Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

15 Tempat Wisata Idaman pada 2014 - 2

Kompas.com - 04/01/2014, 16:21 WIB
Fitri Prawitasari

Penulis

KOMPAS.com - Mungkin benar apa yang dikatakan orang. Menjelajah Indonesia tak ada habisnya, pun memerlukan waktu seumur hidup. Selalu ada kejutan baru meski mengunjungi tempat yang sama lebih dari satu kali.

Sepanjang tahun 2013, Kompas Travel berkesempatan menjelajahi beberapa destinasi yang ada. Beberapa destinasi terlihat telah siap menerima kehadiran wisatawan. Jalan aspal, transportasi darat hingga udara telah tersedia. Walau mungkin masih dengan standar belum maksimal.

Berikut adalah rangkuman destinasi yang pernah Kompas Travel datangi. Ada 5 tempat dari 15 destinasi yang dipilih yang mungkin bisa menjadi referensi Anda untuk merencanakan berwisata di tahun 2014. Adapun 5 destinasi sebelumnya adalah Jakarta, Pulau Samosir, Pangandaran, Lombok, dan Ende.

KOMPAS.COM/FITRI PRAWITASARI Gereja di Sawahlunto, Sumatera Barat, masih bergaya arsitektur zaman kolonial.
Sawahlunto

Kota tambang yang menggeliat menjadi kota wisata. Begitulah kira-kira cerminan Sawahlunto. Kota dikelilingi Bukit Barisan di Sumatera Barat itu memanfaatkan bekas penambangan peninggalan kolonial sebagai objek wisata. Dari Padang, Sawahlunto ditempuh selam 2.5 jam melalui jalan darat.

Gelaran akbar Sumatera Barat, Tour de Singkarak (TdS), salah satu yang memopulerkan kota ini. TdS adalah event balap sepeda yang menggabungkan pariwisata. Dalam etapenya melalui kontur keindahan alam Sumatera Barat, termasuk Sawahlunto.

Sawahlunto kerap menjadi tempat start atau finish per etape. Pada tahun ini, TdS digelar pada awal Juni 2014.

Obyek wisata yang ditawarkan Sawahlunto diantaranya obyek wisata sejarah dan alam. Obyek wisata sejarah adalah Museum Kereta Sawahlunto, Goedang Ransoem yang merupakan dapur umum pada masa kolinial, serta Lubang Mbah Soero yang menjadi bekas penambangan batu bara. Sedangkan wisata rekreasi ada water boom, dan resort kandi.

Sawahlunto mungkin juga cocok disebut kota tua. Bangunan peninggalan Belanda masih mendominasi arsitektur sebagian besar bangunan yang ada. Adanya silo yaitu tabung raksasa tempat penyimpanan batu bara menjadi pengukuh kegiatan penambangan masa itu.

KOMPAS.com / FITRI PRAWITASARI Keraton Kasepuhan, Cirebon, Jawa Barat
Cirebon

Pada masa lalu, Cirebon hanya menjadi kota perlintasan wisatawan yang menuju ke Jawa Tengah atau Jawa Timur. Namun sekarang Cirebon telah banyak menawarkan atraksi wisata yang menarik kunjungan.

Mungkin wisata yang tepat di kota ini adalah Palace Hoping, yakni berwisata dari keraton ke keraton. Ada empat  keraton berdiam di kota berjulukan Kota Udang ini. Keraton Kasepuhan, Keraton Kanoman, Keraton Kacirebonan, dan Keraton Kaprabonan. Selain keraton, objek wisata lain adalah Gua Sunyaragi, kampung batik dan Plangon.

Berada di tengah pulau Jawa, maka untuk mencapai Cirebon hanya dapat ditempuh melalui jalan darat, bus atau kereta.

Cirebon sarat wisata religi, budaya dan sejarah, maka salah satu waktu terbaik untuk datang adalah bertepatan dengan bulan Puasa. Anda bisa tarawih di masjid yang ada di pusat kota, Masjid At Taqwa.

Setelah wisata, jangan lupa untuk mencicipi makanan kenamaan empal gentong dan nasi jamblang, serta membawa oleh-oleh kain batik.

Halaman Berikutnya
Halaman:
Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Amsterdam Ambil Langkah Tegas untuk Atasi Dampak Negatif Overtourism

Amsterdam Ambil Langkah Tegas untuk Atasi Dampak Negatif Overtourism

Travel Update
Perayaan Hari Tri Suci Waisak 2024 di Borobudur, Ada Bhikku Thudong hingga Pelepasan Lampion

Perayaan Hari Tri Suci Waisak 2024 di Borobudur, Ada Bhikku Thudong hingga Pelepasan Lampion

Travel Update
Destinasi Wisata Rawan Copet di Eropa, Ternyata Ada Italia

Destinasi Wisata Rawan Copet di Eropa, Ternyata Ada Italia

Jalan Jalan
Kenaikan Okupansi Hotel di Kota Batu Tidak Signifikan Saat Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus

Kenaikan Okupansi Hotel di Kota Batu Tidak Signifikan Saat Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus

Travel Update
KA Bandara YIA Tambah 8 Perjalanan Saat Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus, Simak Jadwalnya

KA Bandara YIA Tambah 8 Perjalanan Saat Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus, Simak Jadwalnya

Travel Update
Kekeringan Parah Ancam Sejumlah Destinasi Wisata Populer di Thailand

Kekeringan Parah Ancam Sejumlah Destinasi Wisata Populer di Thailand

Travel Update
Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus, Kunjungan Wisatawan ke Kota Batu Naik

Libur Panjang Kenaikan Yesus Kristus, Kunjungan Wisatawan ke Kota Batu Naik

Travel Update
Bangka Bonsai Festival Digelar Sepekan di Museum Timah Indonesia

Bangka Bonsai Festival Digelar Sepekan di Museum Timah Indonesia

Travel Update
Cara ke Tebing Keraton Bandung Pakai Angkot, Turun di Tahura

Cara ke Tebing Keraton Bandung Pakai Angkot, Turun di Tahura

Jalan Jalan
Kemenparekraf Dorong Parekraf di Bogor Lewat FIFTY, Ada Bantuan Modal

Kemenparekraf Dorong Parekraf di Bogor Lewat FIFTY, Ada Bantuan Modal

Travel Update
DAOP 6 Yogyakarta Tambah 6 Kereta Tambahan Jarak Jauh untuk Long Weekend

DAOP 6 Yogyakarta Tambah 6 Kereta Tambahan Jarak Jauh untuk Long Weekend

Travel Update
Long Weekend, Ada Rekayasa Lalu Lintas di Jalanan Kota Yogyakarta

Long Weekend, Ada Rekayasa Lalu Lintas di Jalanan Kota Yogyakarta

Travel Update
5 Hotel Dekat Yogyakarta International Airport, 5 Menit dari Bandara

5 Hotel Dekat Yogyakarta International Airport, 5 Menit dari Bandara

Hotel Story
Jumlah Kunjungan Wisatawan Mancanegara pada Maret 2024 Capai 1,04 Juta

Jumlah Kunjungan Wisatawan Mancanegara pada Maret 2024 Capai 1,04 Juta

Travel Update
4 Tips Solo Traveling dengan Motor, Pastikan Kendaraan Siap

4 Tips Solo Traveling dengan Motor, Pastikan Kendaraan Siap

Travel Tips
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com