Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 04/06/2014, 13:09 WIB
EditorI Made Asdhiana
JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar mengimbau kepada pemerintah daerah untuk meningkatkan standar fasilitas wisata syariah. "Kita harus meningkatkan standar yang disesuaikan dengan standar minimum negara-negara OKI (Organisasi Kerja Sama Islam)," kata Sapta usai Konferensi Internasional Wisata Syariah di Jakarta, Selasa (3/6/2014).

Sapta menyebutkan fasilitas standar, di antaranya tersedianya mushala di setiap tempat wisata baik hotel maupun restoran, petunjuk arah kiblat, makanan halal, tidak ada minuman beralkohol, dapur terpisah dan lain-lain. "Kalau dapurnya terpisah dengan makanan yang tidak halal, pengunjung tidak akan khawatir," ucapnya.

Dia mengatakan standar minimum fasilitas tersebut, bukan hanya diperuntukkan untuk wisatawan Muslim, wisatawan non-Muslim juga masih bisa merasakan manfaatnya. "Makanan-makanan halal kan lebih sehat," ujarnya.

Selain itu, meskipun pemilik hotel atau restoran non-Muslim, tetapi dengan disediakannya fasilitas untuk ibadah umat Muslim, seperti mushala akan lebih menarik minat pengunjung. "Awalnya kan cuma menumpang shalat, tetapi karena ada restorannya, jadi makan di sana," tuturnya.

Sapta mengatakan ke depan pihaknya juga akan berkerja sama dengan negara-negara anggota OKI untuk mempermudah investasi serta akses wisata, seperti visa.

Sebelumnya, Menparekraf Mari Elka Pangestu mengatakan saat ini pihaknya sedang mempersiapkan standar pelayanan dan standar usaha bidang wisata syariah setelah mendapatkan dukungan fasilitas layanan yang disediakan masyarakat, pengusaha, pemerintah dan pemerintah daerah sesuai ketentuan syariah.

"Wisata syariah pada prinsipnya merupakan produk jasa yang universal karena dapat dimanfaatkan oleh semua orang, termasuk wisatawan non-Muslim. Oleh karena itu, wisata syariah berkembang pesat," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Sumber Antara
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+