Salin Artikel

Itinerary Wisata 3 Hari 2 Malam di Palangka Raya, Ada Taman Sebangau

KOMPAS.com - Kota Palangka Raya merupakan ibu kota Provinsi Kalimantan Tengah yang ada di Pulau Kalimantan.

Palangka Raya menyimpan banyak tempat wisata yang dapat dinikmati, mulai dari budaya hingga alam. Wisatawan tidak akan bosan saat berlibur ke kota ini.

Jika kamu tertarik utuk jalan-jalan di Kota Palangka Raya, berikut adalah rencana perjalanan atau itinerary berwisata di Palangka Raya.

Hari pertama di Palangka Raya

Museum Balanga

Salah satu tempat wisata edukasi di Palangka Raya adalah Museum Balanga yang berlokasi di Jalan Tjilik Riwut, Palangka, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya. Dari Bandara Thilik Riwut, jaraknya sekitar 13 kilometer (km) dengan waktu tempuh 24 menit.

Museum Balanga digunakan sebagai media pembelajaran mengenai Suku Dayak. Dilansir dari Multimedia Center Kalimantan Tengah, arena pameran memiliki suasana kehidupan tradisional Suku Dayak.

Koleksi di dalam museum ini disusun berdasarkan siklus hidup, mulai dari peralatan upacara fase kelahiran hingga kematian.

Ada 10 klasifikasi koleksi, salah satunya adalah historika dengan jumlah 1.116 koleksi. Museum Balanga ini juga menyimpah beberapa senjata tradisional seperti Sumpit, Duhung, dan Mandau.

Tempat wisata ini dilengkapi dengan fasilitas perpustakaan, toko suvenir, mushala, dan pemandu.

Museum Balanga buka pada hari Senin-Jumat pada pukul 08.00 - 15.00 WIB. Wisatawan yang ingin mempelajari tentang Suku Dayak di museum ini akan dikenakan tiket masuk seharga Rp 5.000.


Taman Wisata KumKum

Taman Wisata KumKum merupakan tempat rekreasi sekaligus konservasi satwa. Tempat wisata ini berlokasi di Jalan Wisata nomor 1, Pahandut Seberang, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya. Dari Museum Balanga, jaraknya 4,1 km dengan waktu tempuh 7 menit.

Kawasan taman wisata ini berisi rimbunan pohon karet yang membuat suasana sejuk. Tersedia gubuk-gubuk yang berbentuk seperti rumah panggung. Wisatawan dapat bersantai sembari menikmati aliran Sungai Kahayan.

Sejumlah satwa juga bisa dijumpai. Beberapa di antaranya adalah buaya, beruang madu, burung rangkong, dan simpanse.

Taman Wisata Kumkum dilengkapi beberapa sarana pelengkap, seperti restoran, WiFi gratis, dan toko suvenir. Tempat rekreasi ini buka setiap hari pukul 08.00-17.00 WIB. Harga tiket masuk ke Taman Wisata KumKum berkisar dari Rp 2.500-Rp 20.000.

Taman Pasuk Kameluh

Pasuk Kameluh adalah salah satu taman favorit di Palangka Raya, Taman ini berlokasi di Jalan S Parman, Langkai, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya. Jaraknya dari Taman Wisata KumKum hanya 2,8 km dengan waktu tempuh 6 menit.

Posisinya yang berada di bawah Jembatan Kahayan memudahkan wisatawan untuk menikmati pemandangan jembatan yang membentang di atas Sungai Kahayan ini. Jembatan dengan panjang 640 meter ini menghubungkan Palangka Raya dengan Kabupaten Pulangpisau.

"Di sini, bisa liat Jembatan Kahayan dan Tugu Soekarno. Bagus pas sore-sore sambil ngeliat sunset," ujar Founder Be Borneo Tour Indra Setiawan kepada Kompas.com, Senin (27/09/21).

Area taman ini memiliki sejumlah spot-spot foto yang menarik. Wisatawan dapat menjadikan pemandangan Jembatan Kahayan dan patung Burung Enggang sebagai latar belakang foto.

Setelah puas berburu foto, wisatawan dapat mencicipi beragam kulikner khas Kalimantan Tengah di bawah jembatan. Taman Pasuk Kameluh buka setiap hari selama 24 jam. Pengunjung bisa masuk secara gratis.


Hari kedua di Palangkaraya

Warung Ketupat Kandangan Hj Idah

Lontong Sayur dapat menjadi pilihan sarapan sebelum mulai berwisata. Wisatawan dapat menyicipi Lontong Sayur di Warung Ketupan Kandangan Hj Idah. Lokasinya ada di Jalan Dr Murjani, Pahandut, Kecamatan Pahandut, Kalimantan tengah. Hanya 4 km dari pusat kota.

Sesuai namanya, menu andalan di rumah makan ini adalah Lontong Sayur. Pengunjung dapat memilih lauk, seperti ikan, tempe, dan daging ayam. Selain Lontong Sayur, warung makan ini juga menyediakan menu lain seperti Nasi Kuning.

Warung Ketupat Kandangan Hj. Idah buka setiap hari selama 24 jam.

Kereng Bangkirai dan Taman Nasional Sebangau

Dermaga Kereng Bangkirai adalah adalah tempat wisata sekaligus gerbang masuk utama ke Taman Nasional Sebangau. Dermaga ini berlokasi di Sebangau, Kota Palangka Raya. Jaraknya sekitar 13 km dari Warung Ketupat Kandangan Hj Idah dengan waktu tempuh 23 menit.

Desain dermaga yang menarik ditambah pemandangan alam di sekitarnya menjadi salah satu daya tarik tempat wisata ini. Dermaga Kereng Bangkirai menyediakan sejumlah spot untuk wisatawan yang gemar berburu foto.

"Di Kereng Bangkirai wisatawan bisa susur sungai dan berkunjung ke Taman Nasional Sebangau. Di sana bisa trekking di hutan gambut, liat-liat binatang, dan berenang di sungai berwarna merah," kata Indrawan

Taman Nasional Sebangau adalah salah satu hutan gambut Pulau Kalimantan dengan luas 568.700 hektar. Taman nasional ini merupakan rumah bagi sejumlah hewan yang mulai langka, seperti owa, orangutan, musang pohong, dan beruang madu.

Perjalanan menuju lokasi cukup rumit karena letaknya berada di kawasan hutan gambut. Dari Dermaga Bangkirai, wisatawan perlu menyewa perahu penduduk sekitar Rp 250.000 per orang untuk menyusuri Sungai Sebangau menuju ke hilir, tepatnya di Pelabuhan Pegatan Hilir.

Dari pelabuhan wisatawan akan melanjutkan perjalanan melalui Sungai Katingan ke arah Pelabuhan Kecamatan Mendawai. Kemudian samipailah di Taman Nasional Sebangau.

Selain menyaksikan satwa liar di habitat aslinya, wisatawan dapat menyusuri Sungai Koran naik perahu. Wisatawan akan berkeliling ke sejumlah dermaga untuk menikmati pemandangan sepanjang sungai.

Karena perjalanannya yang cukup panjang, dianjurkan untuk berangkat di pagi hari. Taman Nasional Sebangau buka setiap hari pada pukul 08.00-18.00 WIB. Tiket masuk ke kawasan taman nasiional seharga Rp 5.000 per orang.


Hari ketiga di Palangkaraya

Rumah Makan Samba

Wisatawan dapat mencoba masakan khas Dayak Kalimantan Tengah di Rumah Makan Samba. Lokasinya berada di Jalan RTA Milono nomor 15, Langkai, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya. Letaknya tidak jauh dari pusat kota, hanya 1,6 Km dengan waktu tempuh 5 menit.

Tak hanya menyajikan makanan khas Dayak, rumah makan ini juga dihiasi dengan ukiran-ukiran motif Dayak. Beberapa pilihan makanan di rumah makan ini adalah Wadi Patin, Sayur Kalakai, Juhu Umbut Rotan, dan lainnya.

Harga menu cukup bervariasi dan berkisar dari Rp 3.000-Rp 70.000. Rumah Makan Samba buka pada hari Senin-Sabtu pada pukul 09.00-21.00 WIB.

Pasar Besar Palangka Raya

Setelah berwisata di Palangka Raya, rasanya kurang lengkap bila tidak membawa pulang oleh-oleh. Pasar Besar yang berlokasi di Langkai, Pahandut, Kota Palangka Raya menyediakan berbagai macam oleh-oleh. Letaknya sekitar 3,7 km dari Rumah Makan Samba.

Di dalam pasar ini terdapat sejumlah toko suvenir yang menjual berbagai macam oleh-oleh, seperti sarung Kalimantan, dompet, tas, gantungan kunci, dan pajangan. Wisatawan juga dapat menemukan aneka cincin dan kalung.

Harga suvenir di Pasar Besar di mulai dari harga Rp 5.000. Namun untuk suvenir dengan harga ratusan ribu rupiah, wisatawan dapat menawar. Pasar Besar buka setiap hari pada pukul 09.00-21.00 WIB.

https://travel.kompas.com/read/2021/09/28/130100827/itinerary-wisata-3-hari-2-malam-di-palangka-raya-ada-taman-sebangau-

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jepang Larang Kedatangan Turis Asing untuk Cegah Varian Omicron

Jepang Larang Kedatangan Turis Asing untuk Cegah Varian Omicron

Travel Update
Hotel Santika Tawarkan Harga Promo Tahun Baru, Ada Voucer Rp 50.000

Hotel Santika Tawarkan Harga Promo Tahun Baru, Ada Voucer Rp 50.000

Travel Promo
Staycation di Hotel dengan Anak saat Nataru Tak Perlu Bawa Bukti Tes Covid-19

Staycation di Hotel dengan Anak saat Nataru Tak Perlu Bawa Bukti Tes Covid-19

Travel Update
Hotel Santika Antisipasi Peningkatan Pemesanan Kamar Jelang Nataru

Hotel Santika Antisipasi Peningkatan Pemesanan Kamar Jelang Nataru

Travel Update
Hotel Santika Wajibkan Tamu Reservasi Sebelum Renang atau Fitness

Hotel Santika Wajibkan Tamu Reservasi Sebelum Renang atau Fitness

Travel Update
Sederet Prokes di Jaringan Hotel Santika, Reservasi Dulu Sebelum Berenang

Sederet Prokes di Jaringan Hotel Santika, Reservasi Dulu Sebelum Berenang

Travel Update
Wisata Pantai Watunene Gunungkidul yang Indah dan Masih Sepi

Wisata Pantai Watunene Gunungkidul yang Indah dan Masih Sepi

Jalan Jalan
Update Daftar Daerah PPKM Terbaru di Jawa dan Bali

Update Daftar Daerah PPKM Terbaru di Jawa dan Bali

Travel Update
Semua Pintu Masuk Wisata Gunung Bromo Buka Lagi per 30 November 2021

Semua Pintu Masuk Wisata Gunung Bromo Buka Lagi per 30 November 2021

Travel Update
Aturan Perjalanan PPKM Level 3 Nataru, Wajib Bawa SKM

Aturan Perjalanan PPKM Level 3 Nataru, Wajib Bawa SKM

Travel Update
Pendaki Gunung Lawu via Karanganyar Wajib Pakai Sepatu Gunung

Pendaki Gunung Lawu via Karanganyar Wajib Pakai Sepatu Gunung

Travel Update
Turis Indonesia Sudah Bisa ke Singapura, Syaratnya Siapkan Asuransi Rp 315 Juta

Turis Indonesia Sudah Bisa ke Singapura, Syaratnya Siapkan Asuransi Rp 315 Juta

Travel Update
5 Tips Wisata di Puncak Kuik Ponorogo agar Puas Nikmati Keindahannya

5 Tips Wisata di Puncak Kuik Ponorogo agar Puas Nikmati Keindahannya

Travel Tips
Rute ke Candi Sukuh, Sekitar 45 dari Pusat Kabupaten Karanganyar

Rute ke Candi Sukuh, Sekitar 45 dari Pusat Kabupaten Karanganyar

Travel Tips
5 Tips ke Puncak Kuik Ponorogo, Waspada Jalan Menanjak Terjal dan Berkelok

5 Tips ke Puncak Kuik Ponorogo, Waspada Jalan Menanjak Terjal dan Berkelok

Travel Tips
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.