Kompas.com - 25/11/2014, 17:22 WIB
Tenun Songke Manggarai Raya bermotif mata manuk. KOMPAS.COM/MARKUS MAKURTenun Songke Manggarai Raya bermotif mata manuk.
|
EditorI Made Asdhiana
LABUAN BAJO, KOMPAS.com - Seiring perkembangan promosi pariwisata Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur yang sangat pesat membawa dampak positif bagi masyarakat. Walaupun tidak semua. Pulau Flores yang terkenal dengan binatang Komodo dan sudah menggelar puncak Sail Komodo pada September 2013 lalu ikut memberikan andil dalam membangkitkan kembali keunikan-keunikan budaya Manggarai Raya. Salah satunya adalah tenun Songke.

Tenun songke merupakan kain khas adat orang Manggarai Raya yang diwariskan leluhur mereka. Berpuluh tahun yang lalu, secara tradisional leluhur orang Manggarai yang mungkin dimulai dari Kampung Todo menenun kain songke dari bahan alamiah. Sejalan dengan perkembangan modern dan Indonesia memasuki zaman orde baru membawa perubahan yang sangat drastis.

Salah satunya adalah masuk kain dari daerah lain yang dijual kepada masyarakat Manggarai Raya. Kain untuk dipakai kaum perempuan dan laki-laki di kampung-kampung bermotif modern atau hasil olahan pabrik dari daerah lain.

KOMPAS.COM/MARKUS MAKUR Tenun Songke Manggarai Raya bermotif bajawa.
Perlahan tapi pasti kain songke kian terpinggirkan ditambah dengan harganya yang sangat mahal. Oleh karenanya, warga berebut membeli kain olahan pabrik untuk digunakan. Namun, sebagian warga masih mempertahankan kain songke, apalagi dipakai pada upacara adat, upacara perkawinan secara adat orang Manggarai Raya.

Bahkan manfaat ekonomi dari kain songke belum dirambah oleh masyarakat Manggarai Raya sehingga menenun kain songke sebagai kegiatan tambahan di rumah setelah mengolah pertanian.

Gencarnya perkembangan pariwisata yang ditandai kunjungan wisatawan asing dan domestik membuat warga mulai membangkitkan kembali usaha menenun kain songke. Ditambah lagi, orang asing dan domestik mencari keunikan-keunikan kain khas tiap daerah di Indonesia. Dampak dari menenun kain songke meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga.

KOMPAS.COM/MARKUS MAKUR Baju dari kain Songke
Selain itu, peminat kain-kain khas di setiap daerah Indonesia gencar mengunjungi wilayah Manggarai Raya untuk membeli kain bermotif unik. Koreografer yang terjun ke fashion show dengan pakaian khas masing-masing daerah selalu mengunjungi kampung-kampung yang masih menenun kain songke.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di Flores, masing-masing kabupaten memiliki motif kain tersendiri. Itulah keunikannya, seperti di wilayah Manggarai Barat, motif kain songke yang terkenal adalah motif kain songke mata manuk. Motif ini selalu dicari oleh warga lokal maupun orang-orang Manggarai yang berdomisili di Jakarta dan didaerah lainnya.

“Motif kain songke mata manuk selalu dibeli oleh orang lokal Manggarai Raya, orang asing, orang-orang Manggarai yang berdomisi di Jakarta dan di daerah lain di Indonesia. Mereka selalu memesan kain songke bermotif tersebut,” kata Leli Maria Goreti (42) kepada Kompas.com di Pameran Sentra Kreatif Rakyat (SKR) di Youth Center Labuan Bajo, Sabtu (22/11/2014) lalu.

KOMPAS.COM/MARKUS MAKUR Tas dari anyaman daun pandan pada Pameran Sentra Kreatif Rakyat (SKR) di Youth Center Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (22/11/2014).
Dikenal dengan panggilan Leli Artshop, Leli menjelaskan, di art shopnya di kawasan Bandara Komodo dia menjual berbagai jenis tenun dari wilayah Nusa Tenggara Timur dan kerajinan-kerajinan lokal Manggarai Raya seperti patung komodo, topi songke Manggarai Raya, topi Rea khas Manggarai Barat.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

6 Vila di Puncak Bernuansa Bali, Harga Mulai Rp 600.000

6 Vila di Puncak Bernuansa Bali, Harga Mulai Rp 600.000

Jalan Jalan
Harga Tiket Kopeng Treetop Semarang Tahun 2021, Cuma Buka Weekend dan Hari Libur

Harga Tiket Kopeng Treetop Semarang Tahun 2021, Cuma Buka Weekend dan Hari Libur

Jalan Jalan
Harga Tiket Masuk Tol Kahyangan Magelang, Cuma Ada Saat Akhir Pekan

Harga Tiket Masuk Tol Kahyangan Magelang, Cuma Ada Saat Akhir Pekan

Jalan Jalan
 Itinerary Wisata 3 Hari 2 Malam di Padang, Ada Batu Malin Kundang

Itinerary Wisata 3 Hari 2 Malam di Padang, Ada Batu Malin Kundang

Itinerary
Taman Safari Bogor Masuk Daftar Uji Coba, Ini 5 Vila di Sekitarnya

Taman Safari Bogor Masuk Daftar Uji Coba, Ini 5 Vila di Sekitarnya

Jalan Jalan
Pemkab Magelang Siapkan Tempat Wisata, Sinyal Internet Diperkuat

Pemkab Magelang Siapkan Tempat Wisata, Sinyal Internet Diperkuat

Travel Update
Aturan Ganjil Genap di Pinus Sari Sebabkan Banyak Wisatawan Putar Balik

Aturan Ganjil Genap di Pinus Sari Sebabkan Banyak Wisatawan Putar Balik

Travel Update
7 Villa Murah di Puncak, Harga Kurang dari Rp 1 Juta

7 Villa Murah di Puncak, Harga Kurang dari Rp 1 Juta

Jalan Jalan
Candi Borobudur Buka untuk Uji Coba Wisata, Catat Syarat Masuknya

Candi Borobudur Buka untuk Uji Coba Wisata, Catat Syarat Masuknya

Travel Update
Super Air Jet Buka Rute Baru Jakarta-Palembang, Harga Mulai Rp 300.000

Super Air Jet Buka Rute Baru Jakarta-Palembang, Harga Mulai Rp 300.000

Travel Update
Kunjungi Desa Wisata Tamansari, Sandiaga Yakin Wisata Banyuwangi Bangkit

Kunjungi Desa Wisata Tamansari, Sandiaga Yakin Wisata Banyuwangi Bangkit

Travel Update
 6 Oleh-oleh Makanan dan Minuman Siap Saji Khas Makassar, Ada Coto Makassar Instan

6 Oleh-oleh Makanan dan Minuman Siap Saji Khas Makassar, Ada Coto Makassar Instan

Jalan Jalan
7 Oleh-oleh Unik Khas Makassar, Ada Kain Sutera dan Minyak Tawon

7 Oleh-oleh Unik Khas Makassar, Ada Kain Sutera dan Minyak Tawon

Jalan Jalan
Langkawi Malaysia Sambut Turis Domestik Lewat Travel Bubble

Langkawi Malaysia Sambut Turis Domestik Lewat Travel Bubble

Travel Update
Sandiaga Sebut Desa Tamansari di Banyuwangi Bisa Jadi Wisata Kelas Dunia

Sandiaga Sebut Desa Tamansari di Banyuwangi Bisa Jadi Wisata Kelas Dunia

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.