai disimpan ke bak-bak penyimpanan yang terbuat dari keramik. Selama satu bulan, lalu siap untuk masuk proses pengorengan.

"Proses penggorengan, kita masak dengan, gula aren dengan gula pasir dicampur dan dimasak selama dua sampai tiga jam," jelas perempuan kelahiran Tangerang itu.

Usai proses penggorengan, tauco bisa dikemas dan siap dijual ke pengunjung yang datang di toko Tauco Cap Meong yang terkenal ini.

Proses yang panjang juga tergantung dengan keadaan cuaca dan sinar matahari. Jika memasuki musim hujan maka dapat menghambat proses penjemuran dan pengeringan yang dilakukan.

Proses pembuatan tauco dari kedelai hingga siap dipasarkan memakan waktu tiga bulan. Namun waktu tiga bulan bisa molor jika curah hujan tinggi dan jarang mendapat sinar matahari yang cukup.


Semua proses pengerjaan masih mengunakan cara yang tradisional, yaitu masih mengunakan tangan dalam memilah kedelai, menjemur, merebus, dan memasak kedelai.

Proses ini dipertahankan sejak tahun 1880. Soal rasa Tauco Cap Meong, tidak usah diragukan lagi. Selain itu dijamin aman karena tidak menggunakan bahan pengawet.

Tauco memiliki citarasa asin dan gurih. Bumbu masak ini cocok dicampurkan pada masakan seperti tumis kangkung dan tumis genjer.

Untuk lauk, bisa dicampur pada makanan ikan goreng saus tauco. Selain itu cocok sebagai sambal, yaitu cabai yang sudak diulek dicampur tauco dan daun salam.

https://travel.kompas.com/read/2019/10/10/122806327/melihat-proses-pembuatan-tauco-tertua-di-cianjur

Terkini Lainnya

Kemenuh Butterfly Park Bali Punya Wahana Seru

Kemenuh Butterfly Park Bali Punya Wahana Seru

Jalan Jalan
Kemenuh Butterfly Park Bali: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka

Kemenuh Butterfly Park Bali: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka

Jalan Jalan
Kapal Wisata Terbakar di Labuan Bajo, Wisatawan Diimbau Hati-hati Pilih Kapal

Kapal Wisata Terbakar di Labuan Bajo, Wisatawan Diimbau Hati-hati Pilih Kapal

Travel Update
5 Tips Traveling Saat Heatwave, Apa Saja yang Harus Disiapkan

5 Tips Traveling Saat Heatwave, Apa Saja yang Harus Disiapkan

Travel Tips
Penerbangan Bertambah, Sandiaga: Tiket Pesawat Mahal Sudah Mulai Tertangani

Penerbangan Bertambah, Sandiaga: Tiket Pesawat Mahal Sudah Mulai Tertangani

Travel Update
Pencabutan Status Bandara Internasional Tidak Pengaruhi Kunjungan Turis Asing

Pencabutan Status Bandara Internasional Tidak Pengaruhi Kunjungan Turis Asing

Travel Update
Bagaimana Cara agar Tetap Dingin Selama Heatwave

Bagaimana Cara agar Tetap Dingin Selama Heatwave

Travel Tips
Gedung Pakuan di Bandung: Lokasi, Jam Buka, dan Tiket Masuk

Gedung Pakuan di Bandung: Lokasi, Jam Buka, dan Tiket Masuk

Travel Update
Jogging with View di Waduk Tandon Wonogiri yang Berlatar Perbukitan

Jogging with View di Waduk Tandon Wonogiri yang Berlatar Perbukitan

Jalan Jalan
7 Tips Berkemah di Pantai agar Tidak Kepanasan, Jangan Pakai Tenda di Gunung

7 Tips Berkemah di Pantai agar Tidak Kepanasan, Jangan Pakai Tenda di Gunung

Travel Tips
Berlibur ke Bangkok, Pilih Musim Terbaik untuk Perjalanan Anda

Berlibur ke Bangkok, Pilih Musim Terbaik untuk Perjalanan Anda

Travel Tips
Cuaca Panas Ekstrem, Thailand Siapkan Wisata Pagi dan Malam

Cuaca Panas Ekstrem, Thailand Siapkan Wisata Pagi dan Malam

Travel Update
Pantai Kembar Terpadu di Kebumen, Tempat Wisata Edukasi Konservasi Penyu Tanpa Biaya Masuk

Pantai Kembar Terpadu di Kebumen, Tempat Wisata Edukasi Konservasi Penyu Tanpa Biaya Masuk

Travel Update
Siaga Suhu Panas, Petugas Patroli di Pantai Bangka Belitung

Siaga Suhu Panas, Petugas Patroli di Pantai Bangka Belitung

Travel Update
Cara ke Museum Batik Indonesia Naik Transjakarta dan LRT

Cara ke Museum Batik Indonesia Naik Transjakarta dan LRT

Travel Tips
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke