Kompas.com - 10/12/2013, 13:12 WIB
|
EditorI Made Asdhiana

Obat lelah yang sungguh mujarab. Meski jarak kita masih berkisar 200 meter dari air terjun akan terasa embun mulai membasahi baju dan wajah. Terdapat pelataran cukup untuk membuka tenda berjumlah empat buah di bawah air terjun itu jika Anda berminat bermalam di lokasi itu. Urusan makan, Anda cukup membawa alat masak, beras dan bumbu karena ikan sangat melimpah di lintasan itu cukup dengan memancing saja.

Pilihan untuk bermalam di lokasi ini tentu sangat menggoda selera bagaimana rasanya menikmati malam di sekitar hamparan air terjun yang bergemuruh tiada henti dalam belantara hutan. Namun, lokasi bermalam untuk tenda harus dipastikan jauh dari luapan sungai jika mendadak pasang.

Suasana malam di lokasi itu ternyata luar biasa indah. Hamparan langit membentang ditaburi bintang, bunyi hewan malam tiada henti diiringi gemuruh air terjun, menyatu dalam irama malam. Biasanya jika kita membawa pemandu warga setempat di mana mereka akan membawa jaring atau bubu (sejenis perangkap ikan). Lumayan sebagai menu tambahan membakar ikan di malam hari.

Pagi hari usai mengemas tenda dan peralatan, perjalanan dilanjutkan kembali menuju utara Goa Agung, dari air terjun dibutuhkan tidak kurang dari satu jam berjalan kaki. Lagi-lagi belantara rimba akan terus menyelimuti hingga bertemu dengan punggungan Bukit Sanggul tertinggi. Di punggungan bukit tertinggi inilah biasanya kawanan rusa dan kambing hutan akan semakin banyak Anda jumpai hingga bertemulah dengan mulut Goa Agung atau masyarakat setempat menyebutnya dengan nama Goa Besar.

Goa Besar adalah sebuah goa alam yang terbentuk sejak ratusan tahun memiliki jalur horizontal sepanjang 500 meter. Tiba di mulut goa terdapat juga hamparan yang cukup untuk dihuni sekitar 30 orang. “Lokasi ini sering digunakan para penggiat alam terbuka untuk bermalam sebelum mereka masuk menyusuri goa,” kata Ketua Umum Pencinta Alam Sosial Politik (Palasostik), FISIP, Universitas Bengkulu, Andi Wiji Harianto, Minggu (8/12/2013).

Menelusuri goa juga merupakan pengalaman unik dan menegangkan dengan kedalaman puluhan meter di bawah perut bumi, tidak kurang dari satu jam waktu yang diperlukan untuk menyusuri seluk beluk goa itu. Rangkaian stalaktit dan stalakmit dari batuan kapur terukir indah di langit-langit dan lantai gua. Ada banyak bentuk unik tercipta, ada batuan berbentuk meja, wanita yang menyusui anak, kubah masjid dan beragam pemandangan lainnya.

Titik air menetes dari stalaktit akan terdengar merdu di hening dan gelapnya suasana dalam perut bumi. Biota gua biasanya akan ditemukan berupa kelabang dengan panjang mencapai 30 sentimeter namun pasif karena selalu berada di zona gelap. Berikutnya, jangkrik berwarna putih dan memiliki antena panjang sebagai alat navigasi, ikan dan belut yang berwarna transparan serta buta.

Ancaman Pabrik Semen

Keindahan dan keasrian alam kawasan tersebut sebenarnya tak luput dari ancaman eksploitasi pabrik semen karena kapur sebagai bahan utama pembuatan semen. Menurut Andi, pernah beberapa tahun yang lalu kawasan tersebut berencana membuka pengelolaan pabrik semen namun ditentang oleh warga desa termasuk ribuan warga Seluma.

KOMPAS.COM/FIRMANSYAH Air terjun Melintang Kanan dengan ketinggian 200 meter
“Goa ini merupakan penyuplai air bagi ribuan petani yang berada di hilir sungai tepatnya Kota Tais, Ibu Kota Kabupaten Seluma. Jadi jika kawasan ini dirusak maka hancurlah kehidupan masyarakat di hilir sungai,” beber Andi.

Andi juga mengingatkan beberapa kode etik penelusuran goa kepada pengunjung. Pertama, jangan mengambil sesuatu kecuali foto. Kedua, jangan meninggalkan sesuatu kecuali jejak dan ketiga, jangan membunuh sesuatu kecuali waktu.

“Kawasan goa beserta isinya adalah wilayah sensitif, tidak sembarang pengunjung dapat masuk tanpa memahami kaedah dan kode etik penelusuran goa,” kata Andi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Festival Musim Dingin di Korea Selatan yang Cocok untuk Liburan

5 Festival Musim Dingin di Korea Selatan yang Cocok untuk Liburan

Jalan Jalan
20 Wisata Tahun Baru Yogyakarta yang Hits, Banyak Tempat Instagramable

20 Wisata Tahun Baru Yogyakarta yang Hits, Banyak Tempat Instagramable

Jalan Jalan
3 Destinasi di Filipina yang Paling Pas Buat Wisata Halal

3 Destinasi di Filipina yang Paling Pas Buat Wisata Halal

Jalan Jalan
Kampung Adat Tololela di Ngada NTT Sukses Dapat Penghargaan ADWI 2022

Kampung Adat Tololela di Ngada NTT Sukses Dapat Penghargaan ADWI 2022

Travel Update
Wisata Kampung Tradisional di Flores, NTT, Pikat Turis Asing

Wisata Kampung Tradisional di Flores, NTT, Pikat Turis Asing

Travel Update
Gunung Kerinci Erupsi, Pendakian Ditutup Sementara

Gunung Kerinci Erupsi, Pendakian Ditutup Sementara

Travel Update
Tips Wisata ke Korea Selatan, Perhatikan Musim dan Instal Aplikasi

Tips Wisata ke Korea Selatan, Perhatikan Musim dan Instal Aplikasi

Travel Tips
5 Tempat Wisata Sekitar Candi Prambanan, Cocok untuk Libur Akhir Tahun

5 Tempat Wisata Sekitar Candi Prambanan, Cocok untuk Libur Akhir Tahun

Jalan Jalan
20 Wisata Tahun Baru di Semarang, Cocok Dikunjungi Bersama Keluarga

20 Wisata Tahun Baru di Semarang, Cocok Dikunjungi Bersama Keluarga

Jalan Jalan
Kepulauan Widi Dipastikan Tidak Dijual, Menparekraf: Milik Indonesia

Kepulauan Widi Dipastikan Tidak Dijual, Menparekraf: Milik Indonesia

Travel Update
3 Tips Cari Tempat Makan Murah di Jakarta dari Perantau

3 Tips Cari Tempat Makan Murah di Jakarta dari Perantau

Travel Tips
4 Tempat Wisata Populer di Korea Selatan yang Wajib Dikunjungi

4 Tempat Wisata Populer di Korea Selatan yang Wajib Dikunjungi

Jalan Jalan
Daftar Lokasi Prewedding Kaesang-Erina, Ada Gumuk Pasir Parangkusumo

Daftar Lokasi Prewedding Kaesang-Erina, Ada Gumuk Pasir Parangkusumo

Jalan Jalan
Citilink Layani Rute dari Balikpapan ke Mamuju, Berau, dan Banjarmasin

Citilink Layani Rute dari Balikpapan ke Mamuju, Berau, dan Banjarmasin

Travel Update
Pengelola Desa Wisata di NTT Dilatih Soal Pemanfaatan Platform Digital

Pengelola Desa Wisata di NTT Dilatih Soal Pemanfaatan Platform Digital

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.