Menparekraf: Kenaikan Harga BBM Berdampak Sesaat

Kompas.com - 21/06/2013, 19:59 WIB
Turis asing penumpang kapal MV Discovery berfoto bersama penari saat kapal berkapasitas 500 orang tersebut bersandar di Pelabuhan Yos Sudarso, Ambon, Maluku, Minggu (29/1/2012). Kapal yang telah berlayar selama 21 hari dan membawa sekitar 300 wisatawan asing ini telah singgah di sejumlah negara di kawasan Asia seperti Hongkong, Jepang, Malaysia dan Singapura.  KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES Turis asing penumpang kapal MV Discovery berfoto bersama penari saat kapal berkapasitas 500 orang tersebut bersandar di Pelabuhan Yos Sudarso, Ambon, Maluku, Minggu (29/1/2012). Kapal yang telah berlayar selama 21 hari dan membawa sekitar 300 wisatawan asing ini telah singgah di sejumlah negara di kawasan Asia seperti Hongkong, Jepang, Malaysia dan Singapura.
EditorI Made Asdhiana
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif  ( Menparekraf) Mari Elka Pangestu memastikan kenaikan harga BBM hanya akan berdampak sesaat terhadap industri pariwisata di Indonesia.

Hal itu disampaikan Mari Elka Pangestu di Jakarta, Jumat (21/6/2013), dalam acara sosialiasi kebijakan pengurangan subsidi BBM dampak dan solusinya terhadap industri pariwisata dan ekonomi kreatif di kalangan pelaku industri pariwisata dan ekonomi kreatif, pengurus asosiasi Parekraf, dan stakeholder bidang pariwisata dan ekonomi kreatif.

"Kebijakan pengurangan subsidi BBM akan membawa dampak terhadap industri pariwisata maupun ekonomi kreatif, namun hal itu bersifat sesaat saja karena baik di industri pariwisata maupun ekonomi kreatif sudah mempunyai solusi sehingga segera dapat mengatasi dampak tersebut," katanya.

Mari menjelaskan, dampak terhadap industri perhotelan akan terasa dalam waktu sesaat akibat meningkatnya biaya komponen transportasi maupun energi. Namun hal ini segera dapat teratasi dengan upaya yang dilakukan pengelola hotel dengan melakukan penghematan energi dan pembaruan teknologi.

"Di bidang perhotelan relatif sudah punya solusi antara lain melalui penghematan energi seperti program green hotel dengan melalukan diversifikasi energi yang ramah lingkungan," kata Mari.

Menparekraf memaparkan, dalam jangka pendek dampak kenaikan harga BBM akan dirasakan para pelaku usaha biro perjalanan wisata (BPW) yang komponen biaya terbesarnya adalah transportasi (tiket pesawat dan sarana angkutan darat dan laut) dan akan berpengaruh pada harga paket wisata yang mereka jual.

Perusahaan BPW telah terikat kontrak dengan mitra mereka di luar negeri dalam jangka waktu setahun ke depan, dan adanya kenaikan komponen biaya transportasi menjadi tanggungan mereka dan baru dapat disesuaikan dalam tahun mendatang.

Untuk mengatasi kondisi ini Kementerian Perhubungan berupaya mendorong maskapai penerbangan nasional untuk tidak serta merta menyesuaikan tarif, namun tarif itu mulai disesuaikan pada tahun berikutnya.

Menurut Menparekraf, pihaknya akan menerapkan sejumlah kebijakan untuk mengurangi dampak kebijakan pengurangan subsidi BBM antara lain mendorong program hemat energi dan green hotel yang dalam jangka menengah-panjang sehingga bisa terjadi efisiensi penggunakan BBM di kalangan industri perhotelan di tanah air.

"Kami juga akan meningkatkan kapasitas program pemberdayaan masyarakat melalui program desa wisata dalam PNPM (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat) Mandiri bidang pariwisata dengan memperbanyak desa wisata di seluruh tanah air," papar Mari.

Pembangunan infrastruktur di daerah destinasi pariwisata juga diperkirakan akan meningkat sebagai bagian kompensasi kebijakan pengurangan subsidi BBM.

Menparekraf menambahkan, meningkatnya pembangunan infrastruktur ke daerah tujuan wisata akan meningkatkan daya saing dan kualitas wisatawan yang pada akhirnya akan meningkatkan lama tinggal dan pengeluaran wisatawan mancanegara selama berkunjung di Indonesia.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X