Kompas.com - 03/12/2014, 20:39 WIB
Turis dari kapal pesiar Noble Caledonia yang lego jangkar di lepas Pantai Ulee Lheue mengunjungi Museum Tsunami, Banda Aceh, Kamis (6/2/2014). Sebanyak 120 turis dari kapal tersebut melakukan city tour mengunjungi sejumlah situs sejarah dan tsunami di Kota Banda Aceh selama enam jam. Tahun 2013 hingga Februari 2014 tercatat 16 kapal pesiar singgah di perairan Aceh dengan kapasitas 120 hingga 500 penumpang. SERAMBI/M ANSHARTuris dari kapal pesiar Noble Caledonia yang lego jangkar di lepas Pantai Ulee Lheue mengunjungi Museum Tsunami, Banda Aceh, Kamis (6/2/2014). Sebanyak 120 turis dari kapal tersebut melakukan city tour mengunjungi sejumlah situs sejarah dan tsunami di Kota Banda Aceh selama enam jam. Tahun 2013 hingga Februari 2014 tercatat 16 kapal pesiar singgah di perairan Aceh dengan kapasitas 120 hingga 500 penumpang.
EditorI Made Asdhiana
JAKARTA, KOMPAS — Menteri Pariwisata Arief Yahya menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 1 juta orang per bulan mulai Maret 2015. Target ini sejalan dengan target Presiden Joko Widodo mendatangkan 20 juta wisman pada 2019.

”Angka 20 juta itu tidak bisa dibilang besar, juga tidak bisa dibilang kecil. Jika kita melihat perolehan saat ini, kunjungan wisman tahun 2013 baru 8,8 juta orang sehingga angka 20 juta jadi terlihat besar. Namun, jika melihat ke negara tetangga, angka 20 juta pada tahun 2019 termasuk kecil,” kata Arif dalam Rapat Koordinasi Pemasaran Pariwisata, di Jakarta, Selasa (2/12/2014).

Berdasarkan data terbaru Asosiasi Perjalanan Asia Pasifik (PATA), yaitu Asia Pacific Visitor Arrival Forecasts 2014-2018 atau prediksi kunjungan wisatawan di kawasan Asia Pasifik tahun 2014-2018, Thailand menerima kunjungan wisatawan internasional sebanyak 26,5 juta orang. Laporan yang disusun pada 2013 itu juga menyebutkan, Malaysia akan membukukan kunjungan wisatawan internasional 26,3 juta orang dan Singapura 15,6 juta orang.

Arif mengakui, target 1 juta orang per bulan mulai Maret tentu sangat berat. Apalagi, anggaran promosi wisata hanya Rp 100 miliar per tahun.

Sementara itu, Direktur Program Regional Asia Pasifik Organisasi Pariwisata Dunia Xu Jing mengatakan, pariwisata harus didorong maksimal karena berpotensi menjadi tulang punggung ekonomi negara.

”Pariwisata telah membuka lapangan kerja tidak hanya di perkotaan, tetapi juga di daerah-daerah terpencil. Dengan adanya lapangan kerja ini, ekonomi akan bergerak,” ujar Xu Jing.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Turis di Gili Trawangan, Lombok, NTB.
Sekretaris Direktorat Jendral Pemasaran Pariwisata Kementerian Pariwisata Ni Wayan Giri Adnyani dalam rapat koordinasi pemasaran pariwisata, di Jakarta, semalam, menyatakan, peningkatan kunjungan dapat dilakukan melalui teknologi, komunikasi, dan informasi (TIK).

”Kami akan fokus pembenahan TIK, misalnya menambah jaringan wi-fi dan membuat aplikasi destinasi wisata multiplatform,” kata Ni Wayan Giri.

Direktur Pencitraan Indonesia Direktorat Jenderal Pemasaran Pariwisata Ratna Suranti mengatakan, berdasarkan Survei Passanger Exit Survey pada 2013, sekitar 67 persen wisatawan asing mengetahui informasi wisata Indonesia dari internet. (ARN/MED)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ada Toilet Umum yang Unik di Tokyo, Terlihat Seperti Mengambang

Ada Toilet Umum yang Unik di Tokyo, Terlihat Seperti Mengambang

Jalan Jalan
Tahun 2021 Ini, Turis Bisa Piknik di Taman Istana Buckingham

Tahun 2021 Ini, Turis Bisa Piknik di Taman Istana Buckingham

Jalan Jalan
Pascagempa, Seluruh Wisata Kelolaan Jatim Park Group Tetap Buka

Pascagempa, Seluruh Wisata Kelolaan Jatim Park Group Tetap Buka

Travel Update
Harga Rapid Test Antigen di Stasiun Turun Jadi Rp 85.000

Harga Rapid Test Antigen di Stasiun Turun Jadi Rp 85.000

Travel Update
5 Kafe Rooftop Instagramable di Jakarta, Cocok untuk Santai Sore Hari

5 Kafe Rooftop Instagramable di Jakarta, Cocok untuk Santai Sore Hari

Jalan Jalan
Resmi! Ada Gondola Baru untuk Wisatawan di Dusun Girpasang Klaten

Resmi! Ada Gondola Baru untuk Wisatawan di Dusun Girpasang Klaten

Travel Update
Larangan Mudik, Hotel Diharapkan Beri Paket Staycation Bonus Hampers Isi Produk Lokal

Larangan Mudik, Hotel Diharapkan Beri Paket Staycation Bonus Hampers Isi Produk Lokal

Travel Update
Pertama di Asia: Travel Bubble Taiwan-Palau Dimulai, Ini Aturannya

Pertama di Asia: Travel Bubble Taiwan-Palau Dimulai, Ini Aturannya

Travel Update
Accor Luncurkan Paket Staycation Unik untuk Berwisata Lokal, Tertarik?

Accor Luncurkan Paket Staycation Unik untuk Berwisata Lokal, Tertarik?

Travel Promo
Pemkab Boyolali Larang Tradisi Padusan Tahun Ini untuk Cegah Kerumunan

Pemkab Boyolali Larang Tradisi Padusan Tahun Ini untuk Cegah Kerumunan

Travel Update
Aturan Perjalanan Udara Periode Ramadhan dan Larangan Mudik 2021

Aturan Perjalanan Udara Periode Ramadhan dan Larangan Mudik 2021

Travel Update
Mereka yang Boleh Lakukan Perjalanan Selama Larangan Mudik 2021

Mereka yang Boleh Lakukan Perjalanan Selama Larangan Mudik 2021

Travel Update
Sambut Ramadhan, Parador Beri Promo Menginap Mulai dari Rp 240.000-an

Sambut Ramadhan, Parador Beri Promo Menginap Mulai dari Rp 240.000-an

Travel Promo
Wisata Air di Klaten Tetap Buka meski Padusan Dilarang, Ini Aturannya

Wisata Air di Klaten Tetap Buka meski Padusan Dilarang, Ini Aturannya

Travel Update
Gayo Coffee Trail Akan Kembangkan Wisata Dataran Tinggi Gayo

Gayo Coffee Trail Akan Kembangkan Wisata Dataran Tinggi Gayo

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X