Kompas.com - 12/08/2014, 16:15 WIB
Seniman beserta sejumlah komunitas menggelar ruwatan di Kota Lama, Kota Semarang, Jawa Tengah, Minggu (10/8/2014). Pergelaran budaya itu merupakan wujud upaya untuk menggerakkan pelestarian Kota Lama yang menjadi bagian dari situs sejarah dan budaya masa lalu. KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASASeniman beserta sejumlah komunitas menggelar ruwatan di Kota Lama, Kota Semarang, Jawa Tengah, Minggu (10/8/2014). Pergelaran budaya itu merupakan wujud upaya untuk menggerakkan pelestarian Kota Lama yang menjadi bagian dari situs sejarah dan budaya masa lalu.
EditorI Made Asdhiana

Mulai menggeliat

Sekitar 200 tahun lalu, Kota Lama menjadi magnet bagi para pengusaha untuk bisa menempati kawasan seluas 31 hektar itu. Namun, saat ini, hanya sebagian kecil pengusaha yang berani berspekulasi untuk berinvestasi di kawasan yang kerap dilanda banjir tersebut.

Tahun 2006, Rumah Makan Ikan Bakar Cianjur mulai merintis usahanya. Tiga tahun kemudian, Semarang Art Contemporary Gallery menyusul mulai menghidupkan Kota Lama melalui pameran seni dan lukisan. Selanjutnya, tahun 2013, Noery’s Café menjadi daya tarik baru untuk meramaikan.

”Hanya orang gila yang mau membuka usaha di tempat ini ” ucap Handoko, pemilik Noery’s Café. Menurut dia, diperlukan kenekatan dan kemampuan finansial lebih ketika mengubah bangunan gudang yang rusak berat menjadi sebuah kafe dengan mempertahankan keasliannya.

Kota Lama yang makin menggeliat mulai menarik sejumlah investor baru yang akan mengembangkan usaha di Kota Lama. Gedung Spiegel yang kusam terbengkalai direnovasi untuk kafe dan restoran. ”Menurut rencana, dua tahun ke depan ada dua investor yang berminat mengembangkan usaha di Kota Lama,” kata Kriswandhono.

Sementara itu, dalam satu tahun ini, Kota Lama seolah mendapat energi baru dari anak-anak muda. Sejumlah komunitas tumbuh berkreasi membuat beragam agenda acara menghidupkan kembali Kota Lama yang meredup.

Wawan Nugroho dari Forum Lintas Komunitas (FOK) menilai, komunitas berperan besar dalam menarik warga untuk datang ke Kota Lama. Hingga kini, lebih dari 10 komunitas, seperti Arsiketur, Oase, Orat-oret, Onthel, dan Lopen, menjadikan Kota Lama sebagai pusat kegiatan mereka. (WEN)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.