Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Pengalaman Naik Pesawat Saat PPKM Mikro, Pemeriksaan Berkas Secepat Kilat

KOMPAS.com – PPKM mikro resmi diberlakukan oleh pemerintah di 34 provinsi di Indonesia pada 1-14 Juni 2021.

Melansir Kompas.com, Selasa (1/6/2021), pengetatan tersebut diberlakukan untuk mengurangi mobilitas masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

Selama periode tersebut, terdapat sejumlah aturan untuk naik pesawat yang perlu dilakukan oleh calon penumpang.

Misalnya adalah wajib menunjukkan hasil negatif rapid test atau antigen yang sampelnya diambil maksimal 2x24 jam sebelum keberangkatan untuk perjalanan menuju ke Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali.

Meski ada syarat tersebut, beberapa orang tetap bepergian menggunakan pesawat pada periode PPKM Mikro.

Berikut Kompas.com rangkum pengalaman para narasumber yang melancong selama periode tersebut, Jumat (11/6/2021):

Naik pesawat selama PPKM mikro 1-14 Juni 2021

Seorang penumpang bernama Ditha (23) asal Bekasi sempat berkunjung ke Pulau Dewata pada 2-6 Juni lalu.

Dia menceritakan, dia berangkat ke Denpasar menggunakan salah satu maskapai penerbangan yang menawarkan tiket pergi-pulang (PP) seharga Rp 1,4 jutaan, termasuk bagasi dan rapid antigen.

“Pesan tiket di hari Minggu (30/5/2021). Ambil penerbangan jam 06.50 WIB, jam 05.00 WIB sudah di bandara,” kata dia kepada Kompas.com, Jumat.

Selain Ditha, ada juga Amal (28) asal Bekasi yang melakukan perjalanan dinas dengan tujuan Yogyakarta pada 4-7 Juni lalu, dan Dini (29) asal Jakarta yang juga berangkat ke Yogyakarta pada hari yang sama dengan Amal.

Tes antigen yang cepat dan tidak ada kendala

Amal mengatakan bahwa selama mempersiapkan berkas-berkas keberangkatan, termasuk pengisian e-HAC, dia tidak mengalami kendala sama sekali.

Sebab, sebelumnya dia juga pernah melakukan perjalanan menggunakan pesawat selama pandemi Covid-19.

“(Untuk syarat tes Covid-19) yang diambil antigen dengan proses normal seperti biasa dengan tarif Rp 250.000 di RS Bunda Jakarta. Butuh waktu sekitar 20 menit untuk dapat hasilnya, waktu itu hanya saya sendiri yang ambil tes,” jelas Amal.

Sama halnya dengan Amal, Dini juga mengambil tes antigen dan bukan tes PCR atau GeNose. Dia melakukannya sehari sebelum keberangkatan.

Pada saat itu, dia hanya menghabiskan waktu sekitar 30 menit untuk menerima hasilnya. Biaya yang dikeluarkan adalah Rp 180.000.

“Tidak banyak orang yang mengantre saat pengambilan test ini. Tes dilakukan bukan di bandara, melainkan di layanan drive-thru dekat rumah,” ujar Dini.

Beda halnya dengan Amal dan Dini, Ditha perlu waktu yang cukup lama hanya untuk melakukan test antigen dan mengambil hasilnya.

Pada Selasa (1/6/2021), dia melakukan tes di kantor maskapai penerbangan tersebut. Meski tiba di sana pukul 09.15 WIB, dia baru melakukan tes sekitar pukul 10.30 WIB.

“Jadi mbak-mbak di pendaftaran megang lima lembar kertas. Nama gue ditaruh di lembar ketiga. Lumayan rame, ada 50-100 orang. Tapi nunggu hasil tes (cuma) 15 menit. Pas udah selesai, dapat surat keterangan negatif dan ada keterangan fit to fly,” tutur Ditha.

Jika tidak ada cap, tidak bisa check-in

Amal mengatakan bahwa setibanya di bandara, dia menunjukkan kelengkapan berkas-berkas keberangkatan, termasuk hasil negatif antigen kepada petugas di pos pemeriksaan.

Saat memeriksa berkas seperti hasil tes, KTP, dan menanyakan tujuan keberangkatan, petugas di sana akan memberikan cap dan tanda tangan sesuai waktu kedatangan.

“Saat pemeriksaan cukup cepat, kurang dari satu menit, dan antrean pun tidak terlalu panjang. Waktu yang dilalui cukup singkat pada saat pemeriksaan berkas,” ujarnya.

Terkait cap, Ditha menjelaskan bahwa petugas akan melakukannya sesaat sebelum para penumpang check-in dan mendapat boading pass.

Dia mengatakan, jika semua berkas termasuk hasil negatif antigen dinyatakan lolos, mereka sudah bisa langsung check-in.

“Pas check-in diperiksa surat antigen, KTP, dan tiket yang dipesan. Kalau surat keterangan antigen belum dicap petugas yang memeriksa di awal, kita disuruh balik sampai dapat cap. Kalau tidak dapat, tidak bisa check-in,” ungkap Ditha.

Pemeriksaan berkas secepat kilat

Senada dengan Amal, Dini juga tidak melalui proses yang cukup lama saat semua berkasnya diperiksa oleh petugas di bandara keberangkatan.

Pada saat itu, dia juga tidak melihat ada penumpukan penumpang. Petugas bandara juga sigap dalam mengarahkan para penumpang yang ingin menunjukkan berkas.

Ditha juga mengutarakan hal yang sama. Baik itu bandara keberangkatan maupun kedatangan, seluruh proses pemeriksaan berkas tidak memakan waktu lama.

Namun, di Bandara I Gusti Ngurah Rai, hasil negatif antigen miliknya tidak diperiksa. Meski begitu, dia diharuskan mengisi e-HAC sebelum mengambil bagasi. Pengisian dilakukan pada pintu sebelum area pengambilan bagasi.

“Di aplikasi itu kita isi misal nama, asal, tujuan, dan ada pertanyaan-pertanyaan seperti ada batuk, demam, atau gejala lain enggak. Kalau sudah isi, nanti di aplikasi ada barcode yang di-scan petugas sebelum ambil bagasi,” jelas Ditha.

Dini mengatakan bahwa sejauh ini, naik pesawat selama periode PPKM Mikro tidak jauh berbeda dengan sebelumnya, meski memiliki syarat tes Covid-19 dengan waktu pengambilan sampel yang berbeda.

“Sama seperti waktu sebelumnya, tidak ada yang berbeda saat bepergian menggunakan pesawat saat era pandemi berlangsung,” sambung dia.

https://travel.kompas.com/read/2021/06/12/130100627/pengalaman-naik-pesawat-saat-ppkm-mikro-pemeriksaan-berkas-secepat-kilat

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke