Kompas.com - 04/10/2013, 13:28 WIB
Jalur penyeberangan Ketapang-Gilimanuk, Sabtu (25/4/2009). KOMPAS Images/Fikria HidayatJalur penyeberangan Ketapang-Gilimanuk, Sabtu (25/4/2009).
EditorI Made Asdhiana
MATARAM, KOMPAS — Dari Kuta, Bali, kami melanjutkan perjalanan menuju Sumbawa Besar, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Kamis (3/10/2013). Tim Ekspedisi Sabang-Merauke: Kota dan Jejak Peradaban harian Kompas melaju ke Pelabuhan Padang Bai, Karangasem, untuk menyeberang ke Pelabuhan Lembar, Lombok.

Kami sungguh beruntung. Feri Muryati yang telah berisi truk barang, mobil penumpang, dan penumpang siap berangkat di dermaga 2. Petugas menutup palka kapal begitu dua mobil kami bersama tiga mobil penumpang lainnya masuk. Peluit kapal dibunyikan yang menandakan kapal siap berlayar.

Feri penyeberangan ibarat jantung bagi distribusi barang dan orang di kawasan timur Indonesia. Tanpa pelayanan PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) dan operator swasta seperti PT Pewete Bahtera Kencana dan PT Dharma Lautan di bawah kendali Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan, tentu mobilitas rakyat terhambat.

Dari Banyuwangi, Jawa Timur, ke Flores, Nusa Tenggara Timur, kita harus empat kali menyeberangi lautan. Mulai Pelabuhan Ketapang (Jatim)-Gilimanuk (Bali), lalu Padangbai (Bali)- Lembar (Lombok/NTB), Kayangan (Lombok/NTB)-Pototano (Sumbawa/NTB), dan Sape (Sumbawa/NTB)-Labuan Bajo (Flores/NTT). Jalur penyeberangan terdekat adalah Ketapang-Gilimanuk, sekitar 45 menit. Adapun jalur terpanjang yakni Sape-Labuan Bajo yang membutuhkan waktu sedikitnya 7 jam.

Penduduk di Pulau Flores, NTT, sangat bergantung pada pelayaran Labuan Bajo dan Sape yang menjadi jalur utama suplai kebutuhan pokok dari NTB. Kekhawatiran kami tidak kebagian tempat di kapal pupus karena ASDP kini melayani penyeberangan Sape-Labuan Bajo pukul 09.00 dan 16.00 setiap hari.

Memang, bagi penumpang yang tak biasa menumpang kapal laut, ayunan kapal yang ritmis mudah menyebabkan pusing dan mabuk laut. Dari Padang Bai ke Lembar, kami berlayar bersama 70 penumpang lain. Kapal berkapasitas 500 penumpang ini pun terasa sepi. Hiburan karaoke dangdut koplo yang disetel dengan volume penuh menemani perjalanan kami.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Feri di pelabuhan Lembar, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Feri melayani penumpang untuk rute Lembar (Lombok) dan Padangbai (Bali).
Sebagian penumpang memanfaatkan waktu 4 jam pelayaran untuk beristirahat dengan menyewa kasur seharga Rp 35.000. Ada juga yang tidur di sofa atau menonton film dari dua televisi plasma ukuran 42 inci.

”Kalau sudah mulai pusing, kami jalan-jalan keliling kapal atau tidur sekalian,” kata Ngakan Putu Megantara (27), warga Bali yang hendak berlibur ke Lombok bersama dua rekannya.

Sebelum gelap, Putu mengajak kami menuju anjungan kapal untuk menikmati sore. Sayangnya, mendung menutupi matahari sehingga rona jingga sore yang kami tunggu tak muncul.(mhf/bay/otw/ham)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Syarat Mendaki Gunung Prau Pasca Lebaran 2021

Syarat Mendaki Gunung Prau Pasca Lebaran 2021

Travel Update
Catat, Jadwal Penutupan Jalur Pendakian Gunung Prau saat Lebaran 2021

Catat, Jadwal Penutupan Jalur Pendakian Gunung Prau saat Lebaran 2021

Travel Update
Lebaran 2021, The Lawu Park Bakal Terapkan Aturan Waiting List

Lebaran 2021, The Lawu Park Bakal Terapkan Aturan Waiting List

Travel Update
85 Persen Hotel di Kabupaten Bogor sudah Tersertifikasi CHSE

85 Persen Hotel di Kabupaten Bogor sudah Tersertifikasi CHSE

Travel Update
Okupansi Hotel Kabupaten Bogor Fluktuatif saat Larangan Mudik

Okupansi Hotel Kabupaten Bogor Fluktuatif saat Larangan Mudik

Travel Update
Tempat Wisata Gunungkidul Tetap Buka Saat Libur Lebaran, Asalkan...

Tempat Wisata Gunungkidul Tetap Buka Saat Libur Lebaran, Asalkan...

Travel Update
Masjid Istiqlal akan Dikembangkan Sebagai Wisata Halal

Masjid Istiqlal akan Dikembangkan Sebagai Wisata Halal

Travel Update
Sejarah Masjid Agung Surakarta, Peninggalan Mataram Islam di Kota Solo

Sejarah Masjid Agung Surakarta, Peninggalan Mataram Islam di Kota Solo

Jalan Jalan
ASN di Yogyakarta Diharapkan Bantu Hotel dengan Staycation Saat Libur Lebaran

ASN di Yogyakarta Diharapkan Bantu Hotel dengan Staycation Saat Libur Lebaran

Travel Update
 Larangan Mudik Buat Reservasi Hotel di Jogja Anjlok, Paling Parah Sejak PHRI Berdiri

Larangan Mudik Buat Reservasi Hotel di Jogja Anjlok, Paling Parah Sejak PHRI Berdiri

Travel Update
PHRI Yogyakarta Siapkan Paket Isolasi Mandiri, Penyokong Cashflow di Tengah Pandemi

PHRI Yogyakarta Siapkan Paket Isolasi Mandiri, Penyokong Cashflow di Tengah Pandemi

Travel Update
Rute Menuju Curug Suropdipo yang Keren di Temanggung

Rute Menuju Curug Suropdipo yang Keren di Temanggung

Travel Tips
Gegara Ulah Turis Asing, Gubernur Wayan Koster Sering Ditegur Menteri

Gegara Ulah Turis Asing, Gubernur Wayan Koster Sering Ditegur Menteri

Travel Update
Kemenparekraf Fasilitasi Pelaku Usaha Parekraf Lewat Nyatakan.id

Kemenparekraf Fasilitasi Pelaku Usaha Parekraf Lewat Nyatakan.id

Travel Update
Inilah Mengapa Mudik Sangat Berisiko Sebarkan Covid-19

Inilah Mengapa Mudik Sangat Berisiko Sebarkan Covid-19

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X