Kompas.com - 13/10/2014, 16:44 WIB
|
EditorI Made Asdhiana

Lokomotif berada di depan untuk menarik kereta saat melakukan perjalanan ke Stasiun Jambu. Saat tiba di Stasiun Jambu, lokomotif berada di belakang bertindak sebagai pendorong. Lokomotif bergerigi pun memberi peran penting untuk jalanan menanjak ke Stasiun Bedono. Perjalanan dari Stasiun Ambarawa ke Stasiun Bedono sekitar 9 kilometer yang ditempuh selama satu jam.

Saat Kompas.com bertandang ke Stasiun Bedono, Minggu (11/10/2014), tampak pancang-pancang bambu menahan bangunan cagar budaya tersebut. Stasiun itu tampah rapuh, walau nuansa cantik khas arsitektur Belanda masih melekat. Di dalamnya kosong, hanya ada bangku-bangku di peron kereta. Terkesan terabaikan, tetapi revitalisasi stasiun memang tengah dilakukan.

Menurut Trenggono, peminat wisata ini masih kebanyakan turis asing. Ia menuturkan biasanya adalah turis kapal pesiar. Destinasi para turis ini sebenarnya Candi Borobudur. Ada pilihan perjalanan ke Candi Borobudur dengan bus atau kereta api.

Jika pilihan dengan kereta api uap, maka para turis diantar dari Semarang ke Stasiun Ambarawa naik bus, dengan lama perjalanan sekitar 1,5 jam. Lalu naik kereta api uap dari Stasiun Ambarawa menuju Stasiun Bedono. Dari Stasiun Bedono, ditransfer lagi dengan bus ke Candi Borobudur dengan lama perjalanan sekitar 45 menit.

"Sebagai perbandingan, Semarang ke Candi Borobudur langsung dengan bus, sekitar 2,5 jam," ungkap Trenggono.

Turis kapal pesiar saat sampai di Stasiun Ambarawa disambut dengan tari-tarian tradisional. Pun selama perjalanan di dalam kereta api uap ditemani dengan aneka kesenian dan kuliner khas. "Disediakan ketela dan kacang rebus untuk menemani perjalanan," tutur Trenggono.    

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Lokomotif uap B2502 di Stasiun KA Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Minggu (7/10/2011).
Perjalanan di dalam kereta api uap bisa dibilang tak membosankan. Sepanjang perjalanan, turis akan disuguhi pemandangan sawah, kebun, sampai perkampungan penduduk. Hal-hal yang terkesan eksotis bagi turis asing maupun turis domestik dari perkotaan besar.

Sistem carter

Sampai saat ini, peminat wisata kereta api uap harus menyewa. Sistem carter memang terkesan mahal. Oleh karena itu, wisata kereta api uap cocoknya untuk rombongan. Maksimal kereta bisa diisi 80 orang. Sebagai gambaran, untuk rute Stasiun Ambarawa-Stasiun Bedono, peminat dikenakan biaya carter Rp 15 juta untuk dua gerbong.

Sementara untuk rute Stasiun Ambarawa-Stasiun Tuntang, biaya carter adalah Rp 10 juta untuk 1 gerbong dan Rp 12,5 juta untuk 2 gerbong. Rute datar ini melewati Danau Rawa Pening. Turis pun bisa melihat aktivitas petani di seputar danau pun para pengolah eceng gondok. Lama perjalanan sekitar setengah jam.

Ada rencana, seperti diungkapkan Trenggono, kemungkinan kereta api Ambarawa akan dijalankan setiap hari libur untuk umum. Hal ini untuk meningkatkan kunjungan turis domestik.

KOMPAS/RADITYA MAHENDRA YASA Sejumlah turis asing menikmati perjalanan dengan menumpang kereta api uap di Stasiun Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Selasa (27/12/2011). Museum Kereta Api Ambarawa yang menjadi salah satu tujuan utama para wisatawan setelah Candi Borobudur saat ini dalam tahap renovasi untuk menunjang kenyamanan pengunjung.
"Sebulan, bisa ada 10 grup yang carter kereta. Tapi masih kebanyakan wisman, sekitar 70 persen," katanya.

Jika tertarik menyewa kereta api uap ini, bisa menghubungi pihak PT Kereta Api Indonesia di Semarang maupun Ambarawa. Namun pemesanan sebaiknya dilakukan jauh hari, minimal sehari sebelumnya. Bisa juga menghubungi biro perjalanan wisata yang berdomisili di Semarang, Yogyakarta, maupun Solo.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.