Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Sandiaga Sebut Devisa Pariwisata Indonesia 2020 Capai 3,2 Dollar AS

KOMPAS.com – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengungkapkan, capaian nilai devisa pariwisata Indonesia pada 2020 adalah 3,244 miliar dollar Amerika Serikat (AS).

Kendati demikian, mengutip siaran pers yang Kompas.com terima, Jumat (27/8/2021), jumlah tersebut dinilai belum mencapai target pencapaian, yakni 3,3 miliar dollar AS.

Selain itu, sejumlah hal yang belum dicapai oleh Kemenparekraf menurutnya adalah nilai ekspor ekonomi kreatif senilai 15,06 miliar dollar AS dari target 16,9 miliar dollar AS, serta nilai tambah ekonomi kreatif sebesar Rp 1.134,9 triliun dari target Rp 1.157 triliun.

Kemudian, jumlah pengeluaran wisatawan mancanegara (wisman) sebesar 1.145,64 dollar AS dari target 1.213,87 dollar AS.

“Meski demikian, kontribusi PDB pariwisata berhasil mencapai target sebesar 4 persen,” tuturnya dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR RI di Gedung DPR RI, Kamis (26/8/2021).

  • Menparekraf Sandiaga Sebut Devisa Sektor Pariwisata Menurun
  • Tanggapi Bendera Putih Pengusaha Hotel dan Resotran di Garut, Sandiaga Ajak Dirikan Sentra Vaksinasi
  • Sandiaga Sumringah, 1.831 Desa Wisata Ikut Lomba Kemenparekraf

Capaian lain yang berhasil tembus target adalah jumlah kunjungan wisman mencapai total 4,053 juta kunjungan dari target 2,8 juta-4 juta kunjungan.

Jumlah pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) pun berhasil menembus target menjadi 198,246 juta pergerakan dari target 120-140 juta pergerakan.

Sandiaga menegaskan, data capaian target tersebut merupakan target penyesuaian berdasarkan revisi rencana strategis (renstra) 2020-2024 yang diperbarui pada Juli 2020 karena pandemi Covid-19. Misalnya adalah data pergerakan wisnus pada 2020.

Adapun target pergerakan wisnus awalnya adalah 310 juta pergerakan sebelum direvisi menjadi 120-140 juta.

Berdasarkan data sementara, hal ini tercapai 198 juta. Jika dibandingkan dengan target awal, capaian tersebut justru minus 36 persen.

Anggaran dan realisasi Kemenparekraf

Pada saat yang bersamaan, Wamenparekraf Angela Tanoesoedibjo mengatakan, pada 2020 pihaknya memiliki pagu anggaran sebesar Rp 3.684.440.605.000.

Dari jumlah tersebut, realisasinya sebesar Rp 3.410.271.877.209 atau sekitar 92,56 persen. Sisa anggaran sebesar Rp 274.168.727.791.

Dia juga menyampaikan hasil opini laporan keuangan 2020 yang dikeluarkan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yakni Kemenparekraf meraih predikat Wajar Tanpa Pengeualian (WTP).

“Kami juga sudah menindaklanjuti seluruh rekomendasi BPK dari temuan yang ada pada laporan keuangan Kemenparekraf tahun anggaran 2020, dan akan terus dimonitor pelaksanaannya,” ucap Angela.

Selain menyampaikan sejumlah capaian, Sandiaga juga menyampaikan beragam program dari pihaknya selama 2020 dalam rapat kerja tersebut.

Sandiaga mengungkapkan, program tersebut bertujuan untuk meningkatkan kontribusi pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Bertujuan untuk meningkatkan kontribusi terhadap ketahanan ekonomi nasional yang berbasis pariwisata berkualitas, pariwisata berbasis ekonomi kreatif, dan nilai tambah ekonomi kreatif,” jelasnya.

  • Perkuat Desa Wisata, Kemenparekraf Kerja Sama dengan Kemendes PDTT
  • Sandiaga, Salatiga, dan Sambal Tumpang Koyor
  • Sandiaga Targetkan Vaksin di Sektor Pariwisata sampai 40.000 Per Hari

Dirinya menambahkan, terdapat lima sub-program yang dilaksanakan oleh pihaknya berdasarkan ketiga basis tersebut yakni sebagai berikut:

  • Pengembangan destinasi pariwisata dan produk kreatif
  • Pengembangan promosi pariwisata dan ekonomi kreatif
  • Pengembangan industri pariwisata dan ekonomi kreatif
  • Pengembangan SDM dan kelembagaan pariwisata dan ekonomi kreatif
  • Pengembangan kreativitas

Sandiaga mengatakan, pihaknya akan konsisten dan berkomitmen dalam memajukan beberapa aspek penunjang. Salah satunya adalah kajian kepariwisataan dan ekonomi kreatif.

“(Kemudian) regulasi yang mendukung pembangunan kepariwisataan dan ekonomi kreatif nasional, adopsi teknologi informasi dan komunikasi secara tepat, dan reformasi birokrasi Kemenparekraf,” sambung dia.

Terkait program yang dimiliki Kemenparekraf, Sandiaga mengatakan bahwa pihaknya mendapat arahan dari Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas kabinet pada 16 April 2020.

Adapun arahan tersebut agar Kemenparekraf melaksanakan program pemulihan sektor parekraf yang terdampak oleh pandemi Covid-19.

Beberapa di antaranya adalah program perlindungan sosial bagi pekerja pariwisata, realokasi anggaran di Kemenparekraf untuk kegiatan seperti program padat karya, dan pemberian stimulus ekonomi bagi pelaku usaha di sektor parekraf.

  • Sandiaga Uno: Desa Wisata, Masa Depan Pariwisata Indonesia
  • 6 Desa Wisata Kelas Dunia versi Sandiaga Uno, Ada Nepal van Java
  • Program Nyatakan.id Kemenparekraf Batal, Anggaran Dialihkan untuk Covid-19

“Selain itu, langkah pemulihan yang dilakukan oleh Kemenparekraf adalah mempersiapkan tatanan kenormalan baru di sektor parekraf, mempersiapkan destinasi atau yang lain, membangun kepercayaan publik, dan meningkatkan minat wisatawan dan menciptakan daya tarik,” ujarnya.

Beberapa program yang menyesuaikan arahan presiden, tutur Sandiaga, merupakan dukungan industri pariwisata bagi tenaga kesehatan, program Bahan Pokok & Lauk Siap Saji (BaLaSa), dan gerakan Bersih, Indah, Sehat, dan Aman atau BISA.

Kemudian pembuatan konten, gerakan dan ajakan masyarakat, pelaksanaan acara virtual, webinar, serta bantuan modal bisnis melalui kebijakan fiskal dan moneter melalui relaksasi pajak dan lain sebagainya.

Sandiaga mengatakan, hingga saat ini pihaknya terus berupaya meningkatkan keseimbangan penyediaan dan permintaan di sektor parekraf.

Adapun Kemenparekraf memanfaatkan fase pandemi Covid-19 untuk memperbaiki sisi penyediaan di sektor tersebut lewat enam langkah sebagai berikut:

  • Pantau Hewan Langka di Belitung Ini, Sandiaga Susuri Bukit Malam Hari
  • Sertifikasi CHSE Belum Jadi Pertimbangan untuk Buka Kembali Pariwisata saat PPKM Berkepanjangan
  • 1.871 Usaha Pariwisata di Bali Sudah Dapat Sertifikat CHSE

Dari sisi permintaan, kata Sandiaga, pihaknya juga berupaya menjaga perputaran roda ekonomi, serta menciptakan rasa aman dengan penerapan protokol kesehatan.

Upaya tersebut mencakup pembangunan citra yang menciptakan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan, serta pemberian insentif dan paket wisata.

Lalu optimalisasi kegiatan MICE kementerian dan lembaga di destinasi wisata, serta insentif peningkatan daya beli produk lokal.

https://travel.kompas.com/read/2021/08/27/113312227/sandiaga-sebut-devisa-pariwisata-indonesia-2020-capai-32-dollar-as

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+