Kompas.com - 21/12/2014, 13:45 WIB
EditorI Made Asdhiana
NAMA Gede Agus Hardyawan yang akrab disapa dengan Gede Hardy saat ini tak bisa lepas dari bisnis ritel. Di mana-mana, nama pusat perbelanjaan Hardys selalu ditemukan, entah Anda sedang berwisata di Nusa Dua atau melewati Seririt menuju Pantai Lovina di Singaraja. Hardys bagi masyarakat Bali demikian akrab. Pasalnya ritel Hardys hampir ada di seluruh kabupaten di Bali, kecuali Kabupaten Bangli.

Siapa sangka Gede Hardy, penyandang gelar Sarjana Teknik Industri dari Institut Teknologi Bandung (ITB) tahun 1995 ini malah banting setir dan justru melambungkan namanya saat menekuni bisnis ritel yang dibuka pertama kali tahun 1997 di Negara, Kabupaten Jembrana, ujung barat Pulau Bali.

Masa kecil laki-laki yang lahir di Desa Penyaringan, Mendoyo, Jembrana pada 27 Mei 1972 ini tumbuh di tengah keluarga yang terbilang sederhana. Ayahnya I Wayan Nastra dan ibunya Ni Ketut Susilawati Astuti membesarkan Gede Hardy dengan lima saudaranya dalam lingkungan pedesaan yang masih alami. Ayah Gede merupakan petani cengkeh, kopi, vanili, sementara ibunya hanyalah seorang guru Sekolah Dasar.

Namun masa kecil Gede Hardy bukanlah dibesarkan dengan orang tuanya, tetapi dibesarkan oleh neneknya. Tatkala Gede lahir, dia dianggap reinkarnasi kakeknya. Sehingga neneknya berkeras kepada orangtua Gede untuk mengasuh Gede sejak bayi. Sejak saat itu Gede diasuh neneknya dan tinggal di rumah berdinding gedek/bambu. Sejak kecil Gede sudah merasakan kasih sayang nenek dan tinggal dalam suasana pedesaan, bahkan bisa dibilang di tengah hutan, jauh dari Kota Negara.

Sambil sekolah, jiwa bisnis Gede mulai terasah sejak muda. "Dari kecil bakatnya berbisnis sudah kelihatan. Jualan apa saja dia lakukan, terutama hasil kebun," kata I Wayan Nastra kepada Kompas Travel saat green launching Hotel Pop! Hardys Singaraja Square, di Singaraja, Bali, Jumat (15/11/2014) lalu.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Preskom GH Holdings Ketut Rukmini Hardy SP (kiri) dan Presdir GH Holdings Ir Gede Agus Hardyawan (kanan) di Sanur, Bali, Sabtu (13/12/2014).
Ketika kuliah di ITB pun, Gede masih sempat menekuni bisnis. Di Bandung dia menekuni bisnis properti yaitu menjual rumah dengan kisaran harga Rp 50 juta sampai Rp 60 juta. Gede beli rumah, kemudian memperbaikinya, lantas menjualnya kembali.

Sementara Ni Ketut Rukmini -- sekarang menjadi istri Gede Hardy -- saat itu kuliah di Institut Pertanian Bogor (IPB). Tak heran waktu kuliah di Bandung, Gede sering bolak-balik Bandung-Bogor.

Setelah menyandang gelar Ir, Gede bekerja di perusahaan otomotif. Selama 8 bulan Gede bekerja di perusahaan mobil asal Jepang ini. Di sini dia memetik pelajaran berharga yakni soal kedisiplinan. Meskipun mendapatkan tawaran untuk bekerja di Toyota Jepang, namun jiwa bisnis Gede dan panggilan untuk pulang kampung lebih kuat sehingga baliklah dia ke Pulau Dewata.

Bisnis ritel menarik perhatiannya. Namun buku-buku ritel saat itu belum banyak. Tokoh ritel terkenal dari AS saat itu adalah Sam Walton dengan bisnis Wal-Mart-nya. Dari tekadnya menekuni bisnis ritel, lahirlah Hardys yang pertama pada 11 Juni 1997 di Jembrana, kota kelahirannya.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Presdir GH Holdings Ir Gede Agus Hardyawan.
Kenapa ritel? Gede punya kisah. Saat tinggal di Rawamangun, Jakarta, dia kebetulan bertetangga dengan orang Padang. "Namanya Pak Rusman, dia punya Tip Top. Saya minta beliau mengizinkan saya belajar soal ritel di sana. Pak Rusman setuju. Jadilah saya kerja di situ," kenang Gede ketika bincang-bincang dengan media, di Sanur, Bali, Sabtu (13/12/2014) lalu.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Aktivitas di Plunyon Kalikuning, Lokasi Syuting KKN di Desa Penari

Aktivitas di Plunyon Kalikuning, Lokasi Syuting KKN di Desa Penari

Jalan Jalan
Menyusuri Sawah Terasering yang Instagramable di Perbukitan Flores

Menyusuri Sawah Terasering yang Instagramable di Perbukitan Flores

Jalan Jalan
Rute dan Jadwal Bus Uncal, Wisata Gratis Keliling Bogor

Rute dan Jadwal Bus Uncal, Wisata Gratis Keliling Bogor

Jalan Jalan
Tips Wisata ke Jembatan Gantung Terpanjang di Asia Tenggara di Bandung

Tips Wisata ke Jembatan Gantung Terpanjang di Asia Tenggara di Bandung

Travel Update
Desa Wisata Nglanggeran di Yogyakarta Dijadikan Foto Perangko

Desa Wisata Nglanggeran di Yogyakarta Dijadikan Foto Perangko

Travel Update
Lomba Lari dengan Suasana Bukit dan Pedesaan Asri di Kendal

Lomba Lari dengan Suasana Bukit dan Pedesaan Asri di Kendal

Travel Update
Dari Wisata Alam hingga Kuliner, Berikut 3 Kegiatan Menarik di Likupang

Dari Wisata Alam hingga Kuliner, Berikut 3 Kegiatan Menarik di Likupang

Jalan Jalan
Daftar Libur Nasional Juni sampai Desember 2022, Masih Ada 7 HariĀ 

Daftar Libur Nasional Juni sampai Desember 2022, Masih Ada 7 HariĀ 

Travel Update
Jelajah Surga Wisata Air Terjun di Flores Barat NTT, Ada Cerita Mistis

Jelajah Surga Wisata Air Terjun di Flores Barat NTT, Ada Cerita Mistis

Jalan Jalan
Harga Tiket Rengganis Suspension Bridge, Gratis untuk Warga 3 Kecamatan Ini

Harga Tiket Rengganis Suspension Bridge, Gratis untuk Warga 3 Kecamatan Ini

Travel Tips
Terus Mimpi Buruk, Pencuri Kembalikan Patung Curian ke Kuil di India

Terus Mimpi Buruk, Pencuri Kembalikan Patung Curian ke Kuil di India

Travel Update
Harga Tiket Masuk dan Jam Buka Air Terjun Kapas Biru Lumajang

Harga Tiket Masuk dan Jam Buka Air Terjun Kapas Biru Lumajang

Travel Tips
Air Terjun Kapas Biru Lumajang yang Berselimut Kabut, Bagai di Negeri Khayangan

Air Terjun Kapas Biru Lumajang yang Berselimut Kabut, Bagai di Negeri Khayangan

Jalan Jalan
Jangan Pakai Brankas Kamar Hotel, Mudah Dibobol Hanya dengan Cara Ini

Jangan Pakai Brankas Kamar Hotel, Mudah Dibobol Hanya dengan Cara Ini

Travel Tips
Bukan di Atas Ombak Laut Lepas, Begini Keseruan Bono Surfing di Sungai Kampar Riau

Bukan di Atas Ombak Laut Lepas, Begini Keseruan Bono Surfing di Sungai Kampar Riau

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.